<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520</id><updated>2012-01-31T23:56:19.268+08:00</updated><category term='media'/><category term='Muhamad J Fahrani'/><category term='perempuan'/><category term='arbyn dungga'/><category term='pendidikan'/><category term='artikel'/><category term='kepemimpinan'/><category term='gubernur'/><category term='bo garapu'/><category term='ani sekarningsih'/><category term='arifin suaib'/><category term='pilkada'/><category term='budaya'/><category term='taufik polapa'/><category term='sosial'/><category term='visi'/><category term='politik'/><category term='pahlawan'/><category term='jerry montoliang'/><category term='pemerintahan'/><category term='teknologi'/><category term='elnino mohi'/><category term='agama'/><category term='asriyanti nadjamuddin'/><category term='artkel'/><category term='dewi dama'/><title type='text'>Gorontalo Maju 2020</title><subtitle type='html'>Bersama dan bersatu menciptakan generasi yang lebih baik. Majulah Gorontalo kita semua!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8287922710543701345</id><published>2007-08-11T16:20:00.000+08:00</published><updated>2007-08-13T15:58:58.311+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhamad J Fahrani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Perempuan Gorontalo</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Muhamad J Fahrani&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;15 Des 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertarik dengan topik tentang Nasib Perempuan Gorontalo ini karena disamping tanggal 22 desember 2006 nanti adalah Hari IBU, kenyataannya dalam kehidupan sehari - hari baik dari lingkungan terkecil yakni keluarga maupun yang terbesar yakni negara, perempuan hampir selalu menjadi obyek penderita dari kaum laki-laki. Setiap hari seluruh media cetak dan elektronik baik lokal maupun nasional selalu mengangkat berita tentang penderitaan (dalam arti luas) yang dialami oleh kaum perempuan, seperti KDRT, Pemerkosaan, bahkan pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia politik pun perempuan masih mengalami berbagai tekanan terutama soal jatah kursi di dewan, dsb. Saya ingin menjawab beberapa pertanyaan dari moderator mengenai masalah ini, sebatas kemampuan dan pengetahuan saya, sehingga jika ada hal - hal yang kurang berkenan harap dimaklumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, masalah mengenai eksistensi perempuan di Gorontalo eksistensi perempuan di Gorontalo terutama dalam bidang birokrasi, pengusaha dan politik sudah cukup baik untuk ukuran propinsi baruseperti Gorontalo ini. Namun, eksistensi tersebut didapatkan terkesan begitu mudah. Di birokrasi (pejabat), ada beberapa jabatan baik propinsi maupun kota/kab diisi oleh kaum perempuan yang didapat bukan karena penilaian kemampuannya, tetapi karena golongan kepangkatan yang telah memenuhi syarat, sehingga latar belakang pendidikan dan jabatan kadang tidak sesuai, seperti Ibu WinarniMonoarfa, tanpa menyangsikan kemampuan manajerial beliau, tapi dengan latar belakang sebagai guru besar ilmu kelautan, alangkah tepatnya jika beliau memegang jabatan sbg Kadis Perikanan danKelautan karena kapasitas keilmuan dan kemampuan beliau dalam bidang ini sudah tidak dapat diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, harus diakui, bahwa eksistensi beliau sebagai kepala Bappeda sangat mengagumkan mengingat latar belakang pendidikannya, tapi lebih menguntungkan bagi daerah ini jika beliau menjadi kadis Perikanan &amp;amp; Kelautan, apalagi salah satu program unggulan propinsi yakni Perikanan, sekarang ini berjalan statis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di politik, banyak perempuan yang duduk di legislatif baik kota/kab sampai propinsi terkesan hanya pemberian (rata2 no urut teratas tapi jmlh suara tidak signifikan) dan latar belakang jabatan suami. IBu Rahmiyati Yahya bisa menjadi salah satu contoh dari kasus ini. Tadinya beliau adalah seorang PNS, namun karena latar belakang jabatan suaminya serta no urut atas maka walaupun jumlah suara pemilihnya kecil beliau tetap jadi anggotaDPRD Prop. Sehingga tak heran, karena latar belakang suaminya tsb, skrg ini beliau terancam direcall dari gedung BOTU, hanya gara2 pada pilkada gubernur lalu suaminya dikabarkan tidak mendukung calon dari partai yang mendudukkan rahmiyati di Botu dan kemungkinan hal ini juga akan berlaku kepada Ibu Kasma Bokings di Pohuwato.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dua contoh kasus tsb, dapat diambil kesimpulan bahwa, eksistensi kebanyakan perempuan di Gorontalo yang bergelut di Birokrasi, Politik dan Pengusaha masih terdongkrak karena kaum lakis, apalagi kalau melihat perempuans kebanyakan terutama Ibu Rumah Tangga, seringkali terjajah oleh kediktatoran suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, harapan terhadap pemerintahan Fadel - Gusnar soal Perempuan. Yang jelas, sesuai latar belakang kedua pemimpin tsb yakni Politikus dan Birokrat, harapan saya agar dalam rekruitment kaum perempuan khususnya dalam bidang politik dan birokrasi harus didasarkan kemampuan dan latar belakang keilmuannya agar nantinya dapat menunjukkan eksistensinya utk kemajuan daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga salut dengan gebrakan rezim ini yang saya lihat di koran yakni rumusan perda tentang perlindungan terhadap perempuan secara umum, dengan harapan agar nantinya dapat dilaksanakan secara konsisten dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, persoalan mendasar perempuan di Gorontalo. Masalah adat - istiadat dalam kehidupan masyarakat gorontalo pada umumnya, fungsi adat masih memegang peranan penting dalam mengatur tingkah laku dan cara hidup masyarakat meskipun untuk masyarakat perkotaan adat sudah mulai terkikis oleh modernisasi dan kapitalisme. Dlm adat Gorontalo, kedudukan perempuan masih dibawah laki2 (walau dalam sejarah Gorontalo banyak perempuans yang menjadi pemimpin) sehingga mengakibatkan perempuans terkesan pasrah dan nrimo apapun yang terjadi baik itu benar atau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, latar belakang pendidikan. Untuk mengenyam pendidikan terutama formal, para orangs tua terkadang masih berprinsip seperti leluhur dulu, yakni setinggi-tingginya pendidikan yang dimiliki oleh perempuans, toh tetap kembali pada fungsi utamanya yaitu DAPUR, SUMUR, KASUR. tak jarang anak perempuan selepas SMU tidak diperbolehkan kuliah apalagi diluar daerah (meski secara finansial orang tuanya berkecukupan) disampingkarena prinsip tsb, ditambah infos ttg oknums mahasiswis yang kuliah diluar daerah TERKADANG berperilaku HIDUP BEBAS seperti FreeSex dan SamenLeven (tidak semuanya lho), seperti survei di Jogyakarta yangmengatakan 9 dari 10 mahasiswi tlh KEHILANGAN MAHKOTAnya tanpa nikah (maaf kalo ada para milisterwati yang pernah dan sementara kuliah diJogya, karena ini telah menjadi kasus nasional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 2 contoh kasus diatas, solusinya adalah pengenalan dan penyesuaian adat istiadat harus berdasarkan agama yang dianut karena dalam agama manapun kedudukan perempuans dan lakis adalah "SAMA" dilihat dari sikonnya, serta perlunya bagi anaks perempuan yang ingin melanjutkan pendidikan (terutama diluar daerah ) HARUS mampu menanamkan kepercayaan pada ortunya bahwa dia mampu menjaga kehormatan diri dan keluarga serta harus menunjukkan kemampuan untuk mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, hals yang harus diperbaiki dari perilaku Isteri-isteri. Stop Karlotaisme. Stop Ba Egisisme (cara make up dan berpakaian). Stop Royalisme (terutama isteri pejabat dan anggota dewan). Stop HUGELISME (bnyk perempuans di NERAKA karena hal ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan momen HARI IBU yang tak lama lagi, para perempuansterutama di Gorontalo ini dapat memahami arti yang hakiki tentangkata PEREMPUAN (YANG DIEMPUKAN, YANG DIAGUNGKAN, YANG DIHORMATI dsb)sehingga mampu menjaga kodratnya sebagai perempuan dan mampumenunjukkan jati dirinya agar tidak gampang dilecehkan oleh paraBUAYA DARAT. Untuk perempuans yang telah berkeluarga, JAGALAHKEHORMATAN DIRI, SUAMI DAN KELUARGA seperti dalam Hadits Nabi SAW,yg artinya DUNIA ADALAH PERHIASAN, DAN PERHIASAN YANG TERBAIK ADALAHISTERI YANG SHALIHAH. Dan bagi yang "MASIH GADIS", pandaislahmembawa diri agar tidak terjerumus ke lembah nista.Akhirnya, kepada seluruh milisterwati (te Nino tdk termasuk) mohonmaaf kalo ada yang menyinggung andas dan semoga hari IBU bukan hanyadilaksanakan setiap tgl 22 Desember tapi HARUS dilaksanakan setiaphari. TEGAKNYA AGAMA, NEGARA DAN KELUARGA ADALAH DITANGAN PEREMPUAN,RUNTUHNYA PUN KARENA PEREMPUAN. Salam damai untuk kalian semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8287922710543701345?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8287922710543701345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8287922710543701345' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8287922710543701345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8287922710543701345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/perempuan-gorontalo.html' title='Perempuan Gorontalo'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4834313916063125146</id><published>2007-08-11T16:13:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T16:19:41.274+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dewi dama'/><title type='text'>Nasib Perempuan Gorontalo</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Dewi Dama&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;13 Des 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut pendapat saya tentang perempuan Gorontalo. Mohon terlebih dahulu dimaafkan sekiranya ada salah kata or terlalu menjeneralisir karena saya juga masih belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Bagaimana Anda melihat eksistensi perempuan Gorontalo sekarang ini? Baguskah? Atau justeru menyedihkan? &gt;&gt;&gt;&gt;&gt; Perlu ada pembanding.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu: Oleh minimnya perhatian para orang tua terhadap pendidikan, pengetahuan para perempuan melulu soal urusan domestik. Perempuan ibarat budak belian, diperistri untuk sepenuhnya tunduk pada suaminya meski dimadu, dijadikan madu, atau dicampakkan. Secuil saja mereka diberdayakan hanya untuk menghafal kalimat-kalimat dogmatis tanpa bisa mengepakkan nalarnya. Perempuan nyaris tak pusing berorganisasi dan umumnya memiliki kelompok perkawanan atas nama status social (&lt;em&gt;wala’ita yi’o&lt;/em&gt;). Perempuan dulu lebih senang berbahasa Gorontalo, mengolah penganan dari hasil pangan milik keluarganya, &lt;em&gt;mohuyula molobu’a pale e’elenggengiyo wala’o didingga limongoliyo (mohutu tutulu, duduli, nasi bulu,dll)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sekarang: Wanita eksis bo'. Jumlah perempuan selalu mendominasi ruang kelas-kelas dari TK- PT (pendidikan), meski keberadaannya di ruang politik dan manajerial masih minoritas. Soal kualitasnya, hhmmm, saya tak berani menjustifikasi, kecuali atas dasar hasil penelitian. Kartini kini prihatin dengan perempuan-perempuan yang 'mampu' lebih banyak mengedepankan dandanan/busana ketimbang mengasah ilmu pengetahuan meski Kartini tahu benar, it’s just a matter of choice and chance. Fakta lain, salah satu keajaiban perempuan, adalah menjadi penyebab dan target inovasi (macam-macamlah, simak saja iklan). Perubahan kulturnya lumayan.  Akibat perkembangan teknologi dan peningkatan fasilitas hidup, secara pelan (incremental) merubah cara pandang dan gaya hidup perempuan kita.  Contohnya, tak sedikit perempuan yang enggan dimadu bahkan semakin percaya diri menggugat cerai suaminya. Dulu, mana berani perempuan protes. Saya kira, asumsi bahwa perempuan sekarang suka nuntut ini-itu, relatif kebenarannya. Bisa aja asumsinya dari pihak yang terusik privasinya saja. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Apa harapan Anda terhadap pemerintahan (Fadel-Gusnar periode kedua,khususnya), terutama mengenai kebijakan mereka untuk kaum perempuandan anak-anak?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)      It’s all about money! Anggaran pendidikan dan kesehatan mesti prioritaslah. Siswa SLTA saja pikirannya dah jauh ke sana. Jangan tunggu anak TK yang nuntut peningkatan pendidikan.&lt;br /&gt;b)      Money is nonsense without achievement. Kebijakan jelas. skopnya setiap tahun ditetapkan, pengawasan dan pertanggungjawabannya credible dan berkelanjutan. Mis: beasiswa untuk peningkatan kualitas pendidikan umumnya atau kursus keterampillan mereka yg putus sekolah. (Beasiswa luar negeri semakin banyak membuka peluang untuk Studi Gender, Pendidikan, Lingkungan, dll. Seandainya pemerintah bekerja sama dgn Perguruan tinggi untuk mengalokasikan dana untuk test TOEFL/IELTS yang mahal itu bagi para pelamar beasiswa, tentu kesempatan pendidikan di LN makin bagus.)&lt;br /&gt;c)      Di imej saya, sejak 5 thn lalu para penanam modal sudah masuk Gorontalo. Please, mestinya lapangan kerja (usaha kerja) bagi kaum perempuan kita semakin dibuka karena banyak kok yang sibuk cari tambahan nafkah untuk keluarganya. Sifat manusia kan kalo dipenuhi hak aktualisasi dirinya, ia akan stay cool ..iya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Apa persoalan mendasar perempuan Gorontalo, dan bagaimana langkahkongkrit yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah itu? Program jangka panjang boleh, jangka pendek juga boleh....&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;v      Pendidikan&lt;br /&gt;Ø       buta huruf: kampanye pendidikan terpadu melalui sekolah, tempat ibadah, iklan (multimedia), poster.&lt;br /&gt;Ø       keluarga yatim: bantuan dana biaya sekolah (gratis).&lt;br /&gt;Ø       kesempatan pengembangan diri: kursus keterampilan workshop, mentor, dll. Para guru/pegawai berprestasi, olahragawan berprestasi, alumni PT berprestasi, seniman dan keluarga berprestasi dll, perlu memperoleh dukungan pemerintah seperti di undang saat upacara besar, di sediakan kesempatan untuk ‘talk show’ untuk masukan ke masyarakat, diikutkan dalam parade penting, disalurkan aspirasinya, bukan sekedar diberi “petunjuk” (istilah le Boh cerita Elnino).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      kesehatan&lt;br /&gt;Ø       ibu hamil dan menyusui: imunisasi ibu dan balita ,kampanye kesehatan terpadu: simulasi, poster.&lt;br /&gt;Ø       keluarga berpenghasilan rendah: bantuan pengembangan usaha, layanan gratis di puskesms dan sekolah. pelatihan keterampilan keluarga: boga, kebun hijau, dll&lt;br /&gt;Ø      kenyamanan kerja pegawai: Inovasi Bimbingan dan Konseling, peningkatan insentif kerja lembur/jaga malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v     pengangguran&lt;br /&gt;Ø       meningkatkan pengetahuan para perempuan tentang usaha kerja sesuai ‘core competence’ masing2 daerah tk.II (agropolitan, maritim, dll.)&lt;br /&gt;Ø       menyediakan lapangan kerja/modal: memediasi pekerja dan pasaran (e-gov), menarik investor (perusahaan), akses informasi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v     Kesejahteraan sosial &amp; hiburan&lt;br /&gt;Ø       tuntutan kebutuhan hidup: pasar murah menjelang hari-hari besar, inventarisir agen-agen minyak tanah, dll.&lt;br /&gt;Ø       stres: 1) layar tancep di desa-desa, selain itu, 2)  merangsang pengembangan keterampilan, seni dan budaya: karawo kait, tari-tarian, dll. Dulu, sewaktu SD, organisasi seperti karang taruna sangat diberdayakan di kampung-kampung untuk kegiatan lomba. Saban pergelaran seni, yang pesertanya kebanyakan siswa SD/SMP, para Ibu sibuk melibatkan diri. Ada yang seketika jadi pelatih tari-tarian, vocal group, dll. Saya ingat betul kegigihan hati para pembinanya, ceria bersama anak-anak peserta lomba. Padahal kalo di cek ricek, di antara para ibu itu, beberapa ‘ja’o ijazah to ulu’u”, tapi, begitulah. Jempol untuk mereka. Hebat!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4834313916063125146?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4834313916063125146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4834313916063125146' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4834313916063125146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4834313916063125146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/nasib-perempuan-gorontalo.html' title='Nasib Perempuan Gorontalo'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4666666517871131222</id><published>2007-08-11T16:04:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T16:13:53.769+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bo garapu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elnino mohi'/><title type='text'>[joke] Rombongan Gorut</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;11 Des 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan pejuang Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut)  akan pulang semua Selasa (12/12) besok ke Gorontalo. Ada beberapa kejadian lucu yang terjadi selama mereka tinggal di Asrama Salemba. Maklum, di antara mereka ada sekitar 50-an orang yang baru pertama kali ini ke Jakarta. 30-an lainnya sudah pernah atau sering ke ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, seorang pejuang Gorut yang bernama Hendra berjalan-jalan di ITC Cempaka Mas. Dia tertarik dengan sandal-sandal yang dipajang disalah satu toko. Dalam hatinya, dia bertekad harus bisa berbicara seperti orang Jakarta, atau seperti orang Jawa, supaya tidak ketahuan dari kampung, sehingga tidak mudah diakalin orang. Kebetulan, dia sudah tahu arti "piro" dalam bahasa Jawa yang bermakna "berapa". Mendekatlah si Hendra ke penjual sandal;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hendra:&lt;/strong&gt; Mbak, sandal yang ini bagus ya...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mbak :&lt;/strong&gt; Oh, iya mas... Cocok kalau mas yang pake...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hendra:&lt;/strong&gt; Piro....?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mbak :&lt;/strong&gt; Itu selawe' mas...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hendra:&lt;/strong&gt; ????!!! (dia tidak mengerti apa itu "selawe")...  Kalau sengongo' boleh...?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mbak:&lt;/strong&gt; ????!!!! Sengongo' berapa sih....?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hendra:&lt;/strong&gt; Bilang dulu "selawe" itu berapa, baru saya kasih tahu arti"sengongo"&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mbak:&lt;/strong&gt; Selawe' kan dua puluh lima ribu...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hendra:&lt;/strong&gt; Kalau sengongo' itu setengahnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************************************&lt;br /&gt;Seorang pejuang Gorut bernama Herman sedang berkeliling di Mall Mangga Dua, mencari "memory card" untuk hape-nya. Dari Mall Mangga Dua, dia menelpon Hendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Herman:&lt;/strong&gt; Ndra, ana lagi di Mangga Dua. Eh, memory card yang dulu ente bilang paling gaga ini apa dulu....? Ana lupa depe nama...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hendra:&lt;/strong&gt; Ooh, cari jo yang merek OHARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian... Herman menelpon lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Herman:&lt;/strong&gt; Ndra..., tidak ada itu yang merek OHARA. Ana so tanya di lima toko...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hendra:&lt;/strong&gt; Ooh, kalau begitu ente tanya jo yang merek TAXICO. Sama deng OHARA itu.... Bilang kasana yang pake "X", bukan "KS"... deng pake"C", bukan "K". Jang lupa... TAXICO...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Herman:&lt;/strong&gt; Oke. Oke...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian... Herman menelpon lagi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Herman:&lt;/strong&gt; Ndra.... Delo butul merek-merek yang ngana bilang-bilang ini? Napa dorang penjaga toko so jaga tatawa akang ana....&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hendra:&lt;/strong&gt; Merek apa yang ada pa dorang?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Herman:&lt;/strong&gt; Napa bo jenis "MD-2" yang ada pa dorang&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hendra:&lt;/strong&gt; Aaah.... so itu-itu-lo ana pe maksud....!!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Herman:&lt;/strong&gt; (^&amp;^^%$%^%$%$^%%###&amp;amp;*^*&amp;!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pejuang Gorut yang kerap disapa Boh sedang pusing tujuh keliling. Dia sudah kehabisan duit di Jakarta. Pinjam sana-sini tak dapat. Akhirnya dia menelpon seorang tokoh Gorontalo yang dia tahu sangat berkeinginan menjadi Bupati Gorontalo Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Boh:&lt;/strong&gt; Halo, pak...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Si Tokoh:&lt;/strong&gt; Eh, bagimana? Aman-aman to...?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Boh:&lt;/strong&gt; Aman, pak... Cuma, sekarang ini saya sudah sangat kesulitan di Jakarta... Makanya saya menelpon bapak untuk minta petunjuk....&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Si Tokoh:&lt;/strong&gt; Gampang itu. Tapi ngana harus jamin kita berpasangan deng Thariq Modanggu, e.... (Ket: Thariq adalah Ketua Komite PembentukanKabupaten Gorut).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Boh:&lt;/strong&gt; Siap, pak .... Baru bagimana deng petunjuk yang saya minta itu, pak?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Si Tokoh:&lt;/strong&gt; Bilang pa Thariq, dia duduk manis jo, jadi kita pe calonbwakil bupati...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Boh:&lt;/strong&gt; Siap, pak... Baru petunjuk bapak dang...?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Si Tokoh:&lt;/strong&gt; Bilang pa Thariq.... Kita so siap 2 M for kampanye...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Boh (sedang menahan jengkelnya):&lt;/strong&gt; Ish.... 2 milyar pak...? Pe banyak skali ti pak pe "petunjuk" itu eyi.... Boleh mo kase kamari sama saya itu "petunjuk" pak...? Biar bo doyi tiket (pesawat)?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Si Tokoh:&lt;/strong&gt; Tenang saja ngana, sadiki lagi kita kirim pulsa..&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Boh:&lt;/strong&gt; Oke, pak. Terima kasih atas "petunjuk"nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah di kalangan pejuang Gorut istilah "petunjuk" memiliki makna yang lain. Misalnya saja, ketika ada di antara mereka yang akan pergi jalan-jalan, maka kawan-kawannya akan berkata, &lt;strong&gt;"Wah.... sojalan-jalan pooli ente 'e.... So dapa "petunjuk" darimana pooli ini?".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya juga gampang, &lt;strong&gt;"Ah, bo dapa sengongo' ini potunjuk sup...."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4666666517871131222?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4666666517871131222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4666666517871131222' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4666666517871131222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4666666517871131222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/joke-rombongan-gorut.html' title='[joke] Rombongan Gorut'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-5406440124860999485</id><published>2007-08-11T15:40:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T16:01:26.623+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerintahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jerry montoliang'/><title type='text'>Gorontalo and E-Gov</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Jerry Montoliang&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;6 Des 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era tahun 2000-an saat ini, tuntutan masyarakat adalah pemerintah yang harus memiliki waktu layanan yang cepat terhadap berbagi kebutuhan publik. Dengan kata lain, mereka tidak peduli bagaimana pemerintah mengorganisasikan dirinya, melainkan proses layanan yang diharapkan oleh masyarakat dapat diberikan secara baik, cepat, dan ekonomis. Inilah fenomena yang beredar di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dari fenomena di atas yang sering ditemukan adalah seringnya masyarakat mengeluh atas lambatnya layanan pengurusan administratif baik tingkat paling bawah (RT/RW, kelurahan bahkan sampai ke tingkat provinsi sekalipun), kurang adanya layanan akan kebutuhan masyarakat, tidak tercovernya seluruh kebutuhan masyarakat. Hal inilah yang patut dipertimbangkan solusinya. Di sinilah saatnya pemerintah mempertimbangkan berbagai hal dalam meningkatkan layanannya ke masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu solusi alternatif dari permasalahan di atas adalah menerapkan sebuah layanan informasi kepada masyarakat yang nantinya dapat mengcover sebagian atau bahkan keseluruhan kebutuhan masyarakat akan informasi yang dibutuhkan. Sesuai topik di atas yakni OPTIMALISASI LAYANAN PUBLIK PEMERINTAHAN GORONTALOBERBASIS E_GOVERNMENT, inilah salah satu alternatif terbaik yang ada saat ini dan terus berkembang sesuai tingkat kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa E_Government?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini teknologi informasi merupakan salah satu option yang dapat diunggulkan dalam menunjang berbagai produktifitas sebuah layanan, yang awalnya konvensional dapat di tingkatkan dengan layanan berbasis komputerisasi, guna efisiensi serta efektifitas kerja di samping itu juga ekonomis. Hal ini sudah merupakan kesepakatan semu yang ada serta berkembang saat ini olehnya banyak pihak (pemerintah) di Indonesia yang mulai mengembangkan layanan E_Government-nya untuk dapat mengcover, setidaknya sebagian dari kebutuhan informasi tidak hanya masyarakat lokal melainkan masyarakat international sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pemerintah kota Batu dan pemerintah Kab Malang. Ini salah satu contoh kecil daerah-daerah yang telah berhasil dengan layanan E_Government-nya, dimana mereka memberikan layanan yang tidak tangung-tangung bahkan memberanikan untuk transparansi kinerja pemerintah mereka dapat dilihat melalui layanan E_Government.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olehnya pemerintah Gorontalo pun perlu memikirkan kearah sana melihat kondisi saat ini layanan E_Government yang diterapkan di pemerintah gorontalo belum optimal. Kalo boleh dibilang baru 25% penerapan E_Government yang telah dijalankan oleh pemerintah gorontalo sebagaimana bisa dilihat pada websitepemerintah gorontalo di &lt;a href="http://www.gorontalo.go.id/"&gt;http://www.gorontalo.go.id&lt;/a&gt; hanya sebagian kecil saja informasi yang dapat dilayani melalui website pemerintah Gorontalo yang notabene adalah salah satu bentuk penerpan E_Gov  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Seharusnya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menerapkan E_Government yang optimal perlu beberapa riset khusus namun secara umum E_Government yang baik adalah dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat akan informasi. Disini perlu diterapkan sebuah pusat interaksi daerah atau sering disebut &lt;em&gt;Citizen Interaction Center&lt;/em&gt; (CIC) yang nantinya akan menampung seluruh informasi daerah misalnyaGorontalo, sehingga seluruh informasi akan diproses oleh CIC dan akan mempublishnya ke dalam layananE_Government.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIC merupakan center informasi yang dapat di akses dengan berbagai macam cara antara laintelp, sms, dan internet. Namun kali ini kita hanya membahas tentang cara melalui Internet dalam hal ini mengunakan fasilitas website. Syarat utama berhasil tidaknya layanan ini (CIC)terletak pada mampu tidaknya pemerintah mengintegrasikan data secara lintas sektoral keseluruhan produk-produk E_Government yang akan ditawarkan oleh institusi-institusi terkait. Dengan kata lain, diperlukan sistem &lt;em&gt;backoffice&lt;/em&gt; dalam penanganan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan lintas sektoral karena data atau informasi yang akan di publish bukan hanya bersumber dari pemerintah saja, melainkan dari berbagai sumber, misalnya data Dinas pendidikan, Dinas Kebudayaan, Keuangan Daerah, hingga sampai ke Dinas pertanahan sekalipun bahkan tidak menutup kemungkinan sampai ke berbagai dinas-dinas terkait lainnya. Ini akan memberikan warna lain bagi pemerintahan Gorontalo kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hasil yang akan di peroleh dari penerapan E_Government secara maksimal? Banyak hal yang akan diperoleh dengan di optimalkan layanan publik berbasis e_gov ini, misalnya: Efisiensi media layanan ke masyarakat. Ketersediaan sumber informasi yang dapat di akses kapan saja dan dimana saja (selama tersedia koneksi internet, guna akses ke e_government).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bukti keseriusan pemerintah serta pihak terkait dalam melayani masyarakat dengan secara total. Sebagai bentuk tranparansi informasi.dan lain sebagainya. Banyak hal yang dapat di peroleh dari penerapan teknologi informasi ke dalam kinerja pemerintah, namun sejauh mana hasil yang akan diperoleh hal ini akan diperoleh dari sejauh mana pemerintah dan pihak-pihakterkait dalam memberikan informasi secara luas dan terbuka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-5406440124860999485?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/5406440124860999485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=5406440124860999485' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5406440124860999485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5406440124860999485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/gorontalo-and-e-gov.html' title='Gorontalo and E-Gov'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4622218394721942973</id><published>2007-08-11T15:38:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T15:40:22.858+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ani sekarningsih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Merajut Takdir Kekinian</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ani Sekarningsih&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;24 Nov 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat singkat WAKTU dalam akal manusia, tatkala langkahku menapaki tepian danau Limboto, sore 19 Nopember 2006. Begitu indahnya kupaku lanskap seputar Hutadaa dalam kameraku. Namun ketika aku kembali berada di tengah kumpulan manusia aku tak melihat lagi indahnya akan manusia-manusia di manapun aku menengokkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan dengung tawon banyak orang mengajukan tanya:"Bagaimanakah bentuk negara kita kelak, Bu?" Nanar aku melihat ke dalam mata si penanya. Lalu kupalingkan mataku pada langit biru kelam dimana awan gemawan menari terbang leluasa dengan damainya. Pertanyaan itu menusukkan sembilu yang pedih. Membayangkan takdir cucuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan telah menyusun rangkaian takdir yang apik bagi alam semesta ini. Planet-planet bergulir menurut sistem yang tertib, matahari masih terbit di Timur dan lenggelam di Barat. Musim masih bergulir sesuai waktunya. Bumi yang kita pijak masih bisa ditanami padi, dan gerumbulan ternak masih bisa merumput, serta segala jenis tetumbuhan masih bisa tumbuh subur. Airpun mengalir menghidupkan mahluk-mahluk laut, sungai dan danau. Bumi ini masih menyimpan kekayaan lain:  minyak, mas, berlian, gas, uranium. Maka takdir-takdir yang telah disiapkan Tuhan adalah jelas merupakan perbekalan anak manusia untuk menyusun takdir masa depan bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisik manusia dan tingkah [olanya adalah takdir bagi planet bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau lihat masa depan planet atau bangsa ini kelak? Cermati kondisi perkembangan budaya manusia hari ini. Maka itulah masa depan bangsa ini. Semakin AMBURADUL. Mengapa? Karena hampir semua orang tak tahu merajut takdirnya dengan budi luhung. Budaya kita hidup selalu dalam mimpi masa silam. Mari kita tengok keluhan orang banyak. Semasa pemerintahan Bung Karno orang banyak mengeluh: "Alangkah enaknya hidup dizaman "normal" (maksudnya zaman penjajahan Belanda). Kemudian saat Suharto memerintah, orangpun memakinya: "Enakan ketika zaman pemerintahan Sukarno" Lalu kini kita berada pada zaman SBY, orang pun masih berkeluh kesah: “Wahai, ternyata enakan dizaman Suharto ya, daripada zaman SBY."jawabku kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penanya tercenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kawan, kita lupa zaman silam hanyalah kenangan yang tak pernah akan kita singgahi kembali. Masa depan adalah tujuan langkah kita bersama. Tetapi budaya yang tertanam tak membiasakan kita untuk hidup dalam masa kini, detik dan jam saat ini. Kita tak terbiasa merencanakan pola takdir masa depan diri sendiri pada saat ini, apalagi masa depan kelompok yang nota bene adalah masa depan takdir bangsa dan negara ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambil kameraku, dan aku merasa lebih tentram merekam keindahan takdir-takdir yang telah diciptakanNya dalam rekaman gambar-gambar saat ini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4622218394721942973?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4622218394721942973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4622218394721942973' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4622218394721942973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4622218394721942973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/merajut-takdir-kekinian.html' title='Merajut Takdir Kekinian'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-6803392700172878948</id><published>2007-08-11T15:17:00.001+08:00</published><updated>2007-08-11T15:36:34.964+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepemimpinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pahlawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taufik polapa'/><title type='text'>Profil Nani Wartabone, Pahlawan Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Taufik Polapa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;21 Nov 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nani Wartabone, (lahir 30 Januari 1907, meninggal 3 Januari 1986), yang dianugerahi gelar "PahlawanNasional Indonesia" pada tahun 2003, adalah putraGorontalo dan tokoh perjuangan dari provinsi yang terletak di Sulawesi Utara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangannya dimulai ketika ia mendirikan dan menjadi sekretaris Jong Gorontalo di Surabaya pada 1923. Lima tahun kemudian, ia menjadi Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Cabang Gorontalo. Tiga tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, ia bersama masyarakat setempat terlebih dulu memproklamasikan kemerdekaan Gorontalo, yaitu pada tanggal 23 Januari 1942.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tentara Sekutu dikalahkan Jepang pada Perang Asia-Pasifik, Belanda merencanakan pembumihangusan Gorontalo yang dimulai pada 28 Desember 1941 dengan mulai membakar gudang-gudang kopra dan minyak di Pabean dan Talumolo. Memimpin perlawanan rakyat, Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo mencoba menghalanginya dengan menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada di Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 23 Januari, dimulai dari kampung-kampung di pinggiran kota Gorontalo seperti Suwawa, Kabila dan Tamalate, Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo bergerak mengepung kota. Pukul lima subuh Komandan Detasemen &lt;em&gt;Veld Politie&lt;/em&gt; WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Proklamasi kemerdekaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai penangkapan, Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu "Indonesia Raya" di halaman Kantor Pos Gorontalo. Peristiwa itu berlangsung pada pukul 10, dan NaniWartabone sebagai inspektur upacaranya. Di hadapan massa rakyat, ia berpidato: &lt;em&gt;"Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban....dst."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya, Nani Wartabone memimpin rapatpembentukan Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo (PPPG) yang berfungsi sebagai Badan Perwakilan Rakyat(BPR) dan Nani dipilih sebagai ketuanya. Empat hari kemudian, Nani Wartabone memobilisasi rakyat dalam sebuah rapat raksasa di Tanah Lapang Besar Gorontalo. Tujuannya adalah mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamasikan itu dengan risiko apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jepang menguasai Gorontalo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan sesudah "Proklamasi Kemerdekaan Nasional" di Gorontalo, tentara Jepang mulai mendarat. Pada 26 Februari sebuah kapal perang Jepang yang bertolak dari Manado berlabuh di pelabuhan Gorontalo. Nani Wartabone menyambut baik bala tentara Jepang ini dengan harapan kehadiran mereka akan menolong PPPG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sebaliknya, Jepang justru melarang pengibaran bendera Merah Putih dan menuntut warga Gorontalo bersedia tunduk pada Jepang. Nani Wartabone menolak permintaan ini. Namun karena tidak kuasa melawan Jepang, ia kemudian memutuskan meninggalkan kota Gorontalo dan kembali ke kampung kelahirannya Suwawa, tanpa ada penyerahan kedaulatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Suwawa Nani Wartabone mulai hidup sederhana dengan bertani. Rakyat yang berpihak kepada Nani Wartabone akhirnya melakukan mogok massal sehingga Gorontalo bagaikan kota mati. Melihat situasi ini, Jepang melalui kaki tangannya melancarkan fitnah, bahwa Nani Wartabone sedang menghasut rakyat berontak kepada Jepang. Akibat fitnah itu, Nani Wartabone akhirnya ditangkap pada 30 Desember 1943 dan dibawa ke Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, Nani Wartabone mengalami berbagai siksaan. Salah satu siksaan Jepang yang masih melekat dalam ingatan masyarakat Gorontalo hingga saat ini adalah, ketikaNani Wartabone selama sehari semalam ditanam seluruh tubuhnya kecuali bagian kepala di pantai di belakang Kantor Gubernur Sulawesi Utara sekarang. Hampir sehari kepala Nani Wartabone dimainkan ombak dan butir-butir pasir. Nani Wartabone baru dilepaskan Jepang pada 6 Juni 1945, saat tanda-tanda kekalahan Jepang dari Sekutu mulai tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jepang Kalah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyerah kepada Sekutu, Jepang masih tetap menghormati Nani Wartabone sebagai pemimpin rakyat Gorontalo. Ini terbukti dengan penyerahan pemerintahan Gorontalo dari Jepang kepada Nani Wartabone pada tanggal 16 Agustus 1945. Sejak hari itu Sang SakaMerah Putih kembali berkibar di bumi Gorontalo setelah diturunkan Jepang sejak 6 Juni 1942.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, setelah penyerahan kekuasaan itu, Nani Wartabone dan rakyatGorontalo tidak mengetahui telah terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta keesokan harinya. Mereka baru mengetahuinya pada 28 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkuat pemerintahan nasional di Gorontalo yang baru saja diambil alih dari tangan Jepang itu, Nani Wartabone merekrut 500 pemuda untuk dijadikan pasukan keamanan dan pertahanan. Mereka dibekalidengan senjata hasil rampasan dari Jepang dan Belanda. Pasukan ini dilatih sendiri oleh Nani Wartabone,s edangkan lokasi latihannya dipusatkan di Tabuliti, Suwawa. Wilayah ini sangat strategis, berada di atas sebuah bukit yang dilingkari oleh beberapa bukit kecil, dan bisa memantau seluruh kota Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditempat ini pula, raja-raja Gorontalo zaman dahulu membangun benteng-benteng pertahanan mereka. Setelah menerima berita proklamasi di Jakarta, padatanggal 1 September 1945 Nani Wartabone membentuk Dewan Nasional di Gorontalo sebagai badan legislatif untuk mendampingi kepala pemerintahan. Dewan yang beranggotakan 17 orang ini terdiri dari para ulama, tokoh masyarakat dan ketua parpol.  G. Maengkom yang pernah menjadi Menteri Kehakiman Rl dan Muhammad Ali yang pernah menjadi Kepala Bea Cukai di Tanjung Priok adalah dua dari 17 orang anggota dewan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ditangkap Belanda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, keadaan ini tidak berlangsung lama karena Sekutu masuk. Bagi Belanda yang memboncengi Sekutu ketika itu, Nani Wartabone adalah ancaman serius bagi niat mereka untuk kembali menjajah Indonesia, khususnya Gorontalo. Mereka berpura-pura mengundang Nani Wartabone berunding pada 30 November 1945 di sebuah kapal perang Sekutu yang berlabuh di pelabuhan Gorontalo, lalu Belanda menawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nani Wartabone langsung dibawa ke Manado. Di hadapan Pengadilan Militer Belanda di Manado, NaniWartabone dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun dengan tuduhan makar pada tanggal 23 Januari 1942. Dari penjara di Manado, Nani Wartabone dibawa ke Morotai yang kemudian dipindahkah ke penjara Cipinang di Jakarta pada bulan Desember 1946. Hanya sebelas hari di Cipinang, Nani kembali dibawa ke penjara di Morotai. Di sini ia kembali mengalami siksaan fisik yang sangat kejam dari tentara pendudukan Belanda. Dari Morotai, ia dikembalikan lagi ke Cipinang, sampai dibebaskan pada tanggal 23 Januari 1949, setelah pengakuan kedaulatan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kembali ke Gorontalo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 2 Februari 1950, Nani Wartabone kembali menginjakkan kakinya di Gorontalo, negeri yang diperjuangkan kemerdekaannya. Rakyat dan DewanNasional yang berjuang bersamanya menyambut kehadirannya dengan perasaan gembira bercampur haru dan tangis. Kapal Bateku yang membawa Nani Wartabone disambut di tengah laut oleh rakyat Gorontalo. Nani Wartabone kemudian ditandu dari pelabuhan dibawa keliling kota dengan semangat patriotisme. Rakyat kemudian membaiatnya untuk menjadi kepala pemerintahan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Nani Wartabone menentang bentuk pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS)yang ada pada saat itu. Gorontalo sendiri berada dalam Negara Indonesia Timur. Menurutnya, RIS hanyalah pemerintahan boneka yang diinginkan Belanda agar Indonesia tetap terpecah dan mudah dikuasai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nani Wartabone kembali menggerakkan rakyat Gorontalo dalam sebuah rapat raksasa pada tanggal 6 April 1950.Tujuan rapat raksasa ini adalah menolak RIS dan bergabung dengan NKRI. Peristiwa ini menandakan, bahwaGorontalo adalah wilayah Indonesia pertama yang menyatakan menolak RIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode ini hingga tahun 1953, Nani Wartabone dipercaya mengemban beberapa jabatan penting, diantaranya kepala pemerintahan di Gorontalo, Penjabat Kepala Daerah Sulawesi Utara, dan anggota DPRD Sulawesi Utara. Selepas itu, Nani Wartabone memilih tinggal di desanya, Suwawa. Di sini ia kembali turun ke sawah dan ladang dan memelihara ternak layaknya petani biasa di daerah terpencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melawan Permesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan hidup Nani Wartabone sebagai petani kembali terusik, ketika PRRI/PERMESTA mengambil alih kekuasaan di Gorontalo setelah Letkol Ventje Sumual dan kawan-kawannya memproklamasikan pemerintahan PRRI/PERMESTA di Manado pada bulan Maret 1957. Jiwa patriotisme Nani Wartabone kembali bergejolak. Ia kembali memimpin massa rakyat dan pemuda untuk merebut kembali kekuasaan PRRI/PERMESTA di Gorontalo dan mengembalikannya ke pemerintahan pusat di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, pasukan Nani Wartabone masih kalah kuat persenjataanya dengan pasukan pemberontak. Oleh karena itu, ia bersama keluarga dan pasukannya terpaksa masuk keluar hutan sekedar menghindar dari sergapan tentara pemberontak. Saat bergerilya inilah, pasukan Nani Wartabone digelari "Pasukan Rimba".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara dilakukan Nani Wartabone agar bisa mendapat bantuan senjata dan pasukan dari Pusat. Baru pada bulan Ramadhan 1958 datang bantuan pasukan tentara dari Batalyon 512 Brawijaya yang dipimpin oleh Kapten Acub Zaenal dan pasukan dari Detasemen 1 Batalyon 715 Hasanuddin yang dipimpin oleh Kapten Piola Isa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat bantuan kedua pasukan dari JawaTimur dan Sulawesi Selatan inilah, Nani Wartabone berhasil merebut kembali pemerintahan di Gorontalo dari tangan PRRI/PERMESTA pada pertengahan Juni 1958.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah PRRI/PERMESTA dikalahkan di Gorontalo itu, Nani Wartabone kembali dipercaya memangku jabatan-jabatan penting. Misalnya, sebagai Residen Sulawesi Utara di Gorontalo, lalu anggota DPRGR sebagai utusan golongan tani. Setelah peristiwa G30S tahun 1965, Nani Wartabone kembali berdiri di barisan depan rakyat Gorontalo guna mengikis habis akar-akar komunisme di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nani Wartabone yang pernah menjadi anggota MPRS Rl, anggota Dewan Perancang Nasional dan anggota DPA itu, akhirnya menutup mata bersamaan dengan berkumandangnya azan shalat Jumat pada tanggal 3 Januari 1986, sebagai seorang petani di desa terpencil, Suwawa, Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Nani Wartabone melalui ahli warisnya yang diwakili oleh salah seorang anak laki-lakinya, Hi Fauzi Wartabone, di Istana Negara, pada tanggal 7November 2003.  Wartabone ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor085/TK/Tahun 2003 tertanggal 6 November 2003. Untuk mengenang perjuangannya di kota Gorontalo dibangun Tugu Nani Wartabone untuk mengingatkan masyarakat Gorontalo akan peristiwa bersejarah 23 Januari 1942 itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber dari beberapa Buku)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-6803392700172878948?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/6803392700172878948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=6803392700172878948' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6803392700172878948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6803392700172878948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/profil-nani-wartabone-pahlawan-kita.html' title='Profil Nani Wartabone, Pahlawan Kita'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-670453943548125080</id><published>2007-08-11T15:11:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T15:17:16.426+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ani sekarningsih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Jangan Tinggalkan Budaya Sendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ani Sekarningsih&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;17 Nov 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa penduduk Gorontalo? Benarkah 800.000 orangkah?  Sejauh apakah orang-orang Gorontalo memahami kebudayaanranahnya sendiri? Sejauh apakah negara-negara mancanegara terjaring menjadi wisatawan ke Gorontalo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin cerita aja, nih.&lt;br /&gt;Pada Media Indonesia 12 Nopember yang baru saja berlalu aku menuliskan tentang hebatnya Asmat yang kini diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai SITUS WARISAN BUDAYA, padahal penduduk Asmat hanya 60.000 orang saja. Karena apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perjuangan yang tak kenal lelah dari seorang putera Asmat bernama Yufen Biakai, yang sekarang menjabat  Bupati Asmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa Yufen masih menjabat Ketua Lembaga Masyarakat Adat Asmat, beliau selalu memikirkan pembangunan manusia Asmat yang harus utuh berdiri tegak dan kokoh di atas landasan budaya Asmat yang mereka warisi. Menurutnya, selama seseorang berdiri kokoh dengan budaya yang membesarkannya maka seseorang itu tak tergoncangkan gegar budaya, melainkan ia lebih mengenali jati dirinya dengan sesungguhnya. Itu sebabnya rasa percaya diri orang Asmat sangat tinggi adanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yufen tidak sekedar berbicara, dan mengajari. Tetapi ia buktikan kekuatan dirinya demi untuk memotivasi segenap orang Asmat. Bila saat ini kita mengenali Yufentius Biakai sebagai Bupati Asmat, dapat dipastikan hanya sedikit orang yang mengenali nama Yufentius Biakai yang telah menjadi milik dunia karena tulisan-tulisannya yang memperkenalkan budaya Asmat dalam dua buku unggulan yang dibanggakan.  “ASMAT,  Myth and Ritual The Inspiration of Art” dan “ASMAT, Mencerap Kehidupan dalam seni” yang juga diterjemahkan dalam bahasa Jerman dan Inggris dan diterbitkan oleh B. Kühlen Verlag GmbH Jerman. Kedua buku unggulan tersebut merupakan data-data anthropologi Asmat termasuk di dalamnya uraian filsafat tentang patung-patung tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah para bupati lain di Republik Indonesia ini mampu menuliskan adat budaya setempat dalam bahasa Inggris yang sempurna sebagaimana yang telah dibikin seorang putera Asmat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui keberadaan budaya Asmat menjadi bagian dari milik dunia. Anda akan temukan seni ukir Asmat yang anggun-anggun di musium-musium bergengsi di Metropolitan Museum New York, Tropen Museum di Amsterdam, Volkerkunde Museum di Roterdam, Völkerkundemuseum di Berlin, dan koleksi terlengkap milik Dr Gunther Konrad dan istrinya Ursula di Mönchengladbach di Jerman. Dunia tidak mengenal keberadaan Papua, tetapi dunia lebih mengenali Asmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta Budaya Asmat ke-23 yang baru saja berakhir pada tanggal 11 Oktober 2006, dan sempat kuhadiri, cukup membanggakan. Dihadiri banyak orang asing. Satu bukti lagi Asmat telah membuktikan diri, bahwa tatkala Amarika mengumumkan para turis tak boleh memasuki Indonesia, apalagi Papua, justru Yufen membuktikan bahwa orang Asmat hangat menyambut mereka dan  menjamin keamanan para turis asing tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit tambahan lagi. Selama pesta budaya berlangsung seorang wisatawan Jerman bernama Dr Gunter Konrad , seorang urolog, melangsungkan pembedahan-pembedahan pada pasien-pasien orang Asmat SECARA GRATIS. Adakah dokter-dokter ahli di antara kita terketuk hatinya untuk berbuat amal seperti dokter Jerman itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana halnya dengan Gorontalo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Gorontalo memiliki pantai indah. Gorontalo memiliki benteng-benteng yang dapat dijadikan objek wisata. Gorontalo mempunyai seni kerawang kait, yang saingannya hanya sebuah desa nelayan Portofino di Itali. Gorontalo banyak menyimpan adat budaya ASLI GORONTAL. Tetapi adakah kapal-kapal pesiar orang asing berminat datang singgah? Adakah yang menuliskan dan berpikir mengisi artefak=artefak Asmat di musium-musium bergengsi di dunia? Sebagaimana Asmat lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Anak Muda Gorontalo yang cerdas-cerdas, di tangan Anda semua budaya Gorontalo menantikan uluran tangan kalian untuk mendokumentasikan kekayaan BUDAYA GORONTALO tersebut, dan mengisi semua museum di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak lagi hanya berpikir dalam kotak-kotak kecil, tetapi kita harus berpikir bahwa kita adalah WARGA PLANET BUMI yang bertanggung jawab memelihara planet ini dengan budaya yang memang kita akrabi. Dengan budaya sendiri justru kita mampu memahami bahasa alam semsta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, ada contoh besar lewat depan mata  melalui media cetak maupun media kaca. Yakni peristiwa LAPINDO. Mengapa alam meradang merontak?&lt;br /&gt;30 atau 50 tahun lalu, kita masih melihat orang menghormat padi yang akan dipotong dan para PEREMPUAN SAJA yang memotong padi dan dengan dengan ani-ani pula. Bagaimana sekarang? Begitu padi menguning orang main babat dan kasar dan para lelaki ikut membabatnya, tanpa permisi MINTA KEIKHLASAN padi sebagai mahluk, apalagi menghormati tanah yang subur dan begitu ramah menghidupkan semua tetumbuhan buat keperluan manusia. Tanah pun adalah mahluk. Tandai, bagaimana alam tidak akan semakin murka? Sekarang bangsa Indonesia sampai harus mengimpor padi dari Vietnam, bahkan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda sedang mencibir pikiranku ini. Tnamun saatnya kita semua perlu bermawas diri, perlu HENING. karena para teknolog rupanya sudah semakin tuli, semakin rabun matanya untuk memahami bahasa alam. Hatinya juga menjadi tumpul untuk memahami kearifan-kearifan budaya yang dilahirkan leluhur kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan contoh Yufen di atas aku ingin mengatakan, sebagai manusia berpikir, hendaknya kita berbuat yang produktif berlandaskan kekuatan budaya jati diri kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-670453943548125080?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/670453943548125080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=670453943548125080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/670453943548125080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/670453943548125080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/jangan-tinggalkan-budaya-sendiri.html' title='Jangan Tinggalkan Budaya Sendiri'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8493066464758338676</id><published>2007-08-11T15:07:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T15:11:31.917+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artkel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asriyanti nadjamuddin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>Kritik Terhadap Koran Gorontalo</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Asriyati Nadjamuddin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;11 Nov 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi koran menurut pandangan sempit saya:&lt;br /&gt;1. Menyambung aspirasi masyarakat&lt;br /&gt;2. Mencerdaskan masyarakat, bukan membohonginya&lt;br /&gt;3. Memberikan informasi akurat, tajam, terpercaya (saya lupa inimotto koran apa, tapi ini yang selalu teringat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk skala Gorontalo; Koran2nya lumayan sudah menyambung aspirasi masyarakat, tapi &lt;em&gt;talalu sadiki skaali&lt;/em&gt;. Mencerdaskan masyarakat dan Memberikan Informasi akurat, tajam, terpercaya, kayaknya masyarakat Gorontalo terbantu dengan keberadaan Koran. Karena minimal, mereka bisa tahu apa yang dilakukan oleheksekutif, legislatif atau para elit2 politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yang bikin koran juga manusia, pasti ada salahnya. Setahun yang lalu, dalam diskusi di Kampus UNG, saya pernah `ngeluh` sama Pak Sirham tentang, vulgarx fhoto2 artis dalam rubrik entertain. ALhamdulillah, saya merasa ditanggapi krn skarag di HG rubrikentertain memuat fhoto artisx lebih sopan dr sbelumx. Disisi lain, HG pernah memuat fhoto korban ibu Fauziah Naue terlalu vulgar dan jelas (berdarah-darah). Saya memahami, mungkin wartawaningin menyampaikan dengan detil kondisi korban, namun saya merasa itu kurang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya konfirmasi sama seorang wartawan kataxkrn terburu-buru alias deadline, aspek itu tidak diperhatikan lagi. Terkadang saya lihat, Koran memuat berita sepihak, tidak dikros cekpada pihak lainnya pada saat itu. nanti besokx ada berita hasil kroscek. saya hanya mengingatkan; yang baca koran hari pertama belum tentu baca koran pada hari selanjutx. Nah disini kemungkinan terjadi mis-informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali memang; yang bersangkutan tdk dimampui wartawan utk kros cek (misal:tdk ba angkat telpon, tdk ada dirumah,dst). Saya kira hal ini; harus dicermati bersama. Saya pikir, sangat positif bila koran terus membenahi diri. Karena secara sempit saya melihat; Antara masyarakat dan Koran ada hubungan timbal balik. Sering Koran mengikuti permintaan `pasar` masyarakat yang kadang nyeleneh atau masyarakat ikut apa yang lagi tren di Koran. Sehingga Koran harus lebih kerja keras lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pencerdasan, saya berharap Koran2 ternama seperti TRIBUN maupun HG dapat memberikan ruang yang luas bagi setiap level masyarakat untuk bisa menuangkan pikiranx melalui tulisan. Karena secara umum saya melihat, minat menulis di Gorontalo masih kurang, walaupun banyak yang suka baca, biar cuman baca koran. Dulu HG punya rubrik khusus anak sekolahan, kalau bisa diangkat lagi rubrik itu, biar anak remaja Gorontalo termotivasi untuk nulis (bukan sajaberita, tapi artikel, cerpen dst). Hitung2 menyelamatkan generasi,yang skarang umumnya menghabiskan waktux dengan hura2. Selain itu, kalau bisa beberapa wartawan belum berpengalaman, sebaikx dikontrak magang aja di daerah lain dimana ada JAWAPOST GRUP. Biar ada spirit baru. Segitu aja, semoga bermanfaat bagi media kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8493066464758338676?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8493066464758338676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8493066464758338676' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8493066464758338676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8493066464758338676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/kritik-terhadap-koran-gorontalo.html' title='Kritik Terhadap Koran Gorontalo'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-1681472863881942723</id><published>2007-08-11T14:52:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T15:03:05.983+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arifin suaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Tentang Prostitusi Remaja Gorontalo</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Arifin Suaib&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;5 Nov 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan memang, apalagi kalau kita membayangkan (seandainya) mereka itu adalah anak kita, ponakan kita, adik kita, teman kita (bisa dapat diskon dong...! :) ), atau paling tidak orang yang kita kenal, kita akan lebih tidak nyaman lagi. Maka hikmah terpenting dibahasnya topik ini adalah kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah penyakit sosial ini agar jangan sampai terjadi pada keluarga kita (Na'udzubillah). Karena menurut saya penyebab utama adalah faktor kurangnya kontrol orang tua (setuju dengan Asriyati NN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek komersialisasi birahi yang dilakukan oleh perempuan usia belasan (PUB) sebenarnya memiliki motif serta melalui proses yang sama dengan perempuan dewasa. Yang berbeda hanya tingkat kemungkinan intervensi pihak lain terhadap pilihan mereka dalam bersikap, perempuan dewasa lebih berani dan bebas sedangkan PUB dapat dikendalikan orang tua. Umumnya perempuan yang akhirnya terjun ke dunia komersialisasi birahi tersebut melalui tahapan sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Pengenalan :Ketika seorang mengalami perkembangan biologis maka dia akan berusaha mengenal seks. Dorongan ini membuat dia mendekati faktor pemicu seperti :&lt;br /&gt;a) Pornografi (dampak teknologi), dapat terjadi bila orang tua tidak mengontrol surfing internet, tontonan dan bacaan anak.&lt;br /&gt;b) Salah bergaul, dapat terjadi bila orang tua tidak mengontrol frekuensi anak keluar rumah termasuk dalam memilih teman bergaulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini problem besar bagi orang tua yang anaknya harus tinggal diasrama/kost. (Terkecuali bila asramanya dikelola secara khusus, misalnya punya mushollah yang aktif sholat 5 waktu, memiliki ustadz/imamnya sendiri, yang melakukan pembinaan akhlak kepada anak-anak kost, latihan kultum, pengajian rutin, dll. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Coba-coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pacaran. Anak-anak putri biasanya lebih cepat mengalami masa pacaran dari pada putra. Ini terjadi karena secara psikologis anak-anak yang sedang mengalami puber ingin segera mendapatkan pengakuan sebagai orang dewasa, maka dia akan bangga bila dipacari oleh orang yang lebih dewasa daripada dia. Sebaliknya laki-laki (yang lebih matang) akan sangat bangga bila pacarnya PUB. Inilah alasan mengapa banyak PUB yang pacaran dengan laki-laki dewasa (bahkan laki-laki beristri). Bisa dibayangkan bagaimana proses pendewasaan yang prematur itu terjadi pada sang PUB ketika menjadi pacar laki-laki yang sudah ahli dalam menaklukkan perempuan, sementara PUB itu sendiri memang sedang ingin bereksperimen dengan pengalaman-pengalaman barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Brokenheart. Problematika pacaran dan problematika rumah tangga akan mendukung proses coba-coba ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Terbiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Keterlanjuran. Apabila hal tersebut terjadi lebih sering dan tanpa kontrol orang tua maka akan berkembang menjadi kebiasaan, selanjutnya tinggal menunggu 'kecelaklaan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Gonta-ganti pacar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Komersialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Memanfaatkan kebiasaan. Karena sudah terbiasa dan bisa menghasilkan uang,"Why not?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Dukungan gengsi. Desakan kebutuhan untuk bergaya hidup mewah. Pada tahap ini baru motif finansial akan dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi merebaknya penyakit sosial ini menurut saya adalah meningkatkan peran orang tua dalam mengontrol, merancang program perbaikan moral dan mengarahkan anak-anaknya untuk membiasakan diri dengan kegiatan keagamaan : pengajian, mentoring, harokah remaja dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir beda dengan Bung Nino, saya yakin bahwa &lt;em&gt;treatment&lt;/em&gt; lebih utama yang bisa dilakukan adalah mengurangi/menghilangkan &lt;em&gt;supplier&lt;/em&gt; (PUB itu). Memang &lt;em&gt;supply&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;demand&lt;/em&gt; biasanya terjadi secara simultan, tetapi bila &lt;em&gt;demand&lt;/em&gt; (permintaan) tinggi dan &lt;em&gt;supply&lt;/em&gt; (penawaran) terbatas atau tidak ada, maka konsumen terpaksa akan mencari substitusi (barangpengganti : poligami) atau tidak mengkonsumsi sama sekali (setia dengan istri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila penawaran ada dalam keadaan permintaan awal rendah pun, maka konsumen pada akhirnya akan bertambah juga sebagai akibat adanya ekspansi pasar (orang yang ba coba-coba). Saya berkeyakinan bahwa motif ekonomi baru terjadi setelah mencapai tahap yang lebih tinggi, sedangkan pada tahap awal yang bekerja adalah motif biologis dan motif sosial.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-1681472863881942723?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/1681472863881942723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=1681472863881942723' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1681472863881942723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1681472863881942723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/tentang-prostitusi-remaja-gorontalo.html' title='Tentang Prostitusi Remaja Gorontalo'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8442826732262947406</id><published>2007-08-11T14:42:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T14:51:59.178+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elnino mohi'/><title type='text'>Kampanye Menyerang? Tidak Haram, Jika...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino M. Husein Mohi&lt;br /&gt;5 Nov 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye Pilgub Gorontalo sebentar lagi. Tiga kandidat sudah menyiapkan senjatanya masing-masing. Kertas yang berisi visi, misi, program pemerintahan sampai ke slogan-slogan kampanye sudah bertumpuk di rumah dinas Gubernur Fadel, rumah Gusnar, rumah Thamrin Djafar,  rumah AD Khaly, rumah Bonie Ointoe dan rumah Hamid Kuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah visi, misi dan program akan mempengaruhi pilihan para pemilih? Dari berbagai penelitian Pilkada di negara ini, hal-hal tersebut kecil pengaruhnya. Masyarakat Indonesia lebih mempertimbangkan faktor kepribadian dari para calon. Misalnya; Siapakah calon yang relatif lebih dapat dipercaya? Siapa calon yang relatif lebih menyenangkan? Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana model kampanye yang boleh dilakukan untuk memenangkan hati rakyat? Bartels (1998) dan juga Jamieson (2003) merangkum tiga model kampanye yang berlaku hampir di seluruh dunia. Pertama, kampanye advokasi kandidat, yakni mengangkat tema-tema yang berupa kelebihan-kelebihan si kandidat. Pendekatannya bisa berupa restospective policy-satisfaction (memuji prestasi masa lalu kandidat) atau benevolent-leader appeals (menyatakan bahwa kandidat memang berniat baik, tulus, bisa dipercaya dan merasa selalu merupakan bagian dari para pemilih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kampanye menyerang (attacking campaign), yaitu yang berfokus pada kegagalan dan masa lalu dari kandidat lain. Bukan hanya contender (penantang) yang dapat menggunakan metode ini. Seorang incumbent (`juara bertahan') juga dapat melakukannya. Fadel Muhammad, misalnya, tentu dapat diserang oleh lawan-lawannya mengenai kebijakan-kebijakannya selama lima tahun jadi gubernur. Sebaliknya, Fadel pun dapat menyerang Bonie Ointoe mengenai kinerjanya sebagai Asisten II (Pembantu) Gubernur, atau menyerang Thamrin Djafar tentang apa yang sudah pernah dilakukan Thamrin untuk rakyat Gorontalo selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, contrasting campaign (kampanye "hitam-putih"), yakni dengan mengangkat isu/topik tentang kelebihan `calon A' yang menjadi kekurangan `calon B'. Pendekatannya bisa ritualistic (mengikuti alur permainan lawan dan menyerang balik ketika diserang). Misalnya saja, Bonie menyatakan dirinya sebagai calon termuda, sesuatu yang tentu tidak mungkin dilakukan calon lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadel dapat mengaku lebih berpengalaman duduk di kursi gubernur ketimbang calon lain. Thamrin dapat menyatakan dirinya adalah satu-satunya calon yang sekolah S-2 di luar negeri. Isu/topik `putra daerah' tidak akan mempan dari sudut pandang ini, karena bukan hanya satu calon yang benar-benar memiliki marga (vam = nama keluarga) Gorontalo. Semua itu hanya sekadar contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar ilmu Komunikasi Politik Indonesia, Effendi Gazali (2005) mengatakan bahwa di Pilkada-Pilkada di Indonesia (kecuali di beberapa daerah) kampanye menyerang biasanya dianggap tabu karena tidak sesuai kultur dan para kandidat kuatir itu justru akan menguntungkan lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, yang terpenting sebetulnya bukan pada "menyerang atau tidak", tetapi pada "bagaimana caranya menyerang". Kalau serangan terhadap seorang kandidat dilengkapi dengan data-data yang akurat—bukan fitnah, dan disampaikan dengan sopan dan fair (atau `sportif' dalam bahasa kita sehari-hari), maka kampanye menyerang tersebut dapat efektif menjaring simpati pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, pihak yang diserang dengan data-data yang akurat harus secepat mungkin mengklarifikasinya. Tentu dengan data-data yang akurat pula, bukan dengan kata-kata, "biarlah anjing menggonggong, kafilah berlalu". Selanjutnya, dia dapat menyerang saingan politiknya dengan isu/topik yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye menyerang dapat berubah menjadi negative campaign (ada yang menggunakan istilah black campaign / "kampanye hitam") apabila serangan itu kasar (berselera rendah, menyentuh aspek-aspek yang sangat pribadi, tidak ada hubungannya dengan kemampuan memerintah) dan atau data-datanya tidak akurat, fitnah, dan atau tidak fair (tidak ada bukti, disampaikan dengan cara yang tidak sopan menurut standar budaya masyarakat). Patut dicatat, negative campaign inilah yang justru bisa menjadi `blunder' atau malah menguntungkan pihak yang diserang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit lebih empirik, `hal-hal yang sangat pribadi' yang bagaimana yang tidak etis untuk dijadikan isu dalam persaingan politik? Ini adalah perdebatan dalam bidang etika yang mungkin tidak akan habis. Tetapi menurut saya, `aspek-aspek yang sangat pribadi' itu adalah sesuatu yang dimiliki oleh seseorang dimana dia tidak punya kekuasaan untuk menghindarinya, seperti; cacat fisik, penyakit-penyakit fisik kandidat (termasuk impotensi), keturunan PKI atau bukan, dll. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan keharmonisan kehidupan keluarga, keberagamaan (akhlak) dan perilaku dari orang-orang dekatnya (famili dan atau para sahabatnya) masih dapat ditolerir menjadi tema-tema kampanye sepanjang tidak berupa fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada tema utama kita mengenai kampanye menyerang. Dalam konteks Pilkada-Pilkada di Indonesia, semakin sulit membedakan antara kampanye menyerang dengan kampanye negatif. Mengapa? Karena pasti akan terjadi pula perdebatan sengit mengenai akurasi data yang dipakai untuk menyerang atau bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Gazali menawarkan model keempat, yakni comparative campaign, kampanye dalam bentuk memperbandingkan kelebihan di antara kandidat atau kekurangan di antara kandidat. Model ini mungkin yang paling cocok bagi Indonesia, termasuk Gorontalo. Jika mengikuti model ini, maka hal yang paling penting adalah adanya DEBAT antara para kandidat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam debat ini masyarakat dapat menilai, setidaknya, tiga hal. Pertama, program kandidat mana yang lebih menguntungkan bagi dirinya sebagai rakyat. Kedua, kandidat mana yang lebih dapat dipercaya janjinya. Ketiga, kandidat mana yang paling menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam debat itu pula harus ada saling kritis terhadap sesama kandidat. Kalau tidak ada kritik-mengkritik, ya bukan debat namanya. Pertanyaan-pertanyaan mesti diarahkan oleh moderator debat agar yang terjadi adalah perdebatan yang logis (masuk akal) dan segar, bukan debat kusir yang memuakkan. Bagi para kandidat, yang penting dalam debat—biasanya—bukan pada substansi yang dipakai untuk mengkritik atau menjawab kritik, tetapi pada cara mengkritik dan cara menjawab kritik. Dalam kalimat Effendi Gazali; "&lt;em&gt;How elegant can you go&lt;/em&gt; ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya berharap masyarakat pemilih di Gorontalo semakin kritis dan menggunakan akal sehatnya dalam menentukan pilihan. Visi, misi, program, kepribadian dan cara para calon gubernur dalam berkampanye hendaknya menjadi pertimbangan-pertimbangan utama agar kelak yang terpilih adalah Gubernur yang terbaik di antara tiga calon yang ada.*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8442826732262947406?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8442826732262947406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8442826732262947406' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8442826732262947406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8442826732262947406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/kampanye-menyerang-tidak-haram-jika.html' title='Kampanye Menyerang? Tidak Haram, Jika...'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-7961011915033022576</id><published>2007-08-11T14:29:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T14:42:24.611+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ani sekarningsih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Wajah Perempuan Kita</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ani Sekarningsih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2 Nov 06&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGERIKAN. Padahal perempuan adalah IBU BANGSA. Bagaimana anak-anak yang terlahir di masa mendatang? Lalu sejauh apa usaha pendidikan orangtua dan agama yang selalu menggaungkan surga-neraka meluruskan ini semua? Ingin aku cerita masalah di Aceh, oom-oom dan tante-tante. Kurang bagaimana polisi syareat di Aceh galaknya? Orang baik-baik saja pun artinya yang jelas suami-istri sering dituduh pelacur. Mobil-mobil adakalanya distop, lalu penumpang perempuan dilihat cara berpakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah selesai urusan moral di ACEH? Malah tambah mengerikan! Gadis-gadis berjilbab semakin binal, menjajakan dirinya dengan mudah. Banyak yang hamil, tanpa menikah Bayangin!Pendidikan chanel tivi semestinya menjadi kepedulian departemen pendidikan nasional. Karena acara-acara sinetron TIDAK MENDIDIK anak bangsa untuk menjadi manusia produktif dan membangun cita-cita mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohlagi. Para dokter muda yang baru lulus, boro-boro senang dikirimkan sebagai dokter PTT ke tempat-tempat terpencil untuk mengabdi. Atau sekalinya mau dikirim ke Aceh, karena berhitung: enak euy Cuma 6 bulan di Aceh. Lalu mereka kembali ke Jakarta dan bisa meneruskan sekolah sebagai dokter ahli. Ketika sdh jadi dokter ahli, boro-boro mau balik ke tempat terpencil yang gak ada mall, mobil BMW dan rumah semegah rumah-rumah di Pondok Indah. Para dokter ahli lebih suka praktek di kota besar untuk mudah menggebuk duitnya pasien yang merana dan putus asa, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah kenyataan. Cita-cita anak-anak muda sekarang pada intinya kan bagaimana memperoleh bawang-barang mewah dan bergengsi, makanan enak dan unik dan juga bergengsi, naik mobil bermerk yang juga menetapkan gengsi. Karena hal itu yang sedang ditawarkan di kota-kota besar Indonesia. Pendidikan moral, pendidikan sekolah, khotbah-khotbah kiai/ustadz tidak memberikan motivasi anak-anak kita untuk menjadi manusia produktif. Dari 200 juta anak bangsa ini, para ilmuwan dan ekonom Indonesia hanya bisa dihitung dengan jari dibanding mereka yang hidup membuang-buang waktu di mall-mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak muda seleranya saat ini TIDAK MAU KERJA KERAS, tetapi lebih membesarkan hidup bergengsi, sebagaimana dicontohkan orang tua mereka sendiri. Sudah saatnya ditemukan suatu strategi tepat-guna para pendidik menemukan resep tepat guna agar manusia Indonesia harus menjadi manusia yang produktif, serta mensejahterakan banyak orang, menjaga keharmonisan sesama mahluk hidup menjaga keindahan alamiah segala sesuatu. Betapa perlunya menjadi MANUSIA YANG BERPIKIR dan MENINGKATKAN KESADARANLUHUR bukan jadi manusia yang membebek dengan budaya orang luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya membangun moral diri bukan lagi dengan membuat organisasi baru seperti polisi syareat, atau berkoar-koar bahasa slogan dengan dogma-dogma kaku, tetapi saatnya para kiai, orangtua, guru harus menjadikan dirinya CONTOH konkrit sebagai idola kawula muda dan lingkungannya. Menentukan sikap hidup dengan mendekati sifat-sifat Tuhan yang 99 itu ( dan BUKAN SEKEDAR CUMA DIZIKIRIN JUTA-JUTA KALI tapi moral tetap memalukan). Para kiai hendaknya mengubah cara berdakwah... bukan lagi menyajikan menu yang cuma nakut-nakuti massa jemaah dengan urusan surga-neraka yang entah di mana alamatnya. BASI-lah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini zamannya dibutuhkan para kiai/guru/orangtua yang cerdas dan bijak dengan menguasai perkembangan ilmu mutakhir, yang mengerti perkembangan teknologi mutakhir. Dibutuhkan kiai yang NGETREND DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN yang memberikan inovasi dan motivasi membangun mental luhur bukan kiai yang cuma berpatokan pada BUKU KUNING belaka dan lantang mendakwahkan surga-neraka 'mulu' (katabetawi: melulu). Kalau saja ada orang mati bangkit dan hidup lagi serta memberikan pembuktian adanya surga-neraka, dakwah dengan resep surga-neraka pasti jadi makanan favorit, ditanggung laris manis tanjung kimpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bapak-bapak PEJABAT REPUBLIK INDONESIA,PARA SUDAGAR YANG BERPECI/ BERSORBAN dan PARA KIAI BERGAMIS MEMBERIKAN TETAP CONTOH BURUK dengan telak depan mata dan menjadi objek berita tivi MEREBUT ISTRI ORANG DAN MENGUBER PERAWAN-PERAWAN CANTIK. Ya...... good bye-lah MORAL LUHUR... Bahwa perempuan Indonesia, yang calon IBU BANGSA, hanya mampu menghargakan dirinya sebagai pelacur, sebagai TKW yaaaaa.... bisa kita bayangkan wajah Indonesia 50 tahun ke depan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-7961011915033022576?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/7961011915033022576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=7961011915033022576' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7961011915033022576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7961011915033022576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/wajah-perempuan-kita.html' title='Wajah Perempuan Kita'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-3758293196453865208</id><published>2007-08-11T14:10:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T14:29:28.352+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bo garapu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arbyn dungga'/><title type='text'>[joke] "J"</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Arbyn Dungga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;23 Okt 06&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari Sultan merasa sungguh "boring n bete abis", jadi dia tanya Bendahara, "Bendahara, siapa paling pandai saat ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abunawas" jawab Bendahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan pun manggil Abunawas n baginda bertitah : "Kalau kamu pandai, coba buat satu cerita seratus kata tapi setiap kata mesti dimulai dengan huruf `J'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terperanjat Abunawas, tapi setelah berfikir, dia pun mulai bercerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya-Jakarta. Jamu jagoannya: jamu jahe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jamu-jamuuu…, jamu jahe-jamu jaheee…!"Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan. Jeng Juminten jerit-jerit: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh…" Juminten jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan,juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug. Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack. Johny justru jadi jelous Juminten jadi juliet-nya Jack. Johny juga jejaka jomblo, jalang, juga jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya Johny. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan jealous, John…"jawab Juminten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil jerawatnya Juminten. Juminten jerit-jerit: "Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny, Jebreeet…, Jack jotos Johny. Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol… jeleekk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"John, jangan jahilin Juminten…!" jerit Jack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungnya Johny jedot-jedotan, "Janji, Jack, janji… Johnny jera,"jawab Johny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack jadikan Johny join jualan jajan jejer Juminten. Jhony jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko, jualan jus jengkol jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny "Jolly-jolly Jumper."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatatan: Jontekan jari jebuah jilis ….. jejejeje&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-3758293196453865208?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/3758293196453865208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=3758293196453865208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/3758293196453865208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/3758293196453865208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/joke-j.html' title='[joke] &quot;J&quot;'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8336118332681140010</id><published>2007-08-11T12:51:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T14:09:33.366+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='visi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taufik polapa'/><title type='text'>Gorontalo Serambi Medinah ?</title><content type='html'>Taufik Polapa&lt;br /&gt;14 Sept 06&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, kemampuan dasar sosial adalah segala bentuk watak yang dapat menjadi modal (potensi) bagi berlanjutnya interaksi antar sesama warga dari suatu komunitas atau antar warga dari satu kelompok sosial lainnya. Salah satu kemampuan sosial itu adalah kepercayaan. Modal kepercayaan dalam kaitannya dengan pengembangan ekonomi sangat penting, karena di dalamnya terkait interaksi yang membutuhkan kenyamanan dan keamanan bagi pihak melakukan investasi di suatu daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Gorontalo, umumnya memiliki watak seperti itu, karena dibentuk oleh tradisi dan kesopanan kulturalnya. Watak masyarakat Gorontalo seperti tersebut di atas merupakan modal dasar dan sangat potensial dalam menumbuh kembangkan iklim perekonomian di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari segi adat masyarakat Gorontalo, adat memiliki makna dan persepsi tersendiri. Adat dipandang sebagai suatu kehormatan (adab), norma, bahkan pedoman dalam pelaksanaan pemerintahan. Hal ini dinisbatkan dalam suatu ungkapan " Adat Bersendi Sara", "SaraBersendi Kitabullah". Arti dari ungkapan ini adalah bahwa adat dilaksanakan berdasarkan sara (aturan), sedangkan aturan ini harus berdasarkan AI-Quran.  Dengan demikian dapat dipahami bahwa sendi-sendi kehidupan masyarakat Gorontalo adalah sangat religius dan penuh tatanan nilai-nilai yang luhur. Dengan ungkapan di atas Gorontalo sangat pas jika disebut dengan Serambi Medinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masih di sayangkan masih ada saja kehidupan masyarakat Gorontalo yang belum sesuai dengan ungkapan tersebut, atau boleh dikatakan masih ada masyarakat Gtlo yang tidak tahu atau tidak mengerti dengan Ungkapan "Adat Bersendi Sara","Sara Bersendi Kitabullah" dan di tambah Lagi dengan"GORONTALO Serambi Medinah". Mungkin inilah tugas dariPara Pemimpin yang ada di Prop Gtlo di mulai dari Gubernur,Walikota, Bupati, Camat, Kades, RT, RW bahkan paraUlama serta Seluruh Komponen Masyarakat Gtlo yang tahu makna dari ungkapan tersebut utk dapat mengimplementasikan kepada Seluruh Rakyat Gtlo mengenai Ke-2 ungkapan tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selama ini yang di rasakan Ungkapan tersebut umumnya hanya dikenal lebih dekat bagi para Generasi TUA (seperti pemangku adat yang tetap teguh pada ungkapan tersebut) yang ada di GTLO sedangkan Generasi MUDA saat ini ungkapan tersebut hanya merupakan Retorika danUngkapan Biasa saja. Walaupun Adapula Generasi Mudayang mengerti dan memahami serta menjalankan Ungkapan tersebut tp Jumlahnya tidak Banyak masih bs di hitung dengan jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak di mengertinya Ungkapan ke-2 tersebut diatas maka Dominan sekali para Generasi Muda Gtlo yang terjerumus dengan Pergaulan Bebas (&lt;em&gt;American Style'&lt;/em&gt; kata orang) padahal di pundak Generasi Muda GTLO lahmenjadi harapan Masyarakat Gtlo agar ke depan GTLObisa tetap berpatokan pada"Adat Bersendi Sara", "Sara Bersendi Kitabullah" dan"GORONTALO Serambi Medinah". Tapi melihat perkembangan saat ini ungkapan tersebut sangat mustahil bisa terwujud dan di khawatirkan di tahun 2020 ungkapan tersebut akan hilang dengan sendirinya dan di ganti dengan Ungkapan yang lebih MODERN lagi Ala AnakMUDA...... hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ada falsafah Hidup masyarakat Hulondalo yangsaya kutip dari Kata Pemuka Adat Gtlo :“&lt;em&gt;Batanga Pomaya, Nyawa Podungalo, Harata Potom Bulu&lt;/em&gt;”, artinya jasad ini kita persembahkan untuk mengabdi/membela tanah air, setia sampai akhir, harta digunakan untuk kemaslahatan masyarakat banyak.“&lt;em&gt;Lo Iya Lo Ta Uwa, Ta Uwa Loloiya, Boodila Polucia HiLawo&lt;/em&gt;”, artinya pemimpin itu penuh kewibawaan, tapi tidak sewenang-wenang. Apakah masih Relevan Gorontalo di sebut Serambi Mediah?Hanya Waktu yang bisa menjawabnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8336118332681140010?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8336118332681140010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8336118332681140010' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8336118332681140010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8336118332681140010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/gorontalo-serambi-medinah.html' title='Gorontalo Serambi Medinah ?'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-1000851840528079170</id><published>2007-08-11T12:42:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T12:50:54.139+08:00</updated><title type='text'>Kualitas UNG: Orientasi Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Asriyati Nadjamuddin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;5 Okt 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perubahan IKIP menjadi universitas, dua tahun lalu, kini ada efek positifnya? Atau justeru ada efek negatif? Mengapa? Sederhana saja (ini pandangan hasil produk IKIP lho, bukan UNG).  Salah satu efek positifnya, secara psikologis yang kul di IKIP/UNG so boleh berbangga, kalo ada yang ba tanya; alumni mana ? alumni U N G ... Universitas Negeri Gorontalo ... he..he..he. Jurusan apa ? Jurusan Teknik Informatika ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya dulu, banyak di antara teman2 seangkatan saya yang mengeluh tentang suratan nasibnya jd mahasiswa di IKIP. Belum lagi ada istilah `penampungan` bagi teman2 yang tidak lulus UMPTN. Selain itu, so banyak dosen yang jadi pejabat kampus (positif ??)&lt;br /&gt;Negatifnya, kebiasaan zaman `dulu` masih terbiasa sampai sekarang ... persoalan &lt;strong&gt;MENTAL&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang seharusnya dilakukan oleh UNG agar menjadi universitas yang terbaik, setidaknya di Sulawesi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata `terbaik` ini masih umum. Kalo terbaik dalam mencetak SDM disisi akademik, pelayanan mahasiswa, dst. Bagi saya, satu hal yg utama bagi kampus adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat kampus dari berbagai sisi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lebih dahulu UNG harus jadi referensi utama dalam pembangunan di daerahnya sendiri. Jangan dulu sampai Provinsi, minimal di kawasan berdirinya UNG, yakni KOTA GORONTALO. Selama ini, produk2 pemerintahan Kota nyaris tidak terjamah oleh UNG. Mungkin tidak dilibatkan Pemkot atau memang UNG `yakin dan percaya` apa yang dilakukan Pemkot skaligus DPRD so butul samua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, saat PBK FPMIPA kmarin, saya sempat diundang oleh panitia PBK jd nara sumber, dengan tema Alumni FPMIPA tidak harus menjadi guru. Sebelum diskusi itu, Panitia menyampaikan bahwa di antara sekian banyak mahasiswa yang ada mengkhawatirkan dirinya jadi GURU. Ketika diskusi berlangsung, saya memulai pertanyaan kepada MABA tentang sebenarnya tujuan utama mereka masuk di FPMIPA atau kuliah.  Ada yang menjawab, pengen jadi demonstran (mungkin terinspirasi gagahnya mhs dijalanan, maklum anak baru Muda), sebagian besar menjawab spy dpt kerja (maklum standar PNS gol III skarang yg gajix lumayan, harus S1), yang lain hanya senyum2 masam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya gak jadi membahas (tepatnya berkampanye) alumni FPMIPA tidak harus menjadi guru. Bahasan yg sy ambe adalah terkait Perencanaan Diri. Sy mengajak mreka membuat analisis keberadaan dirix masing2 utk kmudian menyusun prencanaan dirix, tp sy mulai tujuan dia hidup apa? target dirinya apa ? Misal kalo dia jd Guru, Guru yg bagaimana ? harus Guru PNSkah, non PNS-kah, PNS yg bgaimana ...dst dengan itu, maka final targetx akan mulai perlahan dituntaskan pada perjalanan kuliahx. Misalnya, utk jd PNS itu harus mahir dan berijazah komputer &amp; bhs inggris. Maka sambil kuliah dia bs nyambi kursus, gak nanti saat perekrutan PNS hrs kluar duit byk spy dpt ijazah komp &amp;amp; bhs inggris. buat kursus ortu gak pnya duit, gmana carax dpt duit byk &amp; halal ? dst....Sy mencoba ngarahin bahwa IKIP/UNG adalah bagian sarana merealisasikan target yg dirumuskan mereka.Entah targetx GURU, PEDAGANG, POLITISI, NELAYAN dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, saya melihat kaum remaja di Gorontalo terlalu banyak menghabiskan waktu dgn hura-hura. Secara umum mereka tidak terarah untuk bagaimana mensetting maupun menyiapkan kehidupan mereka dimasa akan datang. selama ini upaya persiapan yg ada, hanya sisi akademik formal. Makanya jgn heran, salah satu contoh; kebanyakan mahasiswa yg kul di UNG banyak bergantung keuangan sma ortu (walaupun emang kwajiban ortu) ataupun nyambi duit pd berbagai kegiatan kemahasiswaan yg dibuat (walaupun ini gak semua). setelah lulus, menanti jadwal penjaringan PNS. Gak lulus, nunggu penjaringan selanjutnya sambil sibuker ksana kmari, yg jelas ongkos msih tetap ortu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sy brhrap kedepan kondisi sperti ini dapat berubah dan bisa lebih baik lg.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-1000851840528079170?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/1000851840528079170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=1000851840528079170' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1000851840528079170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1000851840528079170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/kualitas-ung-orientasi-mahasiswa.html' title='Kualitas UNG: Orientasi Mahasiswa'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8724588514370560506</id><published>2007-08-11T12:30:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T12:38:39.650+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>UNG Menuju Center of Excellence</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Irwan F. Uno&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;4 Okt 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, mohon kalau ada komentar saya yg dikutip untuk artikel koran ttg UNG, nama saya tetap &lt;em&gt;off the record&lt;/em&gt;! (Hehehe....maaf yah, saya ada kepentingan dunia &amp; akhirat jangka panjang dengan orang-orang di UNG. Tapi jangan curiga dulu....untuk kebaikan kok...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang UNG, komentar saya berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk silent supporter untuk UNG spt ditulis OH. Walaupun silent, saya ril bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saya terlibat banyak dalam memfasilitasi MOU antara UNG dengan Ehime University (Jepang). Saat ini di kampus juga sudah ada Center for Promoting Japanese Studies (Pusat Promosi Kajian Jepang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di antara milister ada yang mo lihat-lihat ke kampus, sudilah mampir. Di dalamnya memang masih jauh dari konsep yang kami pikirkan, at least langkah pertama sudah diambil. Insya Allah dalam waktu dekat (silahkan konfirmasi ke Ketua Center Dr. Muhtar M Ph.D Fak. Pertanian), kerjasama di bawah payung MOU kelak meliputi pertukaran mahasiswa/dosen (beasiswa maupun non beasiswa), joint research, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama membantu UNG, ada beberapa poin penting yang saya tangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. UNG sungguh beruntung memiliki pemimpin seperti NP. Pengalaman saya berinteraksi dengan beliau, beliau sangat cepat membuat keputusan selama itu menguntungkan untuk UNG. (Maaf, penilaian ini terbatas pada materi yang pernah kami kerjasamai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kelebihan di poin satu sangat disayangkan karena tidak dibarengi dengan skill maupun wawasan yang baik dan luas dari bawahan beliau. Termasuk para dosen. Saya kaget karena dalam rapat-rapat membahas konsep kegiatan yang akan dilaksanakan, masih ada gambar dan suara. Tapi giliran pelaksanaan, baik suara apalagi gambar hilang entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Unsur pamrih dalam memajukan institusi UNG juga sangat terasa. Masih mending kalau pamrih ini dimainkan dengan cantik alias apik. Kita mungkin akan sungkan berkesimpulan negatif. Tapi kenyataannya, pamrihnya terus terang sangat terang-terangan dan ini keterusan. Ketika suatu kegiatan melibatkan Koin &amp;amp; Kredit, semut-semut pada ngumpul. Ketika 2K ini hilang, jejaknya pun tak tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Saya bersyukur bisa menjadi UNG's outside supporter. Dengan demikian saya bisa menjaga interest saya. Bahwa karya adalah yang terpenting. Apa boleh buat kalau memang sudah demikian kondisi kerja di kalangan PNS yang harus pamrih, minimal 2K ditambah 1K lagi, menjadi Koin, Kredit, dan Karya. Jangan yang 2 ada yang 1 whateverlah..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk menjadi Center of Excellent, SDM UNG mesti buka mata, pasang telinga, goyangkan kaki dan tangan! (Emang mau dangdutan?....hehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka mata bahwa isu daerah atau kota sudah bukan zamannya lagi. Waktu menemani NP ke Ehime University (EU), NP kaget. Ehime University adalah National University yang berlokasi di Provinsi Ehime di Jepang. Provinsi ini kurang lebih sama nasibnya dengan Gorontalo, pokonya provinsi paling desa. (Off the record: Makanya saya rekomendasikan ke UNG untuk bikin MOU dengan mereka, soalnya skalanya sama). Tapi di tengah-tengah universitas kampung itu, berdiri sebuah bangunan riset yang menjadi perhatian Jepang bahkan dunia, yaitu Pusat Riset Protein Buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasang telinga karena informasi bergerak cepat. Bisa jadi sesuatu yang dianggap memuaskan di UNG sudah kadaluarsa di tempat lain. Kalau UNG tidak bikin gerakan untuk menjadi excellent sesegera mungkin, jangan harap mimnya akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakkan kaki dan tangan. Tafsirnya (ce ileh, kayak Quraish shihab aja), harus ada konsistensi gerakan sebagai sebuah institusi secara keseluruhan menuju satu tujuan yang sama. NPnya sudah bagus menetapkan tujuan, tapi kalau di kaki dan tangan tidak kompak, ya gimana bisa maju? Ini bukan karena saya dekat dengan NP lho. Bayangkan kalau suatu saat NP sudah tidak menjabat lagi dan kaki tangan juga tetap tidak kompak dengan kepala, tetap saja jalan di tempat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Nah kalau semua sudah kompak, baru goyang ngebor.......(eits, jangan ngerez dulu temenz!). Ma'nanya, jangan cepat puas. Terus saja ngebor cari terobosan baru.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sudah ah.......capek nyari analogi yang lain....ntar jadi ngrez betulan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah UNG akan maju..........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8724588514370560506?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8724588514370560506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8724588514370560506' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8724588514370560506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8724588514370560506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/ung-menuju-center-of-excellence.html' title='UNG Menuju Center of Excellence'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-2001121703721255527</id><published>2007-08-11T12:01:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T12:29:58.495+08:00</updated><title type='text'>[joke] Nama Khas Gorontalo</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Elnino&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;3 Okt 06&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OFF THE RECORD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jangan sampe ini teman2 saya marah, hehehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia nama-nama kawan semasa SD saya. Ini nama asli,  cuma maknanya saja yang saya plesetkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bado (Mungkin berasal dari kata "bad")&lt;br /&gt;2. Boka (Singkatan "Bonar-bonar kancang" alias orang kaya)&lt;br /&gt;3. Haboga (Hari-hari debo gaga)&lt;br /&gt;4. Dondlo (Don lo Hulondlalo / penguasa Gorontalo)&lt;br /&gt;5. Gondlu (Gorontalo Madlu)&lt;br /&gt;6. Pu'E (= Sisa/Sampah. Biasanya untuk anak bungsu)&lt;br /&gt;7. Pulu (= Apulu, anak kosayangan)&lt;br /&gt;8. Si'U (Lahir pas Siaran Ulang sepakbola)&lt;br /&gt;9. Agu (= Anak Berguna)&lt;br /&gt;10. Bodu (= Bolajar Bapandu)&lt;br /&gt;11. Jojo (= Yes Man)&lt;br /&gt;12. Sukan (Suka Makan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih menarik di Gorontalo sebetulnya bukan namanya, tetapi julukan kepada orang yang disesuaikan dengan keadaan fisiknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Papende (Paman yang pendek)&lt;br /&gt;2. Patinggi (paman yang tinggi)&lt;br /&gt;3. Pakuni (Paman yang kulitnya kuning)&lt;br /&gt;4. Ka'ita (Paman/Kakak yang kulitnya hitam, seperti saya/tapi manis)&lt;br /&gt;5. Pasatu (Paman tertua)&lt;br /&gt;6. Kadua (Paman/abang kedua)&lt;br /&gt;7. Ti Tiga (Paman/bibi ketiga)&lt;br /&gt;8. Pagode (Paman yang gendut)&lt;br /&gt;9. Kaputi (Paman/abang yang kulitnya putih/budo)&lt;br /&gt;10. Pabubu (Paman yang bisu-tuli)&lt;br /&gt;11. Kapanja (Paman/abang yang kurus kerempeng tinggi. Panja = panjang)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-2001121703721255527?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/2001121703721255527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=2001121703721255527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2001121703721255527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2001121703721255527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/joke-nama-khas-gorontalo.html' title='[joke] Nama Khas Gorontalo'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-334401363644759341</id><published>2007-08-11T11:48:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T12:01:36.867+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>UNG Centre of Excellence?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Razif Halik Uno&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;2 Okt 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang mendengar penjelasan bung Pandunusantara (Arbyn Dungga, red)--yang semakin saya &lt;em&gt;respect&lt;/em&gt; setelah bincang2 di Kopi Darat di Gorontalo baru2 ini. Paling tidak, sudah ada yang bisa dipakai sebagai tangkisan atas pertanyaan2 yang bernada kritik di milis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebagai orang muda dengan semangat reformasi yang tinggi, pertanyaan kita hampir selalu bernada agresif dan terkesan menuduh. Tetapi itu hal yang normal, jiwa muda selalu mencari perhatian dengan cara "menyerang",  kita menutup ketidaktahuan dengan cara bertanya secara agresif, menyerang, sampai2 menuduh. Namun si dia yang diserang, langsung atau tidak langsung, akan menjawab dengan fakta dan angka tanpa terlibat dalam adu argumen tanpa fakta dan angka(f &amp; f = &lt;em&gt;facts &amp;amp; figures&lt;/em&gt;). Adu argumen yang sifatnya kwalitatif hampir selalu berakhir dengan debat kusir yang kalau berkepanjangan menjadi personal dan kontra produktif.Padahal yang kita cari bersama adalah "Gorontalo Maju".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang IKIP menjadi UNG, suatu hal yang sudah menjadi fakta, yang setahu saya terjadi dengan akselerasi, adalah upaya keras dari banyak &lt;em&gt;'silent promoters'&lt;/em&gt; di samping jalan pintas yang ditempuh oleh satu dua orang sebagai ujung tombak. Semua itu sudah berlalu dan alhamdulillah Gorontalo sebagai provinsi termuda, terkecil, termiskin dan jumlah para intelektual muda dan tua tersedikit (?) sudah bisa mulai kerja keras untuk "mengisi" perguruan tinggi negeri yang masih &lt;em&gt;kolo-kolokobiyo&lt;/em&gt;, masih sangat muda. Membutuhkan proses kerja keras untuk bisa disejajarkan dengan misalnya UGM, UI, UNAIR, ITB, IPB dan UNHAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya unsur2 di UNG memublisasikan secara lebih luas beberapa fakta yang menunjukkan bahwa mereka sudah mulai bekerja keras "mengisi" status barunya sebagai universitas, misalnya saja : Dalam kira2 1-2 tahun terakhir ini sudah berapa bertambahnya S1, S2 dan S3 ataupun mahagurunya, diproyeksikan kedepan berapa jumlahnya SDM2 yang bertambah. Demikian pula dengan jumlah mahasiswa, dari daerah mana saja (kabupaten maupun provinsi lain), fasilitas apa yang bertambah (lab.,komputer, jumlah sambungan tilpon untuk internet, ruang kelas, lapangan olah raga termasuk kolam renang ukuran &lt;em&gt;olympic&lt;/em&gt;, lahan pertanian dan peternakan untuk praktek, perpustakaan jurusan dsb). Semua data statistik itu harus bisa diakses oleh kita2 yang tidak banyak tahu perkembangan UNG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ada yang "bermain" politik di kampus? Sah-sah saja, lihat saja berapa orang2 kampus yang menjadi anggota kabinet, jadi tokoh KPU, DPR, DPD bahkan di LSM banyak orang kampus berkecimpung. Bukankah kampus dimana pun di seluruh dunia menjadi &lt;em&gt;'breeding ground'&lt;/em&gt; para pemimpin. Bahwa harus ada orang yang tetap bermenara gading di kampus dengan menjadi peneliti berprestasi, pengajar yang jempolan, administratur yang handal...itu adalah pilihan tiap individu. Syukur2 kalau ada insentif yang memadai sehingga banyak tenaga kampus yang tetap senang di habitatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sudah diperhitungkan bahwa untuk sementara, Ilmu Pendidikan yang menjadi panglima di UNG sambil jurusan2 lain disempurnakan. Memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menjadi universitas bermutu. Amerika butuh waktu ratusan tahun untuk menelorkan MIT, Harvard, Columbia, Stanford, Georgiatech, USC, Cornell dan puluhan lainnya. Saya dengar bahwa UNG sedang membina kerjasama dengan Univ di Malaysia, Ehime Univ dari Jepang, Univ.of Hawaii. Ini satu perkembangan yang menarik. Dengan adanya pertukaran pengetahuan maupun personalia,Insaallah Gorontalo kita berangsur-angsur maju termasuk PT2 kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangga juga mendengar dari bung Pandu bahwa di bidang IT, Gorontalo 'menjadi panglima' jika dibandingkan dengan universitas2 tetangga provinsi kita. Memang dengan penguasaan IT, UNG bisa mengadakan loncatan kedepan, apalagi jikalau diintensifkan PENGUASAAN bahasa2 besar asing terutama bahasa Inggris. Buku2 ilmiah, journal2, internetting terbanyak dalam bahasa Inggris, Jepang dan Cina akhir2 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya semakin yakin bahwa pendidikan bahasa dan IT serta pengadaan2 fasilitas yang diperlukan akan menjadi kenderaan penarik utama (&lt;em&gt;prime mover&lt;/em&gt;/lokomotif) bagi kemajuan di UNG. Barangkali pak Rektor harus sedikit belajar teknik merayu dari pak Gubernur, bagaimana mendatangkan dana yang lebih banyak dari Pusat, bahkan dengan kerja sama dengan univ2 luar negeri, bisa mendapat bantuan alat atau tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan : kita di Gtlo bisa beri apa kepada univ2 luar kalau kita dibantu ini itu oleh mereka? Kita ini punya kekayaan hutan tropis, &lt;strong&gt;DINEUTA&lt;/strong&gt;, yang kaya akan flora dan fauna, benar2 laboratorium hidup. Bisa cari obat2an jenis baru melawan, misaslnya, penyakit2 'susah' seperti kanker, AIDS, Stroke, Ginjal, Jantung... sorga bagi akhli2 biologi, farmasi, microbiologi dan pelancong2 muda yang senang masuk hutan murni atau menyelam di Teluk Tomini yang kaya akan biota laut &lt;em&gt;tropic&lt;/em&gt;. Yang menjadikan para penggemar avontur ini tertarik datang dan membelanjakan dollarnya di Gtlo, adalah foto2 keindahan dan potensi Gorontalo yang disebarkan oleh fotografer2 muda berbakat seperti Riden Baruadi yang foto2nya sudah masuk di majalah TIME,  dan kawan2 lain yang foto2nya telah mendapat pengakuan di situs &lt;em&gt;fotografer.net&lt;/em&gt; yang diakses di manca negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Fadel Muhammad bisa menjagungkan Gtlo dan meng-Gorontalo-kan jagung sehingga terkenal dimana2, maka para fotografer muda berbakat telah "menjual" Gorontalo dan potensi pariwisatanya ke seantero kawasan Asia bahkan lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kritik dibutuhkan untuk memacu kita mengadakan perbaikan. Alangkah baiknya kalau kritik itu didasarkan pada fakta, pada angka2 statistik yang benar dan tidak menjadi ajang &lt;em&gt;tutuhiya&lt;/em&gt;. UNG itu semisal anak yang sedang tumbuh. Kalau dihardik terus, dimarahi, ditunjuk2 kesalahannya, ia akan tumbuh menjadi orang yang minder, tidak percaya diri dan akhirnya benar2 percaya bahwa dirinya &lt;em&gt;inferior&lt;/em&gt;... Bukankah itu yang menjadi esensi para pendidik untuk meluruskannya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-334401363644759341?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/334401363644759341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=334401363644759341' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/334401363644759341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/334401363644759341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/ung-centre-of-excellence.html' title='UNG Centre of Excellence?'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-1827433774035490661</id><published>2007-08-11T00:12:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T11:48:16.065+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Aplikasi IT di UNG</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Arbyn Dungga&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;2 Okt 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba untuk sedikit membahas topik minggu ini urut berdasarkan pertanyaan2 utama moderator, tapi sekedar penjelasan, tidak untukmenyimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, perubahan IKIP menjadi UNG telah membuka kesempatan perguruan tinggi ini membuka fakultas dan program studi non kependidikan. FPTK diubah menjadi fakultas teknik. Fakultas pertanian juga telah dibuka. Program studi yang non kependidikan tentu saja dibutuhkan untuk mendidik tenaga2 non guru dalam mengisi lapangan kerja di gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun rata2 prodi yang non kependidikan masih tingkatan D3, tapi saya rasa kebutuhan di Gorontalo saat ini adalah tenaga lapangan yang siap merefleksikan ilmu dari bangku kuliah. Tidak ada catatan resmi tentang alumni program diploma ini yang berkecimpung di dunia kerja di Gorontalo. Tapi saya pribadi sempat melihat sendiri alumni D3 Akuntansi ada di sektor perbankan, jasa perdagangan, bagian akunting berbagai perusahaan kecil maupun menengah. Alumni dari D3 manajemen informatika banyak juga yang berkarir di bagian IT beberapa perusahaan di Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi lain, perubahan IKIP menjadi UNG telah banyak menampung alumni2 HPMIG (yang kebanyakan dari ilmu terapan dan murni) dari berbagai kota di Indonesia menjadi tenaga akademis (dosen) di perguruan tinggi ini. Tentu saja mereka tidak hanya sekedar menjadi dosen tapi juga banyak terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan di provinsi yang memang membutuhkan disiplin ilmu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi negatif perubahan IKIP menjadi UNG adalah ketidaksiapan mental pengelola perguruan tinggi ini sehingga model2 pengelolaan terpusat yang selama ini dianut oleh IKIP masih terbawa hingga menjadi UNG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, apakah UNG terbelakang di Sulawesi? Bulan juli 2006 lalu saya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan beberapa rekan pengelola IT seperti UNSRAT, UNHALU, UNRAM, UNMUL, dan satu lagi saya lupa. Saat itu di UGM kami mengikuti pelatihan pengelolaan jaringan untuk &lt;em&gt;Indonesian Higher Education Network&lt;/em&gt; (INHERENT) dimana semua PT tadi termasuk UNG adalah salah satu simpul lokalnya. Dari pertemuan ini terungkap bahwa UNG adalah satu2nya perguruan tinggi yang memiliki akses jaringan LAN sampai ke tingkat jurusan dan satu2nya yang telah mengaplikasikan teknologi VOIP dari semua peserta pelatihan. Sehingga ketika pelatihan, peserta lain hanya menganga-nganga saja mendengar penjelasan teknis aplikasi VOIP dan jaringan, bahkan hanya ayik main internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di Sulawesi, untuk teknologi, kita hanya kalah dari UNHAS yang punya bejibun tenaga IT. Tapi untuk terus maju uNG saat ini telah memiliki Sistem Informasi Akademik yang sedang diujicobakan dan terus dikembangkan. Awal November nanti akan coba diaplikasikan SMS Akademik dan &lt;em&gt;e-learning&lt;/em&gt;. Untuk &lt;em&gt;e-learning&lt;/em&gt; sendiri sebetulnya sudah ada sejak tahun 2003, tapi sekarang akan diintegrasikan sistem akademiknya. Insya Allah bulan Oktober ini juga akan diterapkan sistem pengelolaan arsip online, manajemen kehadiran, kepegawaian, keuangan berbasis intranet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu yang bisa saya sampaikan dari segi dukungan sarana teknologinya, sedangkan dari segi kualitas dosen, pengajaran dan penelitian saya tidak banyak tahu. Terlepas dari itu semua, saya merasa UNG harus banyak berbenah terutama dari segi &lt;strong&gt;MENTAL&lt;/strong&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-1827433774035490661?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/1827433774035490661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=1827433774035490661' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1827433774035490661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1827433774035490661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/aplikasi-it-di-ung.html' title='Aplikasi IT di UNG'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-5921937666673361847</id><published>2007-08-11T00:00:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T00:03:44.789+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Hukum Memutus tali Persaudaraan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Taufik Polapa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;28 Sept 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Para Elit Politik dan para Pemimpin yang tercintayang ada di Prop. Gorontalo semoga Penjelasan mengenaiHadits yang ada di bawah ini bisa menguatkanSilahturahmi di antara sesama Pemimpin Baik dari PakFadel, Pak Pakaya, dan Pemimpin lainnya yang tercintakaren walaupun Beda dalam Pendapat dalam membangunProp. Gtlo tp tidak Harus memutuskan tali Silahturahmikarena dalam penjelasan di bawah ini bisa lebih Jelasgimana Ganjarannya bagi Umat Muslim yang sengajamemutuskan Tali Silahturahmi, seperti tidak mau salingberkomunikasi Baik secara langsung maupun telpon,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan Komunikasi yang lancar di antara paraElit Politik yang ada di Gtlo dengan Landasan Al-qurandan Hadits Insya Allah VISI MISI GorontaloMaju2020 bstercapai....Diriwayatkan daripada Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu katanya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallambersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk.Apabila selesai sebahagian mereka, maka tampillahsebuah tempat (rahim) dan berkata: Inilah tempat orang yang menjaga dari terputusnya hubungan kekeluargaan.Allah berfirman: Baiklah. Apakah kamu rela kalau Akumenyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskanorang yang memutuskanmu? Beliau berkata: Sudah tentu.Allah berfirman: Itulah milikmu. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Bacalah ayat () Yang bermaksud: Maka apakah sekiranya kamu berkuasakamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikantelinganya serta dibutakan matanya, maka apakah merekatidak memerhatikan al-Quran atau apakah hati merekasudah terkunci ?KeteranganHadits ini menerangkan kedudukan persaudaraan antaramereka yang mempunyai hubungan darah, seperti paman,anak paman, saudara kandung. Dan wajib hukumnyamenyambung tali persaudaraan kepada mereka sesuaidengan kemampuan yang kita miliki baik dengan caramengunjungi, berbuat baik terhadap mereka dan lainnya.Dan dalam hadits di atas, rahim memohon perlindungankepada Allah dari pemutusan hubungan persaudaraan,maka Allah menjanjikannya : bahwa siapa yangmenyambungnya, maka Allah akan menyambungnya denganrahmat dan keberkahan darinya, sebagaimana Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam menerangkan dalam haditslain : Barang siapa yang suka dilapangkan rezekinyadan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambungrahimnya ( tali persaudaraan se-rahim.). HR. Muslim.Dan Allah mengancam mereka yang memutuskan rahimdengan memutuskannya dari rahmat-Nya dan mencabutkeberkahan darinya. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam menerangkan bahwa mereka yang memutuskanhubungan rahim ( persaudaraan ) tidak masuk surga,tidak akan masuk surga mereka yang memungkirikewajiban menyambung tali rahim dan tidak langsungmasuk surga ( yaitu mendapatkan siksaan terlebihdahulu sebelum masuk surga) sebagaimana sabda : "tidak masuk surga orang yang memutuskan, yaitumemutuskan hubungan rahim (Persaudaraan). HR.Muslim.Kandungan Hadits di atas :Orang yang menyambung tali persaudaraan dengan tidakbertentangan dengan ajaran Islam, maka dia akan selalumendapatkan rahmat dan barakah yang tak terputus-putusdari Allah.Dan memutuskan persaudaraan adalah termasuk dosa besaryang diancam pelakunya dengan tidak masuk surgaBuat teman2koe, saudara2koe dan kenalankoe yang pernahbersama dulu dan tidak sempat komunikasi lg... semogatidak melupakan kenangan yang pernah ada dan Jalinantetap tersambung terus dengan rendah hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-5921937666673361847?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/5921937666673361847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=5921937666673361847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5921937666673361847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5921937666673361847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/hukum-memutus-tali-persaudaraan.html' title='Hukum Memutus tali Persaudaraan'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8578061649487019453</id><published>2007-08-10T23:51:00.000+08:00</published><updated>2007-08-11T00:00:09.693+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerintahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Tanggung Jawab Sang Gubernur</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Bonny AR. Moonti&lt;br /&gt;26 Sept 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama lagi satu moment penting yang akan menentukan masa depan perjalanan Provinsi Gorontalo bergulir. Agenda Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Gorontalo adalah ajang pesta demokrasi untuk memilih leadership yang akan menakhodai biduk provinsi bungsu ini dalam lima tahun ke depan. Tentunya, masyarakat Gorontalo sangat menaruh harapan besar kepada pemimpin yang terpilih nanti untuk membawa mereka kepada alam kesejahteraan. Nah, kepada yang akan terpilih nanti, sepenggal bait nasihat Ali Bin Abi Thalib berikut ini patut dijadikan pedoman dalam melaksanakan amanah rakyat.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanggung Jawab Gubernur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 38 H, Ali Bin Abi Thalib mengangkat Malik bin Al-Harits Al-Asytar sebagai Gubernur Mesir. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pemerintahan, Ali menulis sebuah surat yang panjang (sebuah dokumen bersejarah yang dapat kita sebut sebagai Pedoman Administrasi Pemerintahan Islam).  Para ahli sejarah menyimpan dokumen ini. Para ulama telah menulis banyak buku yang mengulas isi dokumen berharga ini. Walaupun Ali menulis suratnya ribuan tahun yang lampau, isinya masih sangat relevan untuk kita khususnya yang diberi amanah Allah untuk menjadi Gubernur/Bupati/Walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat Ali kepada Malik Al-Asytar ini dikenang sepanjang sejarah sebagai pedoman Islam bagi gubernur (pejabat). Sebagian diantaranya adalah (Rakhmat, 111:1991) "Ketahuilah hai Malik, saya telah mengirimkan engkau ke suatu daerah yang telah memiliki pemerintahan sebelumnya, baik yang adil maupun yang zalim. Rakyat akan memperhatikan tindakanmu sebagaimana mereka telah memperhatikan tindakan para penguasa sebelum kamu. Rakyat akan mengkritik kamu seperti kamu juga mengkritik mereka. Sesungguhnya orang-orang baik di kenal dari keharuman namanya yang diedarkan lewat lidah mahluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, perbendaharaan yang harus engkau kumpulkan adalah Amal Saleh. Kendalikanlah hawa nafsumu dan tahanlah hatimu dari berbuat sesuatu yang tidak boleh kamu lakukan. Biasakanlah hatimu menyayangi rakyatmu. Janganlah berdiri diatas mereka seperti binatang rakus yang ingin menerkam mereka. Ada dua jenis rakyatmu : satu saudaramu dalam agama dan satu lagi saudaramu sesama mahluk. Sewaktu-waktu mereka dapat berbuat salah, baik sengaja atau tidak sengaja. Ulurkanlah maafmu sebagaimana Allah mengulurkan ampunan kepadamu. Mereka berada dibawah kamu. Kamu berada dibawah iman kamu, dan Allah berada diatas dia yang menunjuk kamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah menempatkan dirimu melawan Allah karena kamu tidak mempunyai kekuasaan dihadapan kekuasaan-Nya. Kamu tidak dapat berbuat tanpa kasih sayang-Nya. Jangan menyesal karena memaafkan. Jangan menaruh iba ketika menghukum. Jangan bertindak tergesa-gesa ketika kamu marah. Janganlah berkata "Saya telah diberi kekuasaan, karena itu saya harus dipatuhi ketika saya memerintah", karena hal itu menimbulkan kebingungan dalam hati melemahkan rasa beragama dan membawa orang kepada kehancuran. Jika kekuasaan menimbulkan rasa sombong pada dirimu, perhatikanlah kebesaran Allah diatas kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuatlah adil karena Allah, dengan berbuat adil kepada rakyatmu, walaupun itu bertentangan dengan kepentinganmu, kepentingan orang-orang yang dekat denganmu atau kepentingan orang-orang yang kamu sukai. Jika kamu tidak berbuat adil, maka kamu menjadi penindas. Bila kamu menindas, makhluk Allah, bukan saja makhluk-Nya tetapi Allah pun akan menjadi musuh kamu. Bila Allah menjadi musuh seseorang, dia akan menghancurkan hidupnya. Dia akan selalu berperang dengan Allah sampai dia bertobat. Tidak ada yang lebih cepat menghalangi karunia Allah dan mempercepat datangnya hukuman Allah selain melakukan penindasan, karena Allah mendengarkan do'a orang yang tertindas dan senantiasa siap menghukum para penindas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat tersebut diatas memberi gambaran kepada kita bahwa tidaklah mudah menjadi seorang pemimpin/gubernur yang amanah dan dicintai rakyat. Figur yang mampu mengemban amanah tersebut di era sekarang ini amat langka. Kebanyakan pemimpin yang lahir tidak seia-sekata antara apa yang diucapkan dengan kebijakan-kebijakan yang dibuatnya, utamanya kebijakan menyangkut rakyat kecil. Padahal, amanah yang dipikulkan kepadanya sebagian besar diberikan oleh masyarakat grass root yang senantiasa menantikan sentuhan perbaikan kualitas hidup dan kesejahteraannya.  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Leadership dan Social Welfare&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin (Gubernur) dan kesejahteraan sosial adalah dua determinan yang saling terkait erat. Eksistensi seorang Gubernur adalah semata-mata dipilih rakyat dengan harapan mampu membimbing, mengarahkan dan membawa masyarakatnya kepada apa yang dinamakan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Tingginya angka kemiskinan, banyaknya pengangguran, rendahnya SDM, rendahnya tingkat pendapatan masyarakat, busung lapar, gizi buruk, dsb. adalah potret ketidakmampuan sang pemimpin dalam memberikan social protection bagi masyarakat. Seyogyanya seorang pemimpin mampu menerapkan kebijakan dan langkah-langkah efektif untuk memenuhi (to ful-fill), melindungi (to protect) dan menghargai (to respect) hak-hak sosial, ekonomi dan  budaya warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komitmen Public Service&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika ditanya, "siapa yang tidak ingin menjadi orang nomor satu di negeri ini?" Jawabannya semua orang pasti menginginkannya, sebab menjadi seorang gubernur sungguh enak. Betapa tidak, dengan segala kemewahan fasilitas pemerintah yang diberikan oleh rakyat, sang gubernur tentu sangat sejahtera. Tetapi, apakah dengan bergelimang fasilitas tersebut, sempatkah ia memikirkan nasib sebagian besar rakyatnya yang masih hidup dalam belenggu kemiskinan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mencontoh Bupati Jembrana di Bali yang mampu mengangkat tingkat kesejahteraan rakyatnya dengan komitmen tidak bermewah-mewah dulu sebelum melihat rakyatnya sejahtera. Beliau hanya dengan modal mobil Toyota Hardtop buatan tahun 70-an, melayani masyarakatnya dengan baik sampai pada tingkat grass root. Gorontalo, why not?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perhatian terhadap Grass Root&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita semua semua pasti sepakat bahwa masih tingginya angka kemiskinan di bumi Gorontalo ini bukan disebabkan oleh kemiskinan absolut, kemiskinan budaya (cultural poverty) seperti malas bekerja, senang tidur siang, ketergantungan pada keluarga mampu, mudah menyerah pada nasib, etos kerja kurang, dsb. tetapi lebih disebabkan oleh kemiskinan struktural (structural poverty) yaitu "ketidakmampuan" pemerintah menciptakan sistem dan struktur sosial sehingga mampu menyediakan kesempatan-kesempatan yang memungkinkan si miskin dapat bekerja.&lt;br /&gt;Diibaratkan dengan analogi ikan dan kail, maka meskipun begitu banyak masyarakat miskin diberi ikan dan kail sekalipun (program-program bantuan), maka mereka tidak akan berdaya jika seandainya kolam dan sungai yang ada diseputar mereka telah dikuasai oleh elit atau kelompok kuat. Nah, disinilah peran gubernur untuk mampu menciptakan iklim kondusif bagi terciptanya lapangan kerja serta peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat agar memiliki power (empowerment).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat Ali Bin Abi Thalib berikut ini relevan dengan tema diatas : "Takutlah kepada Allah dalam mengurus orang-orang kecil yang memiliki peluang yang sedikit (Penyandang Masalah Sosial seperti fakir miskin, gelandangan, dll). Jagalah baik-baik kewajiban yang ditimpakan Allah untukmu dalam mengurus mereka. Usahakan sebagian dari dana negara diperuntukkan untuk mengangkat nasib mereka. Janganlah kemewahan menyebabkan kamu membuat jarak dengan mereka. Kamu tidak akan dimaafkan bila melalaikan hal-hal yang kecil, karena sedang memutuskan masalah-masalah besar. Janganlah melalaikan derita orang-orang kecil dan jangan kamu palingkan wajahmu dari mereka karena kesombongan. Urusilah kepentingan orang-orang yang tidak sanggup menemuimu karena penampilan mereka yang jelek dan karena orang menganggap mereka rendah. Tunjuklah para pejabat yang taqwa dan rendah hati untuk mengurus mereka. Peliharalah anak-anak yatim, orang-orang tua yang melarat dan tidak sanggup mencari nafkah. Tugas ini memang berat untuk para pejabat. Setiap kewajiban memang berat. Allah akan meringankan tugas ini bagi bagi mereka yang mencari kebahagiaan dihari akhirat. Bersabarlah dalam mengurus mereka dan bertawakallah kepada Allah. Tetapkanlah waktu untuk menerima pengaduan mereka. Berikan kepada mereka kebebasan untuk menyampaikan keluhan mereka kepadamu. Duduklah bersama mereka dan bersikaplah rendah hati demi mencapai ridha Allah yang menciptakan kamu. Pada saat seperti itu, jauhkanlah dari kamu para pengawalmu yang membuat orang takut untuk berbicara kepadamu karena aku mendengar Rasulullah berkata beberapa kali: Orang-orang yang tidak dapat menjaga hal orang lemah dalam menghadapi orang-orang kuat tanpa rasa takut, maka tidak akan pernah mencapai kesucian".      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komitmen&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin melihat seorang pemimpin visioner yang selalu berpihak kepada rakyat kecil dan selalu memikirkan nasib rakyat kecil, akan tercermin dari kebijakan-kebijakan dan program yang selalu berpihak kepada mereka. Komitmen tersebut dapat pula terlihat dari besaran anggaran yang diperuntukkan bagi kesejahteraan mereka. Kita bisa berkaca kepada visi lembaga bisnis seperti Nokia yang dengan jelas mengatakan "connecting poeple", atau maskapai penerbangan Lion Air yang dengan gagah berkata "We make the poeple fly". Nah, untuk Gubernur Gorontalo ke depan, harus mampu untuk membuat visi "Gorontalo Welfare 2010", dengan indikator tingkat pendapatan masyarakat meningkat, angka kemiskinan menurun, derajat kesehatan meningkat, dan peningkatan kualitas SDM masyarakat. Kalau Negara China mampu mengurangi jumlah penduduk miskin dari 42 % pada tahun 1981 menjadi 17 % pada tahun 2001, Gorontalo dengan Gubernur cerdas dan punya komitmen why not ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prestasi Gubernur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Benarkah asumsi sebagian kalangan yang menyatakan bahwa Gorontalo hari ini adalah gorontalo yang maju disebabkan didongkrak oleh eksistensi daerah yang berubah menjadi sebuah provinsi?, maju karena dinamika masyarakatnya tumbuh akibat adanya alat transportasi bentor yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat?, maju karena adanya migrasi penduduk dengan membawa modal besar ke daerah pertumbuhan baru?, maju karena tumbuhnya iklim investasi di sektor riil? Maju karena kucuran dana DAU/DAK yang besar dari pusat?, atau maju karena peran pemimpin dan birokrasinya dengan konsep briliannya (visi-misi-program) mampu meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat Gorontalo?   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, belum ada penelitian yang membuktikannya. Namun yang jelas menurut pendapat masyarakat yang sempat berkomunikasi dengan penulis mengakui bahwa Gorontalo hari ini maju karena kehebatan kinerja dan profesionalisme sang pemimpinnya yang sukses dengan program-programnya sehingga mampu mengangkat citra Gorontalo di pentas nasional. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seperti apakah sosok Gubernur pilihan rakyat Gorontalo ke depan? Yaitu pemimpin seperti yang dinasehatkan Ali Bin Abi Thalib yang selalu memikirkan rakyatnya, berpihak pada rakyat kecil dan terutama mampu mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat. Saya yakin dan mendo'akan: "Semoga sang Gubernur yang akan terpilih nanti adalah sosok pemimpin yang amanah, memiliki komitmen kuat untuk selalu berpihak pada masyarakat grass root dan mengabdi semata-mata untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat Gorontalo. Sebab, harapan kita semua tidak lain adalah daerah ini dipimpin oleh sosok Gubernur yang mampu menjadikan bumi Gorontalo ini sebagai tempat yang paling nikmat dan menyenangkan untuk didiami. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8578061649487019453?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8578061649487019453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8578061649487019453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8578061649487019453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8578061649487019453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/tanggung-jawab-sang-gubernur.html' title='Tanggung Jawab Sang Gubernur'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-247754415962300946</id><published>2007-08-10T23:47:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T23:51:36.850+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pilih Kaya, Sukses, atau Cinta? (renungan ramadhan)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Iing Casdirin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;23 Sept 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah rumah megah di Jakarta tinggal satu keluarga yang terdiri dari satu anak dan kedua orang tuanya. Minggu pagi yang cerah halaman rumah mereka tampak indah dan mempesona. Tiba-tiba datang tiga orang tamu yang mengetuk pintu rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah ketukan ketiga, pintu terbuka lalu muncul dari dalam sosok perempuan setengah baya sambil berkata, "Silakan masuk, silakan duduk." Ketiga tamu pun masuk dan memperkenalkan diri satu per satu. Yang pertama bernama "Kaya", yang kedua bernama "Sukses", dan yang ketiga bernama "Cinta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tamu itu berkata, "Silakan pilih salah satu dari kami untuk bisa tinggal di sini, karena apabila satu yang terpilih maka dua dari kami harus keluar dari rumah ini. Kalian bisa pilih Kaya, Sukses atau Cinta. Terserah pilih yang mana, tapi itulah perjanjiannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat bingung, lalu si ibu itu berkata, "Tunggu, aku akan panggil suamiku untuk minta pendapat kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, muncul suaminya dan dia jelaskan kepada suaminya perihal tamunya yang aneh. Suami istri tersebut terlihat bingung untuk menentukan pilihan. Akhirnya si suami bilang, "Kita pilih Kaya saja, kalau kita kaya kan kita bisa beli mobil, tanah, properti, dan banyak uang tentunya. Kita bisa membantu orang yang membutuhkan, kita pilih Kaya saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya menjawab, "Kenapa kita tidak pilih Sukses? Karena menurut orang bijak, kaya belum tentu sukses, tetapi kalau sukses pasti kaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama mereka berdiskusi untuk menentukan pilihan siapa yang akan tinggal bersamanya, sementara ketiga tamunya hanya duduk menunggu dan tersenyum penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perdebatan itu, dari tangga atas muncul anak mereka yang baru berusia 9 tahun dan berkata, "Pap, Mam, kenapa tidak pilih Cinta? Banyak orang kaya dan sukses tetapi hidupnya hampa tanpa cinta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya pendek tapi mengagetkan kedua orangtuanya. Lalu, kedua orangtuanya berpikir dalam hati, "Yah, kenapa kita tidak pilih Cinta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamunya berkata, "Sudah tentukan pilihan?." Si suami akhirnya berkata, "Kami pilih Cinta."&lt;br /&gt;Namun yang aneh adalah kedua dari tamu itu, yakni si Kaya dan si Sukses, yang tetap saja tidak beranjak pergi. Dalam kebingungan si suami berkata, "Kenapa kalian berdua tetap diam, bukankah perjanjiannya apabila salah satu terpilih maka yang dua harus pergi, kenapa sekarang semuanya tetap di sini?."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga tamu itu secara bersama malah makin maju duduknya dan salah satu dari mereka berkata, "Pilihanmu tepat, jika kau pilih Kaya maka Cinta dan Sukses harus keluar, jika kau pilih Sukses maka Kaya dan si Cinta harus keluar. Akan tetapi, jika kau pilih Cinta maka Kaya dan Sukses tidak bisa dipisahkan, karena Kaya dan Sukses adalah bagian dari Cinta. Jalan yang kau pilih sangat tepat, karena sesungguhnya jalan menuju kekayaan dan kesuksesanmu adalah cinta, Tao of Love. Selamat kawan," ujar ketiganya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sayang penuh cinta buat orang-orang terdekat anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-247754415962300946?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/247754415962300946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=247754415962300946' title='66 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/247754415962300946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/247754415962300946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/pilih-kaya-sukses-atau-cinta-renungan.html' title='Pilih Kaya, Sukses, atau Cinta? (renungan ramadhan)'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>66</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-6936382370340982892</id><published>2007-08-10T22:46:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T23:47:37.440+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Tuhan yang Bingung (Renungan Ramadhan)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Iing Casdirin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;21 Sept 2007&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di surga Tuhan sedang bingung dan memikirkan bagaimana caranya agar tidak diganggu manusia yang selalu banyak permintaan dan tuntutan. Tuhan memanggil empat malaikat terbaiknya dan bertanya bagaimana caranya agar dirinya tidak ditemukan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat pertama berkata: Tuhanku, kenapa Engkau tidak pergi saja ke gunung yang tinggi dimana orang belum tahu bahkan tidak berani ke sana.&lt;br /&gt;Tuhan menjawab: Itu dulu. Sekarang manusia sudah mendaki gunung-gunung yang tinggi di manapun berada. Manusia adalah makhluk pemberani, pasti mereka akan temukan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat kedua pun memberi usul: Kenapa Tuhan tidak coba pergi ke dasar lautan, manusia kan makhluk daratan, pasti tidak bisa kesana.&lt;br /&gt;Tuhan menjawab: Itu dulu. Manusia sangat pintar, mereka menciptakan alat menyelaman dan pasti menemukan Aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran malaikat ketiga memberikan usul: Bagaimana kalau Tuhan pergi saja ke planet antariksa, dimana manusia jelas-jelas tidak bisa pergi kesana.&lt;br /&gt;Tuhan menjawab: Itu dulu, wahai para malaikatku. Sekarang manusia sangat cerdas, bisa menciptakan pesawat yang bisa ke planet lain. Mereka pasti bisa menemukan Aku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, malaikat keempat yang memberikan usul: Tuhanku, ada satu tempat dimana tempat itu dekat sekali dengan manusia, bukan di gunung, bukan di dasar laut, bukan juga di antariksa, tetapi manusia tidak tahu tempatnya.&lt;br /&gt;"Dimana tempat itu, wahai malaikatku?," tanya Tuhan sedikit penasaran.&lt;br /&gt;Malaikat itu menjawab: Tempatnya di hati manusia itu sendiri, Tuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah, konon Tuhan bersemayam di hati setiap hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan tinggal menghitung jam. Yuk, kita sama-sama mencari Tuhan di hati kita, bukan di tempat lain. Jika itu berhasil, kita akan menemukan kebahagiaan melebihi bahagia karena banyak uang, materi dan kedududukan, tetapi bahagia karena telah menemukan Tuhan itu sendiri, di sini, di hati kita, dekat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR BATHIN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-6936382370340982892?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/6936382370340982892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=6936382370340982892' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6936382370340982892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6936382370340982892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/tuhan-yang-bingung-renungan-ramadhan.html' title='Tuhan yang Bingung (Renungan Ramadhan)'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4648406147258481128</id><published>2007-08-10T22:41:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T22:46:11.383+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gubernur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilkada'/><title type='text'>Peluang Incumbent dan Challenger</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ramang H. Demolingo&lt;br /&gt;14 Sept 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang peluang &lt;em&gt;Incumbent&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Challenger&lt;/em&gt; (= &lt;em&gt;Contender&lt;/em&gt;--red) untuk level Gubernur sangat menarik untuk kami angkat dalam ulasan part tiga dalam ; Gorontalo menjelang pesta rakyat  saat ini. Mengapa karena kami telah merujuk data sebelumnya, peluang terpilihnya kembali &lt;em&gt;incumbent&lt;/em&gt; lebih besar dari &lt;em&gt;challenger&lt;/em&gt;  ini disebakan terutama oleh karena faktor dimana  incumbent  masih berkuasa, sehingga ditakutkan, mempergunakan kekuasaanya dalam campaignnya atau bahkan kemungkinan mempergunakan RAPBD untuk kepentingan kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ke khawatiran - khawatiran ini, yang terjadi di beberapa koalisi partai yang ada di provinsi gorontalo, dan terutama kawasan Indonesia Timur lainnya. Ini yang membuat demokrasi agak terhambat prosesnya. Tetapi sebenarnya kecenderungan-kecenderungan semacam ini tidak beralasan karena untuk tingkatan gubernur : mantan incumbent gubernur yang mencalonkan cenderung gagal, cth: propinsi Jambi, Sulawesi Tengah, Papua dan Kalimantan Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kasus Gubernur Sulawesi Tengah dan Papua lebih menarik. Terpilih kembali sejak meninggalkan kursi gubernur 5 dan 13 tahun. Latar belakang kandidat semakin rumit bila ditilik dari latar belakang yg lebih spesifik: Misal: mantan menteri (walikota Depok, mantan anggota DPR, Teras Narang di Kalteng) atau pengusaha nasional yang merupakan putera daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi image melekat pada incumbent : kecurigaan yang sering berlebihan terhadap “keuntungan-keuntungan” yang dimilikinnya selama menjabat  tetapi justru inilah yang menjadi  kesempatan  Challenger untuk memenangkan pemilihan gubernur. Nah peluang -peluang ini yang seharusnya di cermati oleh koalisi partai yang ingin mengusung kandidatnya dalam pertarungan yang sehat dalam tatanan berdemokrasi. Kompleksitas infra dan supra struktur sosial-ekonomi-politik-budaya masyarakat Gorontalo menghadapi pemilihan langsung kepala daerah dalam hal ini sangat menentukan tagaknya demokrasi di provinsi yang masih seumur jagung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama orientasi sosiologis-kultural yang “sempit” sehingga megintervensi rasionalitas keputusan individual---sementara pilkada langung membutuhkan indepedensi individu masing-masing dalam memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk peluang Challenger dalam hal ini putera asli daerah di kota-kota besar seperti Jakarta “bermigrasi dan mengabdi ke kampung halaman “yang menonjol pada pilkada langsung, sudah dipraktikan Provinsi Gorontalo jauh sebelum pilkada di putuskan. Terbukti dengan terpilihnya FM sebagai gubernur periode 2001-2006. Jadi siapapun yang menjadi Challenger seharusnya all out dalam mempersiapkan dirinnya menghadapi daerah yang bakal dia pimpin,memaparkan apa yang menjadi prioritas pembangunan yang berpihak kepada rakyat tentunnya, apa yang menjadi visi, misi dan srategi yang akan diterakpkan nanti, terlepas apa yang menjadi motivasinnya pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dialami FM sebelum di lantik menjadi gubernur definitif pertama untuk provinsi gorontalo, 10 Desember 2001. Beliau pernah menyatakan di salah satu media nasional ‘Republika’ pada saat itu bahwa motivasinya pulang kampung adalah membangun gorontalo yang teringgal jauh dari provinsi induknya,dan tentu dengan hati Nurani. Pendapatan asli daerah pada saat itu sangat kecil. 72,4 persen (2001) berada dalam kelompok prasejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi sekarang, banyak orang Gorontalo yang sukses atau menjadi orang setelah ke luar, ke Jakarta misalnya. Mereka jauh lebih makmur dari orang yang ada di Gorontalo sendiri. Bahkan jadi pengusaha,politisi atau Artis nasional yang terkenal. Dan yang paling  terpenting bagi siapapun yang menjadi Gubernur Gorontalo tidak menimbulkan konflik di Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang menjadi harapan kita bersama, karena setidaknya landasan dan strategi melakukan percepatan pembangunan dengan mengutamakan penyediaan dan peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur, peningkatan kinerja sektor pertanian, peternakan, dan perikanan untuk mengejar ketertinggalan Gorontalo sudah dilakukan oleh gubernur sebelumnya. restrukturisasi, refungsionalisasi, revitalisasi, dan reaktualisasi lembaga-lembaga pemerintah, kemasyarakatan, dan adat sebagai wahana ke arah terwujudnya &lt;em&gt;entrepreneurial government&lt;/em&gt; dan masyarakat yang mandiri. serta kebijakan yang akan diterapkan memiliki standar pada potensi nyata pada masyarakat, sumber daya alam dan nilai-nilai sosial dan budaya yang belaku, sehingga menjamin partisipasi dan proses demokratisasi dalam segenap tatanan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit sentuhan entrepreneurship, saya yakin potensi dan kekayaan  daya alam yang ada di daerah  akan bisa dioptimalkan bagi masyarakat setempat. Landasan-landasan ini yang sudah dilakukan oleh pendahulunya, sehingga siapapun gubernur yang akan datang harus lebih intensif meningkatkan suberdaya yang ada baik itu sumber daya Alam atau SDM di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan moralitas agama, adalah suatu keyakinan terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang bersumber dari ajaran agama. Ini lekat dengan kehidupan relijius masyarakat Gorontalo yang menjunjung tinggi falsafah 'adat bersendi sara, dan sara bersendikan kitabullah'. Semoga sedikit ulasan kami ini bermamfaat untuk kita semua pengguna milis gorontalomaju2020. mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan dalam ulasan ini, karena kekurangan hanyalah milik kami dan kesempurnaan milik Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4648406147258481128?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4648406147258481128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4648406147258481128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4648406147258481128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4648406147258481128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/peluang-incumbent-dan-challenger.html' title='Peluang Incumbent dan Challenger'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8340638723161614296</id><published>2007-08-10T21:25:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T21:36:07.274+08:00</updated><title type='text'>Paradigma Masyarakat Gorontalo</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Taufik Polapa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;9 Sept 06&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini Masyarakat Gorontalo khususnya Orang tua kita yang ada di Prop. Gorontalo punya Impian, Harapan dan cita2 agar Anak2nya Kelak Setelah Menimba Ilmu di Kampung Orang dengan Gelar tertinggi agar kembali ke kampung Halaman tercinta Gorontalo untuk Mendaftar menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya memang benar apa yang menjadi harapan Orang tua kita karena pada kenyataannya bahwa pekerjaan yang paling Safety and tanpa resiko di Gorontalo adalah menjadi PNS, dan bisa di banggakan di Mata Keluarga kalau Anaknya sudah menjadi PNS dan Hal ini bukan Saja di Gorontalo. Di Kota Makassar pun saya rasa seperti itu, karena hampir70% Orang Tua Masyarakat Kota Makassar mengharapkan Anak2nya setelah Selesai Kuliah agar mendaftar menjadi PNS dan Lulus, walaupun harus berusaha utk melakukan KKN, dengan menjual Sawah, menggadekan sertifikat Rumah dan apa saja agar Anaknya bisa Lolos masuk dalam Jajaran Pemerintahan. Tapi tidak sedikit pula yang tetap Optimis untuk Lolos Murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kondisi Gorontalo saat ini dengan 15 tahun yang lalu sangatlah berbeda, dimana Daerah kt masih sangat tergantung dari Pemerintahan yang ada di Manado, saat ini Generasi Muda Gorontalolah yang bs menentukan Roda pembangunan dan Perekonomian Prop Gorontalo dan Syukur Alhamdulillah tidak lagi bergantung pada Daerah Manado tapi biar bagaimana pun juga kita tetap bs menjalin hubungan baik dengan daerah2 yang ada disekitar kita agar perputaran ekonomi bs berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang apa yang telah di lakukan oleh Pemerintahan FADEL dalam 5 Tahun belakangan ini sudahlah tepat walaupun belum bisa di katakan utk berhasil, dimana perekrutan CPNS di semua Instansi secara Besar2an, walaupun demikian Pemerintahan sekarang pasti telah memiliki Target ke depan, dan bukan hanya saja Fokus dalam hal Rekruitment CPNS saja, tp harus lebih memperhatikan SDM yang kuat dan bukan hanya sekedar titel Sarjana tp tidak bisa melahirkan Ide2 yang Briliant utk pembangunan Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya menggunakan Motto "5 D" (Datang,Duduk, Diam, Dengar,Duit), karena sebelumnya saya pernah bertemu denganteman saya yang kebetulan saat itu Kerja di Pemda KotaGtlo, dia bercerita bahwa kalo saat itu pekerjaannya hanya datang ke Kantor saja, trus Absen, dan kalo siang Pulang ke Rumah. ..... Jam 2 baru balik k Ktr...trus.... Main Soltaire (Game Kartu).. trusss waktu Pulang ,,,,, Tanggg... Go.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal teman saya itu memiliki SDM yang bagus dan motovasi kerja yang tinggi, tapi mungkin Skill yang dimiliki tidak bisa diaktulisasi di tempat dia kerjakarena bidang dia tidak sesuai dengan Kemampuannya. Nah hal2 sepele seperti ini perlu di perhatikan oleh para pemimpin2 yang ada d gtlo, dimana penempatan SDM yang handal dari hasil Seleksi CPNS kalau boleh ditempatkan sesuai Bidang yang dimiliki, akibatkan Personil yang ada tidak bisa bekerja maksimal dan mengekspresikan Ide atau hasil karyanya utk kemajuan gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya Para Generasi Muda Gorontalo ke depan tidak berpikir untuk menjadi PNS saja, tapi lebih berpikir utk menciptakan Lapangan Kerja buat Masyarakat Gtlo tingkat bawah, seperti Lulusan SD, SMP yang sulit mencari kerja di mana2. Untuk itu pemerintah Daerah Gorontalo juga tidak hanya Fokus kepada peningkatan SDM Aparatur pemerintahan saja tapi juga memperhatikan UKM yang ada d Gorontalo agar bisa menciptakan Lapangan pekerjaan buat kaum kecil, dan menjamin kelangsungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena 2020 kita harus keluar dari keterbelakangan dan kemunduran dari daerah2 lain.  saya yakin Gorontalo akan Maju kalo semua Komponen Masyarakat Gorontalo baik dari yang Muda sampai tua bisa bersatu memikirkannya secara bersama2 tanpa ada rasa gengsi dan merasa sok pintar, Sok Tua, Sok Kaya, Sok terpandang dan Sok Soklainnnya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bersama2 merasa Gorontalo adalah milik kita semua dan membangun secara bersama, karena apalah artinya pemerintahan saat ini jika membuat SasaranTarget Kerja ke Depan tapi tidak saling bersatu satu sama lainnya. Yang ada hanya saling menjatuhkan dan saling menyudutkan, .... karena jika itu di lakukan oleh para pemimpin2 kita yang tercinta pasti sasaran dan target 2020 Gorontalo Maju hanya Khayalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saya di Kota Makassar sudah lebih dari 13 Tahun saya melihat perkembangan Ekonomi Kota Makassar tumbuh sangat pesat bukan karena banyakan PNS di kotaMakassar, tp karena banyaknya tumbuh UKM yang diDukung oleh pemerintah dan Perbankan. Sehingga saat ini Kota Makasssar di kenal dengan Kota Seribu RUKO (Rumah Kantor) Kemana2 kita akan melihat RUKO tersebardari Pinggiran Kota Makassar sampai ke dalam kota Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat langkah yang di tempuh oleh WalikotaMakassar saat ini (Bpk. Ilham) sangatlah tepat dimana yang dilakukan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengajak Masyarakat utk Gemar MEMBACA Program ini di dukung oleh pemerintah dengan mendirikan Perpustakaan Keliling buat masyarakat serta menginstruksikan kepada Orang Tua Anak2 sekolah melalui Guru2 agar di beri Bacaan Extra agar Wawasanmereka terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SD, SMP Negeri seluruh Kota Makassar di bebaskandari Biaya SPP dan BP3.3. Pendidikan TK, Hingga SD harus bisa Baca Al-Quran. dan masih banyak lagi program2nya Pemda Kota makassar... dengan tujuan agar menciptakan SDM2 yang handal ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan saya :1. Mengapa Orang tua kita selama ini lebih mengharapkan kita untuk menjadi PNS di gtlo ? 2. Apakah memang tidak ada peluang utk berwiraswasta di daerah yang kt cintai ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini sengaja saya lontarkan karena setiapkali saya ketemu dengan teman2 dari Gorontalo merekamasih mengganggap bahwa PNS saat ini masih menjadi Favorit di Gorontalo. Karena di Gorontalo mereka katakan perputaran Uang masih Sulit jadi sulit utk Menjalankan Usaha Kecuali yang sudah Eksis sebelumnya itu pun berjalan pelan2, kecuali berharap dari ProyekPengadaan di pemerintahan atau menjalan Usaha Koperasi Simpan Pinjam dengan Bunga 10%/Bln (apa tidakmenyusahkan rakyat kecil ???). Apakah Paradigma seperti itu bisa tetap kita perhatankan or bisa kita rubah dengan mencapai Hasil yang maksimal utk Gorontalomaju2020.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8340638723161614296?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8340638723161614296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8340638723161614296' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8340638723161614296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8340638723161614296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/paradigma-masyarakat-gorontalo.html' title='Paradigma Masyarakat Gorontalo'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-7858707742140907105</id><published>2007-08-10T21:14:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T21:23:11.188+08:00</updated><title type='text'>Bersama Membangun Gorontalo</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Jerry Montoliang&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;9 Sept 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf jika title yg saya angkat terdengar mubajir di telinga anda semua, tetapi saya ingin membagi pemikiran tentang upaya dalam kebersamaan kita membangun Gorontalo. Seperti yang saya tahu luas wilayah provinsi ini 12.215 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 887.000 jiwa (2004). Nah jika kita lihat sumber daya alamnya begitu luas serta SDM yang begitu banyak, tidaklah mengherankan jika Gorontalo bisa maju layaknya Kota2 lain di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagaimana upaya yang perlu dilakukan apakah segala upaya yang di lakukan saat ini belum maksimal, ini pertanyan yg sangat klasik namun perlu di respon dengan bijak. Jawabannya adalah BELUM Cukup dengan Gonggongan Seruan serta sosialisasi saja akan tetapi dengan &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; dan kerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat perkembangan Gorontalo lambat dalam peningkatan namun luas dalam kreatifitas, artinya perkembangan Gorontalo terlalu terpecah belah sehingga yang satu berjalan dan lainnya berlari. Ada yang laju pertumbuhannya bak sebuah mobil yang berlari kencang ada pula yg berlari seperti seekor bekicot. Fenomena seperti ini memang wajar terjadi tapi akankah kita tinggal diam, membiarkan ini terus terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagaimana upaya yang tepat, sesuai &lt;em&gt;title&lt;/em&gt; tulisan saya "Bersama Membangun Gorontalo" kita harus bekerja sama semua lapisan masyarakat, pemerintahan, pebisnis, dsb merumuskan strategi perkembangan Gorontalo, jangan hanya merumuskan perkembangan secara group misalkan pembahasnya hanya para pebisnis atau para tokoh pembangunan dsb. Kita tetap harus melakukan yg namanya &lt;em&gt;sharing sesion&lt;/em&gt;, yang melibatkan para pendidik, mahasiswa, politikus, ekonom, pebisnis, (dsb sesuai kondisi di Gorontalo) sehingga formula yang dihasilkan sesuai pandangan para warga Gorontalo dan perumusannya dapat maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di rumuskan bersamasehingga action yg dilakukan pun dapat berjalan maksimal. Semoga dengan adanya milis ini akan lahir pemikiran2 yg objektif serta realistis untuk diterapkan. dan kalau pun perlu didokumentasikan untuk diteruskan di media elektronik/cetak di Gorontalo sebagai pemikiran alternatif bagi Warga Gorontalo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-7858707742140907105?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/7858707742140907105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=7858707742140907105' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7858707742140907105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7858707742140907105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/bersama-membangun-gorontalo.html' title='Bersama Membangun Gorontalo'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-6427122354719803469</id><published>2007-08-10T20:58:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T21:11:21.080+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerintahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Good Governance Gorontalo, Mungkinkah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Taufik Polapa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;8 Sept 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut saya atas masukan and support dari rekan serta antusias rekan2 utk memajukan gorontalo 2020, apa semua yang menjadi masukan rekan2 semua itu tidak salah, benar adanya....... tapi walaupun sehebat bagaimana pun saran, masukan dan ide kita kepada para pemimpin2 yang ada di gorontalo tp sepanjang mereka hanya menjadikan semua itu hanya wacana and &lt;em&gt;lipsservice&lt;/em&gt; saja maka semua ide2 yang briliant dari rekan2 semua hanya akan menjadi isapan jempol belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi Khususnya fokus pada Pemerintahan Gorontalo Yang Good Governance (GG) kayaknya sulit akan terwujud hingga 2020. Kenapa saya katakan demikian ???? walaupun apa yang di katakan oleh BungIndra bahwa Masyarakat Gtlo merupakan masyarakat yang punya Pedoman Hidup dan di rumahnya banyak terdapat AL-quran tp hanya sekedar Kiasan dan bukan menjadi Pedoman Hidup, tp walaupun demikian ada jg yang menerapkan dalam kehidupan sehari2 tp jumlahnya tidak dominan, apalagi bagi para Pejabat yang ada di Gorontalo, mungkin hanya segelintir pejabat yang tahu memegang Al-Quran.... tapi tidak bs mengamalkan Isinya jadinya.... semua di pandang serba Mateerialistik...... karena pandangannya bukan berdasarkan pandangan Al-Quran.... Alasan saya mengatakan demikian.... kenapa ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prop Gtlo merupakan Prop termuda dan baru, sehingga orang2 yang menjadi duduk dalam pemerintahan selama ini berada di bawah naungan Manado akan merasa seperti bebas menentukan nasib Sendiri setelah lepas....Ibaratnya seperti Anak Kecil yang dapat mainan baru..... jadi serba Kaget dan ... pingin mencoba selama Aji Mumpung.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kehidupan Masyarakat Gorontalo selama ini terkenal dengan Gengsi Mo Pate ...... jadi Mumpung lagi duduk di kursi enak apa salahnya memperlihat kepada tetangga, sanak family, kerabat bahwa saat ini dia dah punya jabatan and memiliki fasilitas yang serba wah... dan masih ada pribadi masyarakat gtlo Budaya Malu dalam Hidup kesederhanaan. Tapi saya yakin ada juga pejabat yang mau hidup dalam kesederhanaan (Walaupun hanya 10% dari 100%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. kenyataan saat ini membuktikan Masih banyaknyaPejabat dan Anggota Dewan asal dari Gtlo masih senang jalan2 ke Kota2 besar di Indonesia seperti ke Jakarta, Surabaya, Makassar dengan Alasan Dinas or apa aja. utk buang2 duit Pemda dan Mau ambil keuntungan mendapatkan Uang perjalanan DINAS, dengan Pakaian and Penampilan sangat ,,,,, Necis and mentereng......padahal mereka nggak sadar masih banyak rakyat GTLO yang hidup di bawah garis kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak lagi alasan kenapa Gtlo sulit mewujudkan pemerintahan yang bersih, karena masih banyak pejabat yang suka hidup berfoya2. sehingga sulit utk mencapai itu semua.......Pada Prinsipnya yang saat ini kita butuhkan adalah Gubernur yang benar2 tegas, berwibawa, dan lebih memiliki Dasar Agama yang kuat dan mampu mengamalkan Ajaran yang di bawa oleh Rasululullah Muhamad Saw. Insya Allah Gtlo akan lebih maju dari Daerah manapun. Sekian... terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-6427122354719803469?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/6427122354719803469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=6427122354719803469' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6427122354719803469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6427122354719803469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/good-governance-gorontalo-mungkinkah.html' title='Good Governance Gorontalo, Mungkinkah?'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-5064217397236399226</id><published>2007-08-10T20:37:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T20:55:10.936+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sekilas Good Governance</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Indra Uno&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;7 Sept 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 4-5 September yang lalu saya diundang oleh Komisi Nasional Good Governance untuk memberi ceramah mengenai Corporate Social Responsibility (CSR) di Hotel Ritzy, Manado. Ternyata yang hadir adalah orang2 pemkot, pemkab, dan pemprov Sulut. Dan ternyata pula, ini adalah kali kedua Sulut mengadakan pelatihan Good Governance dengan mendatangkan pembicara yang seluruhnya dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara tersebut dibuka dan ditutup oleh Gubernur Sulut. Sepertinya Sulut serius sekali untuk memberi pemelajaran kepada seluruh jajarannya agar dapat mewujudkan segera good governance dalam government. Pasti tujuan akhirnya adalah mengikis kebocoran dan menarik investasi dari luar daerah. Dan pasti inisiatif ini memerlukan dana yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beruntung Sulut karena acara tersebut didukung oleh Newmont Minahasa Raya, yang walaupun sudah berhenti beroperasi dan masih dalam proses meja hijau atas dakwaan pencemaran, yang tetap "&lt;em&gt;commit&lt;/em&gt;" terhadap &lt;em&gt;'the betterment' of its stakeholders&lt;/em&gt;. Saya melihat Gorontalo bisa lebih cepat mewujudkan 'good governance dalam government" karena selain panduan2 good governance yang sudah ada, mayoritas orang di Gorontalo sangat lekat dengan "pedoman hidup"yang banyak ditemukan di rumah-rumah yaitu Al-Quran. Saya yakin bahwa panduan good governance itu isinya semua mengutip dari Al-Quran sebagai "pedoman hidup" seluruh manusia. Ayo Gorontalo, kamu pasti bisa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-5064217397236399226?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/5064217397236399226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=5064217397236399226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5064217397236399226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5064217397236399226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/sekilas-good-governance.html' title='Sekilas Good Governance'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-7505778274053208118</id><published>2007-08-10T20:13:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T20:31:22.072+08:00</updated><title type='text'>Korupsi Berjamaah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ramang H. Demolingo&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;7 Sept 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kita hampir paripurna menjadi bangsa yang porak poranda. Terbungkuk dibebani hutang, dan merayap melata sengsara di dunia. Jumlah penganggur empat puluh juta orang, anak-anak yang tak bisa bersekolah sebelas juta murid, pecandu narkoba enam juta anak muda, pengungsi perang saudara sejuta orang, dan VCD koitus beredar dua puluh juta keping. Kriminalitas merebak di setiap tikungan jalan dan beban hutang di bahu 1.600 trilyun rupiah... Sedikit mengutip dari Bapak Taufik Ismail. Semoga berkenan. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol di ruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya, dan di punggung kita dicap sablon besar-besar Tahanan IMF dan Penunggak Bank Dunia. Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu, menjual tenaga dengan upah paling murah sejagat raya.&lt;br /&gt;Ketika TKW-TKI itu pergi, lihatlah mereka bersukacita. Antri penuh harapan dan angan-angan di pelabuhan di bandara. Ketika pulang, lihat mereka berdukacita karena majikan mungkir tidak membayar gaji, banyak yang disiksa malah diperkosa, dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri kita tidak merdeka lagi. Kembali menjadi negeri jajahan. Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku. Dulu penjajah kita satu negara, kini penjajah multi- kolonialis banyak bangsa. Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luar biasa dan banyak senyumnya. Makin banyak kita meminjam uang, mereka makin gembira karena leher kita makin mudah mereka patahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Industri Korupsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di negeri kita ini, prospek industri bagus sekali. Berbagai format perindustrian sangat menjanjikan, begitu laporan penelitian. Nomor satu yang paling wahid dan hari depannya penuh janji, adalah industri korupsi. Hal ini didukung dengan telah hilangnya batas halal haram sejak lama. Ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergerak ke kiri tertabrak copet. Bergerak ke kanan tersenggol jambret. Berjalan di depan dikuasai maling, sementara jalan di belakang penuh tukang peras. Sedangkan di atas tukang tindas. Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia, sudah untung. Penamaan koruptor sudah tidak menggigit lagi, istilah korupsi sudah pudar dalam arti. Lebih baik kita memakai istilah maling. Koruptor udah merajai daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah.Contoh kasus yang belum lama ini adalah korupsi berjamaah yg di lakukan oleh Amir Viola Isa bersama Gubernurnya. Mereka bersaf-saf  berdiri rapat, teratur berdisiplin dan sangat khusyu'.  Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya. Begitu sistematik prosedurnya tak mungkin engkau menggoncangnya. Begitu hebat kerjasamanya, mana bisa engkau menyabotnya. Begitu khusyu'nya sehingga engkau mengira mereka beribadah. Kemudian kita bertanya, mungkinkah ada maling yang istiqomah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya, membentang dari depan sampai ke belakang, melimpah dari atas sampai ke bawah, dan merambah panjang membentuk deretan saf jamaah. Jamaah ini lintas agamia, lintas suku dan lintas jenis kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Caranya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana melawan maling yang mencuri secara berjamaah? Bagaimana mereka menangkap maling yang prosedur pencuriannya malah dilindungi dari atas sampai ke bawah? Dan yang melindungi mereka itu, temyata, merupakan bagian dari mereka yang pegang senjata dan memerintah. Bagaimana ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kiri jemaah ini menandatangani disposisi MOU dan MUO (Mark Up Operation), tangan kanannya membuat yayasan beasiswa, asrama yatim piatu, dan sekolahan. Kaki kiri jamaah ini mengais-ngais upeti ke sana ke mari, kaki kanannya bersedekah, pergi umrah dan naik haji. Otak kirinya merancang prosentasi komisi dan pemotongan anggaran, otak kanannya bezakat harta, bertaubat nasuha, dan memohonkan ampunan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya melawan maling begini yang mencuri secara berjamaah? Jamaahnya kukuh seperti dinding keraton, tak mempan dihantam gempa dan banjir bandang, malahan mereka juru tafsir peraturan dan merancang undang-undang, penegak hukum sekaligus penggoyang hukum, berfungsi bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaiman caranya memproses hukum maling-maling yang jumlahnya ratusan ribu, barangkali sekitar satu juta orang ini? Jumlah mereka cukup untuk menjadi sebuah negara mini. Meliputi mereka yang pegang kendali eksekutif, legislatif, yudikatif dan dunia bisnis. Juga mereka yang pegang pistol dan mengendalikan meriam, yang berjas dan berdasi. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;Mau diperiksa dan diusut secara hukum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan?&lt;br /&gt;* Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman?&lt;br /&gt;* Hakim dan Jaksa yang bersih dari penyuapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percuma seratus tahun pengadilan, setiap hari 8 jam dijadwalkan, Insya Allah tak akan terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saudaraku, bagaimana caranya? Bagaimana caranya supaya mereka mau dibujuk, dibujuk, dibujuk agar bersedia mengembalikan jarahan yang berpuluh tahun, dan turun temurun sudah mereka kumpulkan. Kita doakan Allah membuka hati mereka, terutama karena terbanyak dari mereka orang yang sholat juga, orang yang berpuasa juga, orang yang berhaji juga. Kita bujuk baik-baik dan kita doakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, jika di antara jamaah maling itu ada keluarga kita, ada hubungan darah atau teman sekolah, maka kita cenderung tutup mata, tak sampai hati menegurnya. Celakanya, bila di antara jemaah maling itu ada orang partai kita, orang seagama atau sedaerah, kita cenderung menutup-nutupi fakta, lalu dimakruh-makruhkan dan diam-diam berharap semoga kita mendapatkan cipratan harta tanpa ketahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maling-maling ini adalah kawanan anai-anai dan rayap sejati. Dan lihat kini jendela dan pintu rumah Indonesia dimakan rayap. Kayu kusen, tiang, kasau, jeriau rumah Indonesia dimakan anai- anai. Dinding, langit-langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap. Tempat tidur, lemari, meja kursi, sofa, televisi rurnah Indonesia dijarah anai-anai. Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap rumah Indonesia sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap. Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-7505778274053208118?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/7505778274053208118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=7505778274053208118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7505778274053208118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7505778274053208118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/korupsi-berjamaah.html' title='Korupsi Berjamaah'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-7387455018876034948</id><published>2007-08-10T20:06:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T20:13:03.120+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Binthalo atau Hulawa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Rahman Dako&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;5 Sept 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua rencana Pemerintah Provinsi Gorontalo yang penulis amati belakangan ini saling bertolak belakang.  Keduanya berhubungan dengan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat Gorontalo.  Pertama adalah gerakan untuk menggunakan biofuel (minyak nabati) yang diekstrak dari tanaman jarak pagar (Gorontalo: &lt;em&gt;binthalo&lt;/em&gt;).  Kedua adalah rencana untuk mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk memuluskan rencana menambang emas Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap gerakan nasional untuk mengganti bahan bakar dengan &lt;em&gt;biofuel&lt;/em&gt; telah menggaung dengan disosialisasikannya Inpres Nomor 1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai bahan bakar alternatif (GP, 15/8).  Pemerintah di mulai SBY sampai Pak Idris Rahim getol mengkampanyekannya di TV, radio dan koran-koran.  Sedianya bahan bakar solar akan tergantikan oleh minyak binthalo seandainya rencana ini terwujud.  Balitbangpedalda sedang giat-giatnya mempromosikan kompor berisi minyak &lt;em&gt;binthalo&lt;/em&gt; untuk kebutuhan sehari-hari dan telah berhasil melakukan ujicoba pemakaiannya.  Kendaraan bermotor tertentu dan motor tempel yang menggunakan solar akan memakai minyak ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rustamrin Akuba, PhD (Kepala Balitbangpedalda Provinsi), untuk daerah Gorontalo telah tersedia lahan sekitar 6.000 hektar untuk penanaman tanaman binthalo.  Penanaman ini akan diselaraskan dengan rencana pemerintah yang lainnya untuk rehabilitasi lahan kritis, pembabatan hutan, penyelamatan danau Limboto, penanggulangan banjir serta peningkatan pendapatan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balitbangpedalda memang cukup jeli menangkap program nasional ini.  Sebagai daerah yang miskin PAD, pemerintah daerah senantiasa mencari peluang-peluang program yang sejalan dengan agenda pemerintah pusat untuk diaplikasi daerah.  Tidak tanggung-tanggung, Balitbangpedalda juga telah menyiapkan dana ekstra dan menjamin untuk membeli biji tanaman jarak dari petani sambil menunggu ada investor yang mau menanamkan modal dalam usaha ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat nasional, PERTAMINA menjamin akan membeli minyak dari hasil ekstrak ini sepanjang tidak melebihi harga minyak konvensional yang ada sekarang ini.  Negara-negara kaya seperti Jepang, Uni Eropa dan kaki tangan ekonominya, World Bank dan ADB telah siap membeli penyerapan karbon dari hitungan biomass tanaman binthalo serta membeli pengurangan karbon beracun yang dihasilkan dari knalpot kendaraan bermotor.  Lembaga-lembaga donor dan LSM internasional termasuk GTZ Jerman, Carbon and Energy Research, Yayasan Pelangi, dan lembaga ternama lainnya siap membantu petani dan pemerintah daerah untuk menyiapkan perencanaan sampai penjualan karbon tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani-petani akan diuntungkan dari penjualan biji &lt;em&gt;binthalo&lt;/em&gt; dan hasil menjual karbon pertahun.  Hasil hitung-hitungan penulis saat mengikuti &lt;em&gt;Training of Trainer Clean Development Mechanism&lt;/em&gt; baru-baru ini menunjukkan bahwa hasil penjualan karbon dari 1.000 hektar lahan bisa menghasikan duit lebih dari 450 juta pertahun untuk dibagi oleh para petani pemilik lahan. Jumlah ini belum termasuk harga penjualan biji binthalo.  Rencana ini adalah pertanda niat baik dari pemerintah kita dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan menuju kualitas hidup yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara global, aplikasi Protokol Kyoto untuk mengurangi polusi udara ini sudah mulai terlihat, meskipun kental dengan perbedatan ideologi kapitalisme negara dunia dunia pertama dan negara-negara miskin di dunia ketiga.  Di seluruh dunia, trend mengurangi pola hidup yang konsumtif dan destruktif mulai berubah ke pola yang lebih sehat, sederhana dan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana kedua yang cukup mencengangkan dan berbeda dengan rencana di atas adalah rencana Pemerintah untuk mensuport PT. Gorontalo Mineral untuk menambang di kawasan lindung Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.  Sebagaimana diketahui, perusahaan ini telah menandatangani CoW (&lt;em&gt;Contract of Work&lt;/em&gt;) dengan pemerintah di dua lokasi di Kabupaten Bone Bolango.  Hanya saja perusahaan ini tersandung oleh undang-undang Kehutanan yang tidak membolehkan penambangan di kawasan lindung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lokasi yang sangat menjanjikan adalah lokasi yang kita dikenal dengan nama Motomboto, lokasi dimana banyak penambang rakyat beroperasi disana.  Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Bone Bolango yang didukung oleh para politisi termasuk akademisi getol menyuarakan perubahan kawasan lindung Taman Nasional BNW untuk dikonversi menjadi areal tambang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang ditawarkan adalah merubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).  Kedatangan Pak Zainudin Amali di daerah ini selain membawa kegembiraan untuk program gerakan penyelamatan danau Limboto, juga menyentil perlunya perubahan tata ruang dari kawasan lindung TNBNW menjadi kawasan pertambangan.  BAPPEDA provinsi sedang menggodok bagaimana perubahan itu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama dengan Lembaga Penelitian Universitas Negeri Gorontalo (Lemlit UNG) baru-baru ini melakukan workshop hasil penelitian pertambangan di Kabupaten Bone Bolango (GP, 9/8).  Rekomendasi hasil penelitian yang dipimpin oleh Dr. Mahludin Baruwadi dari Lemlit UNG menegaskan bahwa perlu ada perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kawasan Taman Nasional BNW dan kegiatan ini memenuhi syarat dan layak untuk dikelola secara professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ”akademisi” ini cukup berani memberi rekomendasi dan data yang menurut penulis masih perlu dipertanyakan diantaranya tentang cakupan daerah penelitian yang hanya terbatas di Bone Bolango, prioritas penelitian yang lebih menekankan kepada aspek ekonomi, serta minimnya kajian mengenai aspek kehutanan dan lingkungan hidup.  Untuk komprehensivitas dari penelitian ini seharusnya peneliti menjauhi pendekatan administratif pemerintahan dan menggunakan pendekatan ekologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sosial ekonomi dan geografis, para peneliti tidak melibatkan korban banjir di Kota Gorontalo yang terkena dampak dari pembabatan hutan di kawasan TNBNW.  Yang berbahaya adalah kutipan pernyataan-pernyataan hasil penelitian tersebut yang diantaranya dari eksekutif Kabupaten Bone Bolango yang menyatakan bahwa banjir yang terjadi di Kota Gorontalo bukan karena kerusakan hutan di TNBNW, walaupun kenyataannya banjir beberapa waktu lalu juga menghantam beberapa desa di Bone Bolango sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti UNG juga menekankan bahwa kegiatan penambangan akan meningkatkan pelestarian budaya huyula di Gorontalo yang menurut penulis kurang masuk akal bila kita melihat realitas kapitalisme pertambangan emas di dunia selama ini.  Juga tidak jelas teknologi apa yang disarankan para peneliti untuk meminimalisir dampak negatif pertambangan.  Sebaiknya peneliti juga tidak menutup-nutupi realitas di lapangan dan kemungkinan terburuk bagi lingkungan dan masyarakat Gorontalo bila pertambangan terjadi.  Terkesan bahwa hasil penelitian ini hampir menyerupai suara penjaga stan dari PT. Gorontalo Mineral yang ditemui penulis pada waktu melakukan pameran di UNG pada hari yang sama dengan pelaksanaan Workshop Hasil Pertambangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menapikkan kemampuan akademis UNG sebagai kampus terbesar di daerah ini, penulis menyarankan kepada para pengambil kebijakan untuk berhati-hati menggunakan hasil penelitian ini sebelum segala sesuatunya menjadi bencana yang lebih dahsyat dari yang ada sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana-bencana akibat pertambangan di belahan dunia lain menunjukkan ketidak hati-hatian pemerintah dalam mengambil kebijakan.  Lumpur di Sidoarjo akibat penambangan PT. Lapindo Brantas belum bisa ditanggulangi sampai saat ini.  PT. Newmont Minahasa Raya sampai sekarang masih berurusan dengan kasus pidana lingkungan hidup yang telah mengorbankan jiwa manusia.  Newmont Mining Corporation juga ditentang masyarakat di belahan dunia yang lain Peru, Ghana, Guatemala, Australia, AS, dan Turki.  Freeport McMoran di Papua tidak henti-hentinya bergejolak karena telah melenyapkan beberapa gunung, kasus penyogokan tentara, serta ketidakadilan pembagian hasil pertambangan.  Di Philipina, perusahaan emas Plcer Dome dituntut karena telah membuang sampah hasil tambangnya ke sungai, laut dan terumbu karang.  Di Papua New Guinea, kawasan hutan seluas 2.400 ha hancur oleh pertambangan emas perusahaan BHP Billiton.  Harian The New York Times baru-baru ini melaporkan kampanye yang terus menerus dari aktivis lingkungan kepada pembeli emas di toko-toko emas terbesar di New York untuk tidak membeli emas dari hasil pertambangan yang merusak lingkungan dan menyebabkan penderitaan rakyat.  Dari kajian penulis, setiap usaha pertambangan besar senantiasa menyebabkan luka bagi rakyat setempat, kerusakan lingkungan yang parah, sedangkan keuntungan yang sebesar-besarnya dibawa lari oleh perusahaan serta aparat pemerintah yang korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tinggal kita tunggu apa langkah pemerintah selanjutnya.  Perlu perencanaan yang matang serta langkah yang sangat hati-hati sebelum memutuskan apakah tambang layak atau tidak, apalagi di kawasan Taman Nasional.  Tinggal pilih, mau &lt;em&gt;binthalo&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;hulawa&lt;/em&gt;.  Penulis hanya mengingatkan bahwa sejarah emas telah menyebabkan penjajahan, penaklukan negara, kekerasan, pembunuhan, dan kebiadaban.  Emas belum tentu menciptakan kesejahteraan, bisa jadi malah kesengsaraan.  Kilauan yang mengelantung di leher, tangan dan telinga para sebagai simbol sosial kelompok berduit, merupakan hasil dari cucuran keringat, air mata dan darah rakyat jelata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-7387455018876034948?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/7387455018876034948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=7387455018876034948' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7387455018876034948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7387455018876034948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/binthalo-atau-hulawa.html' title='Binthalo atau Hulawa'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8556101089660998885</id><published>2007-08-10T19:53:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T20:06:35.847+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Setoran SPPD</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino M. Husein Mohi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;5 Sept 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jadi rahasia umum, stow, bahwa pejabat yang rajin bolak-balik Gorontalo-Jakarta adalah pejabat-pejabat yang sedang mengejar &lt;strong&gt;'setoran SPPD&lt;/strong&gt;'. SPPD, kalau tak salah, adalah singkatan dari Surat Perintah Perjalanan Dinas. Makna harfiahnya, ya surat. Tetapi sekarang ini SPPD dimaknai sebagai 'uang', yakni uang yang diterima oleh seorang pejabat untuk membiayai perjalanan dinas-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dinas, menurut kamus, adalah perjalanan yang dilakukan untuk kepentingan dinas. Sementara 'dinas' itu sendiri bermakna 'kantor' atau 'resmi'. Sederhananya, 'perjalanan dinas' adalah perjalanan untuk kepentingan kantor atau kepentingan resmi yang berkaitan erat dengan kantor. Dengan definisi seperti itu, maka seorang pejabat pemerintahan (eksekutif, yudikatif, legislatif) berhak atas sejumlah uang ketika dia melakukan perjalanan dalam rangka mengurus rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, hanya sedikit orang yang peduli dengan besaran anggaran perjalanan dinas tersebut. "Tingga dorang pe hak itu, wuti liyo monu. Pata'o pongolaamu....," begitu komentar beberapa aktifis yang sempat saya ajak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tidak ada persoalan sama sekali bagi saya apabila seorang pejabat diberikan 'uang SPPD' ketika dia melakukan perjalanan demi urusan rakyat banyak. Apalagi, urusan rejeki sudah diputuskan Tuhan dari sononya. Saya percaya, Tuhan sudah memutuskan besaran rejeki masing-masing orang. Tetapi bagaimana cara rejeki yang sudah diputuskan tersebut diperoleh individu, itu tergantung individu itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya pertanyakan di sini adalah besaran anggaran SPPD yang, menurut hitung-hitungan saya, sangat-sangat-sangat boros! Meski menggunakan sistem "Anggaran Berbasis Kinerja" sekali pun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa lihat dari pos anggaran SPPD Kabupaten Bone Bolango, sebagai misal. Anggaran SPPD untuk 25 anggota DPRD-nya menghabiskan dana sebesar Rp. 2,767 Miliar yang kemudian ditambah lagi menjadi Rp. 3,12 Miliar. Angka itu dua kali lipat dari PAD Bonbol yang hanya sebesar Rp. 1,5 Miliar. PAD adalah Pendapatan Asli Daerah berupa pajak dan retribusi yang ditarik pemerintah dari kantong-kantong rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumentasi yang 'pro-SPPD' tentu berupa kalimat, "&lt;em&gt;Wei... itu doyi dari Jakarta, bukan doyi lo rakyat... bukan ngana pe doyi... Kiapa ngana ba'urus....&lt;/em&gt;!". Di sinilah kesalahannya, yaitu ketika uang-uang dari Jakarta (berupa DAU, DAK, Dana Dekonsentrasi, Special Treatment, ABT, dll) tidak dianggap sebagai 'hak rakyat', melainkan sebagai 'hak pemerintahan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun itu dianggap sebagai 'uang pemerintahan' (dan bukan uang rakyat), maka semestinya uang itu pun dibelanjakan untuk kepentingan rakyat, bukan? Pertanyaan lanjutannya adalah, apakah sebuah kabupaten akan maju apabila "besar pasak daripada tiang"? Lebih besar pengeluaran daripada pendapatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pula bagaimana besaran SPPD Gubernur Gorontalo yang lebih dari Rp. 1 Miliar per tahun. Hanya untuk satu orang Gubernur. SPPD untuk Wakil Gubernur lain lagi... ya... sekitar-sekitar segitulah. Kalau dihitung-hitung, harga tiket pesawat, akomodasi hotel bintang lima dan seterusnya selama 3 hari di Jakarta, seseorang dari Gorontalo hanya akan menghabiskan ya... kira2 sekitar Rp.10 juta. Itu pun sudah dengan fasilitas yang serba mewah-wah. Jadi, silahkan menghitung- hitung bagaimana cara menghabiskan Rp. 1 Miliar itu dalam waktu 365 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan SPPD para wakil rakyat di berbagai tingkatan; di provinsi dan di kabupaten/kota yang lain. Perhatikan, deh, pos "Perjalanan Dinas"-nya. Hitung baik-baik, lalu jawablah pertanyaan berikut ini; Dilihat dari penggunaan SPPD, apakah yang diterapkanselama ini adalah "anggaran berbasis kinerja" atau "kinerja berbasis anggaran"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, ada kesalah-mengertian orang, terutama pejabat, mengenai SPPD. Para pejabat menganggap bahwa pos SPPD itu adalah 'wajib hukumnya'. "Iya, dong... yang penting kan sesuai peraturan yang berlaku," begitu kata mereka. Lagipula, kata mereka, pos SPPD itulahyang paling mudah pertanggungjawabannya secara administratif. Ya, supaya tidak dianggap korupsi, lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua argumentasi itu benar adanya. Sekali lagi; Benar. Tetapi, kalau kita melihat secara umum, apakah pembelajaan uang-uang rakyat melalui SPPD itu efektif dan efisien dalam usaha mencapai tujuan pemerintahan, yaitu kesejahteraan rakyat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbuka saja, saya sendiri terlalu kuatir sebelum menulis artikel ini. Saya kuatir dianggap mengurusi rejeki orang. Saya kuatir dianggap iri hati. Saya kuatir disangka &lt;em&gt;tutuhiya&lt;/em&gt;. Karena itu saya memohon maaf sebesar-besarnya, apabila ada salah kata, ada salah pertanyaan. Bukan itu maksud saya. Saya hanya ingin anggaran milik rakyat kita tergunakan dengan efisien dan efektif untuk peningkatan taraf hidup rakyat.###&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8556101089660998885?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8556101089660998885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8556101089660998885' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8556101089660998885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8556101089660998885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/setoran-sppd.html' title='Setoran SPPD'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4651564369507522689</id><published>2007-08-10T19:38:00.000+08:00</published><updated>2007-08-10T19:52:07.258+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bo garapu'/><title type='text'>[joke] Pancasila versi Bahasa Gorontalo</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rahmad Mohi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;22 Agt 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila dalam bahasa Gorontalo menurut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PAYU LIMO&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oindla: Bo tuwewu  Eya, kaka.&lt;br /&gt;Oluwo: Mopiyo to didiyambango waw delo potota lo'u tau uti.&lt;br /&gt;Otolu : Mo tolo ngala'a to hihimbu lo Indonesia.&lt;br /&gt;Opato: Wanu mo'otapu hale, bisalayi lo'u mopiyo to bandlayo lo dulohupa sababu bo to hale-halelo odutuwa lo tinelo, wau bo to laku-lakulo odutuwa lo bonggulo.&lt;br /&gt;Olimo: Tumumula sama-sama to lipu lo Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4651564369507522689?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4651564369507522689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4651564369507522689' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4651564369507522689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4651564369507522689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/08/joke-pancasila-versi-bahasa-gorontalo.html' title='[joke] Pancasila versi Bahasa Gorontalo'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-351118594019380686</id><published>2007-07-25T15:13:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T15:17:14.830+08:00</updated><title type='text'>Rangkaian Foto-Foto Kopdar Milis Gorontalo Maju 2020</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-e1.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="site=widget-e1.slide.com&amp;channel=216172782124191457&amp;amp;cy=be&amp;il=1" width="426" height="320" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:426px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=be&amp;ad=0&amp;amp;id=216172782124191457&amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e1.slide.com/p1/216172782124191457/be_t028_v000_a000_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=be&amp;amp;ad=0&amp;id=216172782124191457&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e1.slide.com/p2/216172782124191457/be_t028_v000_a000_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-351118594019380686?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/351118594019380686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=351118594019380686' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/351118594019380686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/351118594019380686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/rangkaian-foto-foto-kopdar-milis.html' title='Rangkaian Foto-Foto Kopdar Milis Gorontalo Maju 2020'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-2513850963210606569</id><published>2007-07-25T13:00:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T13:01:46.606+08:00</updated><title type='text'>Matinya Supremasi Hukum di Gorontalo</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Vito Kilis&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;25 Agt 2006&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengangkat topik tentang Matinya Supremasi Hukum di Gorontalo karena sejak propinsi Gorontalo ini tahun 2001, Penegakan Supremasi Hukum inilah satu - satunya yang tidak mendapat perhatian serius dari Pihak Eksekutif maupun Legislatif di seluruh wilayah Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berani mengatakan bahwa supremasi hukum di Gorontalo telah mati, karena melihat berbagai kasus yang melibatkan orang - orang kuat (Eksekutif dan Legislatif ) berakhir dengan vonis - vonis yang sungguh mengecewakan rakyat. Kasus Genset, Diknas, PU dan Korupsi berjamaah anggota DPRD propinsi, semuanya berakhir dengan Happy Ending bagi pelakunya dan Sad Ending bagi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putusan terbaru dari PN Gorontalo yang memvonis 1,5 tahun Ketua DPRD Prop yang terkait kasus 5,4 M sungguh mengejutkan dan mengecewakan. Berbagai komentar masyarakat berujung pada ketidakpercayaan terhadap penegakan supremasi hukum yang terkesan tebang pilih dan pilih tebang ( meminjam istilah DR. Effendi Gozali ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang ironis, yakni komentar dari Gubernur Gorontalo ( Khalifah di daerah Adat Bersendikan Sara, Sara Bersendikan Kitabullah ) Ir. Fadel Muhammad dalam forum diskusi rumah kopi yang disiarkan radio, bahwa Ketua DPRD tidak bersalah ( not guilty ) karena telah mengembalikan uang 5,4 M tsb dan negara tidak ( jadi ) dirugikan sehingga harus dibebaskan dari segala tuntutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah komentar ini diucapkan karena Sang Gubernur ikut menandatangani persetujuan dana mobilisasi tsb atau apapun alasannya, sudah sepatutnya tidak disuarakan di depan orang banyak dan disiarkan langsung oleh radio, karena proses hukumnya masih berjalan ( Terdakwa Naik Banding ). Jika perbuatan ini dibenarkan ( karena uang yang dikorupsi telah dikembalikan ), maka akan berdampak buruk bagi pembangunan daerah di masa datang. Apakah sang Gubernur pun akan berkata sama jika seorang pencuri ayam yang tertangkap dan mengembalikan ayam hasil curiannya ke pemiliknya ( tidak ada kerugian bagi si pemilik ) tapi si pencuri masih tetap dihukum penjara karena perbuatannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU Anti Korupsi telah jelas bahwa para Koruptor ( baik yang mengembalikan hasil korupsinya atau tidak ) harus dihukum seberat - beratnya dengan ancaman maksimal hukuman mati. Bahkan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruqi pernah mengatakan bahwa jika dalam agama Islam Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan, maka beliau berkata bahwa korupsi lebih kejam dari fitnah, karena jika fitnah hanya merugikan 1 orang maka korupsi merugikan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul satu pertanyaan, Konspirasi apa yang sedang dijalankan di Gorontalo ini dengan adanya berbagai putusan2 hakim yang mengecewakan rakyat terhadap Koruptor2 di propinsi ini? Jawabannya bisa beragam namun semuanya bermuara ke satu kesimpulan : hukum hanya untuk orang kecil, elite -elite kebal hukum. Dari uraian diatas, saya ingin mengajak temans semua untuk bersama - sama mencari solusi terbaik terhadap masalah korupsi di daerah ini karena jika dibiarkan, berdampak pada seluruh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: uraian ini berdasarkan fakta dan netral serta tidak ada unsur like and dislike terhadap figurs yang terlibat, semata - mata kegalauan hati melihat matinya supremasi hukum di propinsi Gorontalo ini. Thanks &amp; Wassalam. Salam Perdamaian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-2513850963210606569?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/2513850963210606569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=2513850963210606569' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2513850963210606569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2513850963210606569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/matinya-supremasi-hukum-di-gorontalo.html' title='Matinya Supremasi Hukum di Gorontalo'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-3491892501297571756</id><published>2007-07-25T12:50:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T12:55:20.692+08:00</updated><title type='text'>Bandlayo Lo Lipu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Bakrie Arbie&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;23 Agt 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergugah dengan Supremasi hukum yang dipertanyakan, maka usul yang saya pernah ajukan mengenai Bantayo Lolipu atau biar keren e-Bantayo Lolipu (e-BL) yang diprakarsai di daerah terutama oleh Universitas atau Sekolah Tinggi yang bisa menampung ide ini,misalnya Universitas Negeri Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dari e-BL ada tiga, yaitu: 1) Riset atau Litbang dengan mengerahkan mahasiswa PKL maupun tugas skripsi,dengan bimbingan Dosen melakukan penelitian, koleksi data apakah tiap kecamatan bahkan kelurahan/desa,potensi apa saja yang ada didaerah yang diteliti,bisa potensi ekonomi bagi mahasiswa jurusan Ekonomi,masalah apa yang paling rawan apakah Lingkungan.Dilihat demografi dan muda-mudi yang menganggur didaerah studi,organisasi dan dunia usaha serta stakeholder penting,input/output barang,uang,energi kalau daerahnya mempunyai energi misalnya.Topiknya meliputi Ekonomi, Sosial, Budaya, Hukum, Lingkungan, Pertanian, Peternakan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) e-BL sebagai partner atau rekan PEMDA (ini harus dibicarakan dengan sebelum dan setelah PILKADA), akan menjadi rekan dalam PEMBERDAYAAN MASYARAKAT mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi kinerja, pengawasan dari program yang dilakukan daerah. Pokoknya transparan sehingga kinerja,efektifitas dari program bisa dilaksanakan dengan data-data hasil RISET diatas. Partisipasi masyarakat sejak awal sehingga program berjalan selalu melibatkan masyarakat dan mahasiswa yang masih penuh idealisme dan jumlahnya cukup banyak.Korupsi, kemubaziran dapat dipantau langsung dan yang penting dicegah terjadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pendidikan dan Pelatihan SDM. Ini sangat penting karena yang bisa melaksanakan semua program intinya adalah SDM yang mempunyai OTAK, WATAK dan OTOT/Sehat yang dibarengi NIAT untuk ibadah pada masyarakat luas.Banyak hal yang perlu dilatih baik Pegawai PEMDA,Swasta,Stakeholder,Legislatif,Yudikatif. Topik antara lain Manajemen Berbasis Kinerja, Leadership, Teknologi Terapan yang sesuai untuk daerah, Business Planning, Akuntansi Praktis, Pertukangan, Pemberdayaan Masyarakat, Sistim Inovasi Nasional, Ketahanan Nasional dan hal-hal yang menurut Rekomendasi hasil Riset yang sudah terkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya bertujuan untuk mempertinggi kompetensi, kemampuan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. Saya mencatat banyak orang berada di posisi yang tidak mengerti apa yang harus dikerjakan, jadi kayak monyet &lt;em&gt;ngagugulung&lt;/em&gt; kelapa, &lt;em&gt;just killing the time&lt;/em&gt; dan kalau ada kesempatan korupsi ya, sikat saja. Prinsip OODA (Observation, Orientation, Decision and Action) yang mantap belum kelihatan. Karena semua mencakup Domain Fisik, Informasi, Kognitif dan Implementasi, memang hal ini tidak mudah. Terutama domain Kognitif sebenarnya kasihan pejabat kita, harus acara sana-sini sehingga tak ada waktu untuk berpikir dan kontemplasi. Dan beliau adakalanya tak punya &lt;em&gt;think tank&lt;/em&gt;, jadinya &lt;em&gt;ati olo&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya &lt;em&gt;satmingkal&lt;/em&gt; dari e-BL ada di Perguruan Tinggi lebih kognitif dan netral. Peserta  adalah dosen, mahasiswa, para pimpinan informal, pengamat, pengusaha, alim-ulama dan pribadi yang berminat. Memang diperlukan Pimpinan e-BL yang mempunyai leadership dan niat baik, mengerti filosofi, maksud dan tujuan serta sadar bahwa untuk memulai hal baru (inovasi) bukan hal yang mudah. Juga ini bukan lari Sprint tetapi lari Marathon (jangka menengah/panjang baru kelihatan hasilnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kata Radio Elshinta diperlukan tipe Pribadi hebat sepert Power Ranger dan bukan pribadi ala Si Kancil(yang punya filosofi bagaimana menipu buaya alias rakyat). Perlu perencanaan Matang dan sudah tentu perlu Dana pula.Saya usul orang-orang kuat Gorontalo seperti pak Habibie dengan Habibie Center atau Pak Gobel dengan National Gobel,atau pribadi seperti Ibu Uga Wiranto,Pak Ciputra dan banyak tokoh lainnya.Secara pemikiran,penyempurnaan ide pasti banyak yang ingin membantu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya saya tambahkan e menjadi e-BL sehingga kita dari jauh bisa partisipasi lewat e-mail/internet. Berdasarkan pengamatan saya membaca dan &lt;em&gt;benchmarking&lt;/em&gt; maka ini adalah jalan keluar agar kita menjadi bangsa yang produktif. Saya pernah tulis tesis, sebelumnya agar STRATEGI yang dipegang PRODUKSI+JASA/Kebocoran+Kemubaziran harus&lt;br /&gt;lebih besar &gt;&gt; dari 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak, maka kita akan menjadi KULI dari bangsa-bangsa di dunia. Gejala sudah terlihat kita jadi TKI ke Malaysia dll.S aat seperti sekarang ini diperlukan INOVASI,dengan motto &lt;em&gt;Innovate or Die&lt;/em&gt;. Odu olo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-3491892501297571756?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/3491892501297571756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=3491892501297571756' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/3491892501297571756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/3491892501297571756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/bandlayo-lo-lipu.html' title='Bandlayo Lo Lipu'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-2305976133218309871</id><published>2007-07-25T12:43:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T12:48:32.854+08:00</updated><title type='text'>[jokes] 17 Agustus</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;19 Agt 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Hening cipta lo orang Manado:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Man-jo torang samua mo baba'inga.... ba'inga torang pe totu, oma-opa yang so 'sekaluar darah deng suar for torang samua, do'ng so rela mati for torang samua.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbaba'inga, mulai...................................................... So bole...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Di Pohuwato tidak ada tabur bunga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17-Agustusan di Kabupaten Pohuwato kabarnya tidak diwarnai agenda 'tabur bunga' karena belum ada Taman Makam Pahlawan-nya. Pahlawan dari Pohuwato juga hanya pahlawan pembentukan kabupaten. Itu pun masih pada hidup. Jadi, ketimbang tabur bunga, orang Pohuwato lebih suka bikin 'tabur senyum'. Hari 17-an yang benar-benar gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Aba2 gerak jalan dalam bahasa Gorontalo&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun2 sebelumnya, 17 Agustus kemarin di Tapa digelar lomba gerak jalan. Di antara ratusan kelompok peserta, ada beberapa kelompok yang ikut lomba hanya sekadar untuk melucu sepanjang jalur yang ditempuh, seperti group pemuda yang berpakaian ninja dan sekelompok ibu2 yang baris-berbaris dgn aba2 dalam bahasa Gorontalo. Untuk yang kedua itu, aba2nya sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Molengge.... Na'o!&lt;br /&gt;Oloyihi! Olowala! Oloyihi, olowala, oloyihi!&lt;br /&gt;Oindla! Oluwo! Otolu! Opato! Oloyihi, olowala, oloyihi!&lt;br /&gt;Hormati.... Ndali!&lt;br /&gt;Lopata..... Ndali!&lt;br /&gt;Mo bale de oloyihi.... Na'o!&lt;br /&gt;Mo bale de olowala.... Na'o!&lt;br /&gt;Na'o-na'o bo dila lengge-lengge.... Na'o!&lt;br /&gt;Mo ti lengge nenge-nenge.... Na'o!&lt;br /&gt;Mohuhelipo teye.... Ndali!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Maju.... Jalan!&lt;br /&gt;Kiri! Kanan! Kiri, kanan, kiri!&lt;br /&gt;Satu! Dua! Tiga! Empat! Kiri, kanan, kiri!&lt;br /&gt;Hormat.... Grak!&lt;br /&gt;Tegak..... Grak!&lt;br /&gt;Belok kiri.... Jalan!&lt;br /&gt;Belok kanan... Jalan!&lt;br /&gt;Jalan di tempat.... Jalan! (Arti sebenarnya; "jalan tapi tak maju2.... jalan")&lt;br /&gt;Langkah tegap maju... Jalan! (Arti sebenarnya: "Maju berbusung dada... jalan")&lt;br /&gt;Berhenti... Grak! (Arti sebenarnya; "Beristirahat di sini.... Grak")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari start sampai kilometer ke-10, si ibu pemberi komando tidak pernah melakukan kesalahan dalam memberikan aba2 bahasa Gorontalo. Tetapi di kilometer ke sebelas, mungkin karena kecapekan, dia memberi aba2 berhenti. Hanya saja, yang keluar dari mulutnya adalah; "&lt;em&gt;Mohulepo teye.... Ndali&lt;/em&gt;!" (Catatan: Ini tidak bisa diterjemahkan karena bahasanya sangat kasar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-2305976133218309871?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/2305976133218309871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=2305976133218309871' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2305976133218309871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2305976133218309871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/jokes-17-agustus.html' title='[jokes] 17 Agustus'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8347956724716236968</id><published>2007-07-25T12:35:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T12:40:17.501+08:00</updated><title type='text'>[jokes] Puisi Minta Poligami</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Elnino&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;10 Agt 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya forward dari kiriman teman (anonimous).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*Puisi suami yg minta ijin poligami*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku,&lt;br /&gt;jika engkau bumi, akulah matahari&lt;br /&gt;aku menyinari kamu&lt;br /&gt;kamu mengharapkan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatlah bahtera yg kita kayuh,&lt;br /&gt;begitu penuh riak gelombanga&lt;br /&gt;ku tetap menyinari bumi,&lt;br /&gt;hingga kadang bumi pun silau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lantas aku ingat satu hal&lt;br /&gt;bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi,&lt;br /&gt;ada planet lain yg juga mengharap aku sinari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi..relakanlah aku menyinari planet lain,&lt;br /&gt;menebar sinarku&lt;br /&gt;menyampaikan faedah adanya aku,&lt;br /&gt;karna sudah kodrati&lt;br /&gt;dan Tuhan pun tak marah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*Balasan Puisi sang istri ... *&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku,&lt;br /&gt;bila kau memang mentari,&lt;br /&gt;sang surya penebar cahaya&lt;br /&gt;aku rela kau berikan sinarmu&lt;br /&gt;kepada segala planet&lt;br /&gt;yg pernah TUHAN ciptakan&lt;br /&gt;karna mereka juga seperti aku&lt;br /&gt;butuh penyinaran&lt;br /&gt;dan akupun juga tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi...&lt;br /&gt;bila kau hanya sejengkal lilin&lt;br /&gt;yg berkekuatan 5 watt&lt;br /&gt;jangan bermimpi menyinari planet lain&lt;br /&gt;karna kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita&lt;br /&gt;di tengah remang-remang pencahayaanmu&lt;br /&gt;yg telah aku mengerti&lt;br /&gt;utk tetap menguak mata&lt;br /&gt;coba liat siapa dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENTARI atau lilin ?PLS DEH...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8347956724716236968?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8347956724716236968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8347956724716236968' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8347956724716236968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8347956724716236968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/jokes-puisi-minta-poligami.html' title='[jokes] Puisi Minta Poligami'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-561722469078242797</id><published>2007-07-25T12:28:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T12:33:37.496+08:00</updated><title type='text'>Surat untuk Politisi dan Pemerhati Politik</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Agung Mozin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;7 Agt 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau saja gerakan reformasi yang paling bersejarah itu tidak pernah terjadi, maka dipastikan tidak ada perubahan politk, ekonomi, sosial seperti yang kita rasakan saat ini., wabil khusus lagi tidak pernah ada perjuangan pembentukan provinsi gorontalo apalagi terbentuknya provinsi gorontalo, pokoknya tidak ada ada perubahan signifikan dengan gorontalo, yaitu tidak ada gubernur gorontalo, karena kita masih jadi anak susuhan manado atau sulut dan masih tetap dengan sebuah kabupaten dan sebuah kota. dengan anggaran belanja yang tidak lebiah dari 200 milyard setahunnya.(sangat tertinggal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan reformasi semuanya telah berubah, Gorontalo menjadi sebuah provinsi baru dan Fadel Muhamad adalah sang gubenurnya yang dalam tulisan ini saya sebut sang maestro dengan  sebuah kota dan empat kabupaten serta anggaran belanja tahunan hampir 2 triliun rupiah. Tentunya perubahan ini membawa implikasi yang serius dalam perilaku dan pranata sosial masyarakat gorontalo wabil khusus dapat kita temukan diwilayah-wilayah perkotaan gorontalo.&lt;br /&gt;Momentum perubahan gorontalo harus dikenali sebagai given dari proses politik yang disebut reformasi, bukan sebagai usaha dari orang perorang atau kelompok tertentu saja, kenapa hal ini perlu disampaikan karena telah terjadi upaya pengkaburan fakta demi sebuah mengangkat citra poltik kelompok atau orang perorang yang mengklaim sebagai penyelamat gorontalo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah arus kuat dana pusat kedaerah karena sebuah proses politk yang menghendaki desentralisasi kewenangan pengelolaaan keuangan Negara yang jumlahnya ditentukan dengan variable-variable yang ditentukan pemerintah pusat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sebuah kota dan kabupaten yang tertinggal menjadi provinsi ini kemudian dimanfaatkan untuk membangun citra yang katanya karena lobby seseorang atau  bahkan pengkulutusan sang maestro dan menegasi pikiran atau pendapat yang menyampaikan sebuah fakta dan kebenaran. Dan upaya pengkultusan menjadi sah dan legal  karena dibenarkan oleh lembaga- lembaga resmi yang dikuasai sang maesto yaitu, Birokrasi, Partai-partai politk, dan sebagian kecil teman-teman media yang sedikit fragmatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominasi ini menjadi  subur  ditengah masyarakat kita yang masih sangat patenalistik, yaitu dengan memberikan dukungan kepada sang maestro  maka rasa takut bawahan digantikan oleh sedikit harapan-harapan yang diberikan baik berupa keaman karir, perlindungan politik dan distribusi ekonomi berupa paket proyek yang dikuasai oleh sang maestro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini terjadi bukan karena semata-mata kesalahan sang maestro dan pendukung-pendukungnya tapi  karena kelalaian masyarakat, partai-partai politik bahkan LSM yang begitu gembira dengan lahirnya provinsi baru sehingga prinsip-prisinp membangun sebuah pemerintahan yang relative bersih, berimbang  diabaikan,sehingga  ketidak adilan mulai dirasakan, pengkotak-kotakan dalam kelompok masyarakat terjadi antara pendukung dan bukan pendukung sang maestro dan kalau kita membaca buku pintar tentang spiral kekerasan yang ditulis oleh Mr. Mc. Namara  yang menjelaskan secara detail bahwa kekerasan muncul disebabkan oleh ketidak adilan. Tentunya buku ini menjadi penting sebagai acuan kita untuk menghindari kekerasan poltik yang dibangun oleh sang maestro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan atau kekerasan politk ini hanya bisa diatasi oleh kita semua dengan memberikan keseimbangan politk pada saat pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan umum (pemilu) nanti, yakni dengan memenangkan pasanagn pilgub yang mencermainkan konfigurasi politik  yang seimbang antara gubernur dan wakil gubernur yakni keterwakilan partai politik golkar dan non golkar menjadi faktor dominan atau penetu terjadinya keseimbangan yang ingin  kita bangun bersama, jadi bukan figure sesorang menjadi ukuran keseimbangan politik, misalnya, sang maetro dan para pendukung yang tetap menggandeng wagub  dari partainya maka dipastikan akan terulang kembali ketidak adilan yang dirasakan oleh partai-partai poltik yang nota bene mewakili konstituennya. Atau dengan skenario lain sang maestro  menggandengan wagub salah seorang birokrat yang cerdas dan loyal pada sang maetro maka sang wagub tidak lebih dari sebuah mesin atau alat (instrument) dari sang maestro dan partai politik dominan yaitu golkar di lembaga legislatif karena sang wagub  mantan birokrat tidak mempunyai basis politik pendukung apalagi ikatan emosional dengan partai politik yang nota bene mewakili masa pendukung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sang maestro menolak bahwa argumen saya tidak logis dan tidak realitis dengan alasan kompotensi maka saya ingin mengajaknya bahwa gubenur dan wagub adalah jabatan politik, itu artinya  konfigurasi keterwakilan kekuatan politk dimasyarakat adalah menjadi ukurannya bukanlah kompotensi. Artinya Serahkan pekerjaan tehknis kepada pejabat yang kompoten sesuai dengan peruntukannya.  Dapat saya contohkan Maaf dan sekali lagi maaf bukankah “Gus Dur dan Mba Mega” menjadi presiden dan wakil presiden karena alasan kesimbangan politik dan bukan berdasarkan pada kompetensi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kepada seluruh partai-partai politik yang telah melakukan kerja politik yang cerdas dan cantik beberapa hari yang lalu adalah harus dipahami sebagai upaya secara sadar memberikan kontribusi politik untuk membangun keseimbangan politik di gorontalo, jika ini terjadi maka akan tercapai keseimbangan politik baru ala gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang dihadapi  oleh partai-partai politik gorontalo saat ini adalah meraka membutuhkn figure pemersatu sebagai  “Icon Perubahan”  yang diusung  bersama dan terterima di semua partai poltik serta mampu memberikan pesona dan citra yang kuat untuk mengimbangi sang maestro, yang saat ini diharapkan kesediaan dan komitmennya yang kuat dari seorang tokoh muda yang mempunyai ikatan emosional dan kultural dengan semua lapisan masyarakat karena ketokohannya dan kepeduliaan yag ditunjukan selama ini yaitu  Rahmat Gobel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah  tanggal 4 agustus yang lalu telah dibentuk sebuah tim koalisi lintas partai non golkar yang di sebut oleh saudara Iwan Bokings dengan nama Tim Rekonsiliasi gorontalo atau di singkat Tim RG yang kemudian diusulkan  oleh saudari murni dari partai Persatuan pembangunan kata “ Forum “ didepannya menjadi” Forum Rekonsiliasi Gorontalo” yang kemudian saya usulkan disingkat menjadi “For RG” menjadi sangat pas diartikan sebagai “Forum atau Untuk RG”.Yang kemudian secara spontan diplesetkan oleh banyak pendukung agenda keseimbangan politik gorontalo menjadi   “For Rahmat- Gusnar” (for RG).. He.he.he.he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa biarkan rakyat memilih pada figure yang dikenalnya. tapi dalam banyak buku yang saya temukan  diantaranya teori elit oleh Mosca dan Pareto bahwa poltik itu adalah permaianan peranan para elit dalam semua tingkatan. Artinya menjadi sangat signifikan hubungan emosional seorang rahmat gobel dengan semua tokoh formal dan informal. Yang kita sebut para elit politik gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sang Khaliq menantikan keinginan anda untuk merubah, jika tidak mau berubah , jangan pernah anda menyalahkan Dia…. Demikianlah nasehat ibu saya sebagai orang biasa&lt;/em&gt;….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-561722469078242797?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/561722469078242797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=561722469078242797' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/561722469078242797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/561722469078242797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/surat-untuk-politisi-dan-pemerhati.html' title='Surat untuk Politisi dan Pemerhati Politik'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4732394867442876396</id><published>2007-07-25T12:17:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T12:27:55.805+08:00</updated><title type='text'>Berita Koran dan Politik Koprol</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino M. Husein Mohi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;6 Agt 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kerap membaca berita-berita politik di Gorontalo Post, Tribun Gorontalo dan media-media cetak lain di Gorontalo, semakin tidak menarik berita-berita itu bagi sebagian orang. Sebab, hampir di setiap terbitannya, berita politik di koran-koran harian maupun mingguandaerah ini lebih banyak yang berbau "&lt;strong&gt;koprol&lt;/strong&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah "koprol" saya kenal ketika rombongan Pramuka Gorontalo mampir di Asrama Salemba Jakarta sepulang dari mengikuti Jambore Nasional di Jawa Barat. "Koprol" merujuk kepada suatu tindakan untuk memuji-muji seseorang agar mendapatkan sesuatu dari orang tersebut. Ya, kira-kira semacam teknik persuasi terselubung untuk menggolkan kepentingan pribadi maupun kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berita-berita politik di media cetak Gorontalo oleh sebagian orang itu dianggap seluruhnya sebagai "koprol" belaka. Contohnya, berita tentang pernyataan seorang Ketua LSM yang inti pesannya adalah"seluruh pengurus dan anggota LSM tersebut dipastikan mendukung Bonnie Ointoe menjadi wakil gubernur".  Contoh lain adalah dukungan aktifis mahasiswa untuk mempertahankan Gusnar Ismail sebagai Wagub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita-berita seperti itumemiliki warna yang cukup menonjol di koran-koran kita. Setiap hari, bahkan. Si A dukung calon Z, si Bdukung calon Y, si C dukung calon X. Lengkap dengan alasannya masing-masing. Alasan yang kerap (juga) sangat tidak argumentatif. Lalu bagaimana cara khalayak pembaca koran `membaca' berita-beritaseperti itu? "&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Itu bo koprol saja…. Uwodito ta'u he pe' tapu&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;?" begitu mereka membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana ada berita berjudul "si A dukung calon Z", misalnya, pembaca akan memaknainya sebagai "&lt;strong&gt;si A bikin pernyataan dikoran mendukung si Z agar dia diberi (atau karena sudah diberi) proyekoleh si Z&lt;/strong&gt;". Ya, semudah itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EFEK BERITA POLITIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori dasar tentang efek suatu pesan dalam komunikasi atau suatu berita media massa menyebutkan bahwa sebuah berita memiliki empat tingkatan efek terhadap audiens; &lt;em&gt;awareness&lt;/em&gt; (perhatian), &lt;em&gt;interest &lt;/em&gt;(ketertarikan), &lt;em&gt;desire&lt;/em&gt; (keinginan) dan &lt;em&gt;action&lt;/em&gt; (aksi). Berita terjelek tentu saja tidak memiliki efek apa-apa terhadap target audiensnya. Ada berita yang sekadar diperhatikan oleh pembacanya. Si pembaca hanya melihat judul berita, lalu berpikir, "&lt;em&gt;Ooh, begitu&lt;/em&gt;", lalu mengalihkan perhatian ke judul yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang lebih baik, bila pembacanya tertarik membaca isinya untuk menjawab pertanyaan apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana. Setelah itu baru dia berpikir, "&lt;em&gt;Ooh,begitu&lt;/em&gt;". Berita yang lebih bagus lagi bila setelah membaca penuh beritanya, pembaca akan memberikan respon emotifnya. Berita itu membuatnya sedih, senang, marah sehingga muncul keinginan untuk melakukan sesuatu—walaupun kemudian itu tidak dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang terbaik adalah berita yang mampu membuat audiensnya melakukan sesuatu. Biasanya berita jenis ini mengena langsung ke aspek emosional maupun kognisi pembaca. Misalnya saja berita tentang korban bencana yang membuat pembaca datang ke bank dan menyumbangkan sebagian hartanya untuk korban bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, sejauh mana "berita koprol politik" mempengaruhi pembacanya? Dari berbagai penelitian media di Indonesia, sebagian besar pembaca koran lebih tertarik terhadap isu-isu yang dirasakan berkaitan langsung dengan hidupnya, seperti isu tentang wabah penyakit di daerahnya, kriminalitas di daerahnya, topik tentang olahraga dan juga infotainment. Berita politik tidak menjadi prioritas pembaca kecuali jika berita politik itu berkaitan dengan isu-isu di atas. Pendek kata, berita politik tidak begitu `laku' di sebagian besar masyarakat, sebab hanya sedikit orang yang melek politik dan memberikan perhatian terhadap politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan saya, di Gorontalo &lt;strong&gt;tidak lebih dari seribu orang&lt;/strong&gt; yang membeli koran untuk mengonsumsi &lt;strong&gt;berita politik&lt;/strong&gt;. Lebih banyak yang membeli koran karena berita tentangPersigo, pembunuhan sadis, bencana, atau kerusuhan. (Ini butuh penelitian kuantitatif untuk membuktikannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dari seribu orang pembaca berita politik itu, berapa orang yang terpengaruh oleh isi berita? Kira-kira lebih banyak yang hanya sampai pada tahap `memperhatikan' (tahap I). Sedikit yang`tertarik' (tahap II), lebih sedikit lagi yang `berkeinginan melakukan tindakan politik' (tahap III), dan lebih sedikit lagi yang`benar-benar melakukan tindakan politik' (tahap IV)  karena berita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah berita tentang konflik wacana antara Mansir Mudeng(Tim Sukses David Bobihoe) dan Thomas Mopili (TS Sun Biki) pada Pilkada Limboto tahun lalu. Hari ini pernyataan Mudeng, besok pernyataan Mopili, besoknya lagi balasan Mudeng, besoknya lagi tanggapan Thomas, dan seterusnya. Siapa yang dipengaruhi oleh rangkaian berita tersebut? Yang pasti Thomas dan Mansir (dan kelompok mereka masing-masing) saja yang sampai pada tahap IV. Ratusan orang lain hanya sampai pada tahap`memperhatikan' dan hanya puluhan saja yang sampai pada tahap `tertarik'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita-berita politik yang belakangan ini menonjol warna "koprol"nya juga hanya diperhatikan oleh ratusan orang dan hanya puluhan orang saja yang tertarik oleh isi berita. Kalau si kandidat politik "Z" berharap berita yang memuji-muji dirinya akan mempengaruhi khalayak ramai, dia salah besar. Sebab, seperti diurai di awal tulisan ini, berita-berita koprol akan dimaknai pembaca sebagai, "&lt;em&gt;si A bikin pernyataan di koran mendukung si Z agar dia diberi (atau karena sudah diberi) proyek oleh si Z&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kontraproduktif terhadap pencitraan si kandidat Z. Ditambah lagi, kredibilitas si A (sumber berita) yang kurang baik di lingkungannya akan ikut merusak kredibilitas si calon Z. Lalu bagaimana seorang kandidat dapat memanfaatkan media cetak untuk mendongkrak popularitas dirinya? Terlalu panjang untuk diuraikan disini. Tetapi si kandidat dapat menanyakannya kepada Fadel Muhammad, karena sejak dulu sepertinya Fadel paham betul teknik pencitraan lewat media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KREDIBILITAS KORAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi berita, pasti, ikut mempengaruhi kredibilitas media. Setiap media, sengaja atau tidak, memiliki &lt;em&gt;agenda setting&lt;/em&gt; sendiri dalam setiap isu. Media (baca: Pemred) punya tujuan dalam setiap isu yang diangkatnya. Bila media ingin pembacanya menyumbang untuk korban bencana, misalnya, maka dia akan setiap hari mengulas tentang kesulitan hidup para korban. Itu satu contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Pilkada Gubernur Gorontalo, seperti apakah &lt;em&gt;agenda setting&lt;/em&gt; media cetak daerah ini? Apakah &lt;em&gt;agenda setting&lt;/em&gt; itu dipengaruhi kuat oleh seorang atau sekelompok politikus daerah? Ataukah media tetap berdiri tepat di posisi yang pro pendidikan politik rakyat?Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab oleh para pemimpin redaksi. Setiap Pemred mesti dapat menjelaskan kepada pembacanya secara terbuka, terutama dalam kolom-kolom seperti "Tajuk Rencana","Sikap Kami", "Editorial", atau semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran juga memiliki hak untuk menapis sumber-sumber beritanya, disamping menapis isi berita. Sebab, kredibilitas sumber berita juga mempengaruhi kredibilitas koran. Sebagus apa pun pernyataan dalam berita, tidak akan berpengaruh positif jika si pemberi pernyataan adalah orang yang tidak kredibel di lingkungannya.Untuk melakukan penapisan itu, media-media cetak dapat mengurangi porsi &lt;em&gt;talk news&lt;/em&gt; dalam wilayah politik. &lt;em&gt;Talk news&lt;/em&gt; adalah berita berupa pernyataan seseorang. Alangkah baiknya bila berita-berita politik itu dikemas dalam bentuk ulasan lengkap, bukan sekadar pernyataan. Kalaupun harus membuat &lt;em&gt;talk news&lt;/em&gt;, media harus menapis sumber-sumber beritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya ingin membuka kisah ini. Seminggu yang lalu, saya menerima SMS yang isinya, "&lt;em&gt;Elnino, apakah koran-koran ini punyaFadel&lt;/em&gt;?". Dua hari kemudian ada SMS dari nomor yang berbeda, "&lt;em&gt;Kamu dikasih berapa sama Bonny&lt;/em&gt;?". Kemarin (Sabtu, 5 Agt) seorang pendukung Gusnar (begitu dia mengaku) menelpon saya sembari mencak-mencak,"&lt;em&gt;Ternyata tidak ada lagi wartawan independen&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka (seluruhnya politikus) bersikap seperti itu? Ya karenabanyaknya berita "koprol politik" yang dianggap merugikan. Saya hanya menjawab mereka dengan kalimat, "Yang menilai independensi koran adalah seluruh pembacanya. Politisi menganggap koran independen hanya kalau sesuai dengan kepentingannya."###&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4732394867442876396?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4732394867442876396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4732394867442876396' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4732394867442876396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4732394867442876396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/berita-koran-dan-politik-koprol.html' title='Berita Koran dan Politik Koprol'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4329928195906432952</id><published>2007-07-25T11:47:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T11:54:59.431+08:00</updated><title type='text'>FOTO-FOTO GORONTALO TEMPO DOELOE</title><content type='html'>Foto-foto dibawah ini diambil dari koleksi Foto-foto Gorontalo Tempo Doeloe Milis Gorontalo Maju 2020&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Bernostalgia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-23.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="site=widget-23.slide.com&amp;channel=216172782124192291&amp;cy=be&amp;il=1" width="426" height="320" name="flashticker" align="middle"/&gt;&lt;div style="width:426px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=be&amp;ad=0&amp;id=216172782124192291&amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-23.slide.com/p1/216172782124192291/be_t041_v000_a000_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=be&amp;ad=0&amp;id=216172782124192291&amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-23.slide.com/p2/216172782124192291/be_t041_v000_a000_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4329928195906432952?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4329928195906432952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4329928195906432952' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4329928195906432952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4329928195906432952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/foto-foto-gorontalo-tempo-doeloe.html' title='FOTO-FOTO GORONTALO TEMPO DOELOE'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-6335744243333625146</id><published>2007-07-25T11:23:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T12:06:55.254+08:00</updated><title type='text'>Jaringan Orang Biasa</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Agung Mozin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;25 Jul 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan ini terinspirasi dari pikiran dan harapan sebagai orang biasa. Yaitu dalam menuliskannya adalah seadanya, spontan tanpa berpikir panjang, tanpa riset dan data. Jadi aktualitas dan spontanitas, rasanya menjadi lebih terjangkau daripada kedalaman, maupun substansi data dan kebenaran ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala orang-orang biasa tidak butuh hasil penelitian. Dan sebagian pikiran yang saya tampilkan adalah hasil mendengarkan orang lain. Maka dengan rendah hati saya mohon diberikan banyak masukan agar kita menyatu dalam frekuensi yang sama sebagai orang-orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang biasa tidak punya kepentingan macam-macam, yang penting bagaimana hidup tenang dan menjalankan tugasnya dengan baik. Dia ingin kaya, tapi tidak ingin korupsi, ingin bekerja baik, tapi bukan juga pahlawan yang mau mengorbankan kepentingan keluarganya untuk suatu pekerjaan yang tidak jelas. Dan orang biasa tak punya kepentingan mengganggu stabilitas, karena tidak ada untungnya buat dia.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, keinginan kami direspon positif oleh banyak teman. Maka untuk mengawalinya saya ingin memberikan kronologi lahirnya Jaringan Orang-orang Biasa.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan membentuk atau mendirikan jaringan orang-orang biasa terinspirasikan dari sebuah bacaan ringan yang menulis tentang orang-orang biasa. Memang sederhana, tapi sangat bermakna dan dalam untuk ditulis, diingat dan dilembagakan. Maka mulailah didiskusikan dengan banyak sahabat yang merasa terusik dengan sebuah visi yang mempunyai nilai Ilahiah atau Transendental di balik kata atau sebutan orang-orang biasa, sehingga dengan dorongan teman-teman sejawat, maka kami melembagakan perkumpulan ini dengan nama Jaringan Orang-orang Biasa disingkat Jarobi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata mereka, gagasan ini akan menjadi sebuah titik awal dalam membangkitkan semangat dan rasa percaya diri bagi orang yang terpinggirkan atau titik balik bagi sebagian orang, di antara kita yang mulai berubah dan bergerak menjadi orang "luar biasa" akibat dari proses pembangunan di Gorontalo pascapembentukan provinsi atau otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin pimpinan partai, artis, selebriti, aktivis, professional, mungkin kontraktor, supplyer, pengusaha besar atau pimpinan daerah. Tapi menurut pengertian kami, Anda termasuk orang biasa. Kalau Anda tidak bermental penguasa, bukan pula provokator. Mungkin saja Anda punya kuasa atau kekuasaan, tapi tidak memaksa atau menindas. Mungkin juga Anda pejuang, tapi tidak eksklusif. Ciri orang biasa bukan harta atau jabatan, tapi sikap: Non hipokrit, Non pretensius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang biasa dalam arti umum yaitu, “tidak punya kelebihan,” sedangkan “orang biasa dalam pengertian kita, yaitu orang yang tidak dikaburkan kepolosannya oleh atribut kepentingan.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemrakarsa Jarobi, saya mengajak, “mari kita memperkuat keyakinan bahwa orang biasa sesungguhnya punya kemampuan merubah segalanya.“ Amat positif, tak perlu merasa tersisih oleh suara yang lebih bising atau keras, warna-warni yang menyilaukan, kekuatan bisa dicapai melalui harmoni dalam ke-“biasa-biasa“-an kita, secara kolektif membangun fundamental sebagai masyarakat yang tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegar karena mata hati kita terbuka, tegar karena saling menghargai, tegar karena mengerti persoalan. Ketegaran semacam ini tak melelahkan, tak rentan seperti kekuasaan, tidak menciptakan stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya jaringan ini mungkin akan mendapat respon macam-macam. Respon negative akan kami pergunakan sebagai koreksi diri, tapi yang paling positif adalah kebanggaan kawan-kawan yang menyatakan: “Saya orang biasa.” Jika Anda mau membaca “butir-butir ideologi orang biasa” ataupun visinya, saya yakin Anda ingin menjadi bagian dari jaringan orang-orang biasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama lagi kami akan mengumumkan perkumpulan kami dan pasti kami akan mengundang Anda untuk bergabung dengan orang-orang biasa lainnya, syarat keanggotaannya Anda yang Kepala Dinas, Kepala Biro, Pimpro atau pimpinan daerah harus orang biasa atau bersedia menjadi orang biasa selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung Mozin        &lt;br /&gt;Koordinator Pusat/&lt;br /&gt;Pemrakarsa Jaringan Orang Biasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-6335744243333625146?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/6335744243333625146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=6335744243333625146' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6335744243333625146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6335744243333625146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/jaringan-orang-biasa.html' title='Jaringan Orang Biasa'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-1715609663852268365</id><published>2007-07-25T11:21:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T11:23:17.205+08:00</updated><title type='text'>[Jokes] Borita Kodukaan Le Uupu</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rahmat Mohi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;22 Jul 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita kedukaan berasal dari keluarga Temey Isinini, ditujukan kepada keluarga Tiley Salasa, bahwa anakda Araba'a telah meninggal dunia pada hari Kamis, dan akan dikebumikan pada hari Jumat. Diharapkan keluarga datang pada hari Sabtu karena hari Minggu libur.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini cara cepat menghitung hari versi orang gorontalo:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahadi-ahadi...isinini mo upacara. Salasa-salasa...araba'a mo ndalengo. Araba'a-araba'a....hamisi paatali. Hamisi-hamisi...juma'ati mo tabia. Juma'a-juma'a....sahutu mo tilandahu. Sahutu-sahutu...ahadi libur pooli.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-1715609663852268365?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/1715609663852268365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=1715609663852268365' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1715609663852268365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1715609663852268365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/jokes-borita-kodukaan-le-uupu.html' title='[Jokes] Borita Kodukaan Le Uupu'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4871920322978721726</id><published>2007-07-25T10:51:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T11:16:16.422+08:00</updated><title type='text'>Birokrat : Good Bye Golkar (?)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino M. Husein Mohi&lt;br /&gt;23 Jul 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah dimulai dari siapa, entah darimana, diskursus tentang `perceraian' antara Partai Golkar dan Birokrasi menyeruak di Gorontalo. Harian lokal terkemuka, Tribun Gorontalo bahkan menempatkannya sebagai isu utama yang sampai hari ini masih hangat diperbincangkan. Jelas, partai pemenang 53 persen suara pemilih Gorontalo di Pemilu 2004 itu sangat dirugikan.Gusnar Ismail, mantan Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo, terusik. Gusnar yang wakil gubernur itu menyatakan, "Kita (birokrat) tak boleh melupakan sejarah (bahwa birokrat itu Golkar)." (Tribun, 15/07/2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini bukan untuk membantah Gusnar, bukan pula mendiskreditkan para oknum Golkar di daerah ini. Penulis hanya mencoba memberikan perkiraan seperti apa nanti nasib Partai Golkar Gorontalo ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LIMA KEKUATAN POLITIK&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ilmuan politik LIPI, Syamsudin Haris (2005) menyebut lima kekuatan politik yang berpengaruh dalam proses demokrasi: (1) Parpol, (2) Birokrasi, termasuk di dalamnya militer, (3) Ormas, termasuk di dalamnya para tokoh masyarakat, tokoh keluarga dan &lt;em&gt;opinion leader&lt;/em&gt; lainnya, (4) Kaum intelektual, yakni para akademisi dan mahasiswa, (5) Media massa, yakni TV, Koran, radio, internet dan media luar ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, pasca Pemilu 2004, Lingkaran Survey Indonesia (LSI) mengambil kesimpulan bahwa yang paling berpengaruh dalam politik pemilihan, utamanya dalam Pilkada, berturut-turut adalah (1) Birokrasi, (2) Ormas atau para opinion leaders, (3) Media massa, utamanya koran harian, (4) Kaum intelektual, dan yang paling sedikit pengaruhnya adalah (5) Parpol. (Presentasi Direktur LSI, Moh. Qodary di Universitas Indonesia, 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KONTEKS GORONTALO&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di daerah-daerah lain, tampaknya kekuatan birokrasi di Gorontalo juga sampai saat ini menjadi kekuatan politik utama. Pemilu 2004 serta Pilkada di Pohuwato, Limboto dan Bone Bolango dapat menjadi bukti bagaimana birokrasi berperan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Golkar (53%), 2004, tak lepas dari konsolidasi politik yang dilakukan oleh para birokrat, terutama di Kabupaten Gorontalo yang memiliki jumlah pemilih terbesar di provinsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Golkar Provinsi Gorontalo waktu itu, Ahmad Pakaya mengerahkan kekuatan birokrasi di kabupaten tersebut melalui tangan Sekda David Bobihoe demi memenangkan Golkar. Ini sulit dibantah. Bukankah ada camat yang tertangkap basah membagi-bagikan kaos Partai Golkar di masa kampanye kala itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pilkada Pohuwato, seluruh pasangan cabup/cawabup ada unsur birokratnya. Di Pilkada Limboto, Sekda Bobihoe menang mutlak dari pasangan Partai Golkar-dan ini tak lepas dari peran hampir 200 kepala desa yang dikoordinir camat-camat. Di Bone Bolango, kalangan birokrat cukup setia kepada mantan Penjabat Bupati Ismet Mile, sang pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus mengenai Partai Golkar, pemenang Pemilu 2004, tampak jelas sangat melemah setelah lepas dari polesan tangan Pakaya. Di Pohuwato, cabup/cawabup Partai Golkar kalah, di Limboto juga. Pohon Beringin tinggal berdiri di Bone Bolango, itu pun dalam posisi sebagai Wakil Bupati, bukan Bupati. Entah bagaimana dengan Pilkada Boalemo sekarang ini. Namun penulis yakin, pemenang Pilkada Boalemo adalah cabup/cawabup yang didukung oleh para birokrat di sana.Sebab, seperti kita bersama mengakui, Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki status sosial yang cukup berpengaruh. Seorang PNS menjadi referensi utama bagi keluarganya yang bukan PNS. Di saat yang bersamaan, PNS juga memiliki `garis komando'. Ketika pemimpin PNS (Gubernur/Bupati/Walikota atau para Sekda-nya) memberikan perintah (termasuk dalam persoalan politik Pemilu), maka segenap PNS dan keluarga mereka merujuk kepada perintah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalur lain, dalam ketiga Pilkada yang telah terlaksana, ikatan `ke-Golkar-an' meluntur, tampak dari sangat sedikitnya isu-isu yang mengarahkan agar `orang Golkar pilih cabup/cawabup dari Golkar'. Isu-isu utama kampanye Pilkada berputar-putar pada kredibilitas calon, kemampuan calon, &lt;em&gt;money politics&lt;/em&gt;, dan penggunaan birokrasi (yang menurut aturan harusnya independen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LEGISLATIF Vs. BIROKRASI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu. Golkar sudah menduduki kursi terbanyak di seluruh DPRD se-Gorontalo. Apa yang terjadi kemudian? Sudah menjadi rahasia umum bahwa para (oknum) anggota DPRD seringkali mencampuri urusan-urusan eksekutif, terutama dalam menentukan perusahaan pelaksana proyek-proyek daerah. Entah siapa yang berdiri pada posisi yang benar atau ideal demi rakyat, yang pasti ada benturan kepentingan di sana, antara birokrat dan legislator.Para birokrat (Sekda, Kepala Dinas, Pimpro, Pengawas, dll) akhirnya seperti terbelenggu oleh dua tali pengikat; instruksi pemimpin daerah (Gubernur, Walikota, Bupati dan wakilnya) dan intervensi anggota dewan (kebanyakan lewat telepon). Para birokrat, jadinya, &lt;em&gt;bangka-bangka dada&lt;/em&gt;, makan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka mencoba menggolkan misinya, dua tali itu menariknya kesana-kemari. Terpaksa, dengan pasrah, mereka mengikuti perintah dan intervensi itu dengan sedapat mungkin tidak melanggar prosedur baku (atau pura-pura tidak melanggar prosedur). Padahal birokratlah yang nantinya bakal menerima konsekuensi hukum jika `ada apa-apa' dengan proyeknya. Birokratlah yang senantiasa menjadi kambing hitam, dan begitulah selalu adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini meresahkan para birokrat. Di antara mereka ada yang melawan secara terbuka seperti yang dilakukan Kepala Dinas PU Kabupaten Gorontalo Haris Nadjamuddin di awal tahun 2006. Haris menyatakan siap mundur dari jabatannya mungkin karena merasa dizolimi oleh para anggota dewan. Tetapi lebih banyak birokrat yang menyerah kepada legislator, meski secara terpaksa alias tidak tulus alias dengan hati yang mendongkol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GOLKAR Vs. BIROKRAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan seperti ini tentu membahayakan bagi seluruh politisi anggota DPRD yang kerap mengintervensi para eksekutif. Para anggota DPRD menjadi tidak simpatik di mata birokrat-bisa jadi karena benturan kepentingan, bisa pula karena benturan hati nurani. Konsekuensinya, para birokrat pun jengah dengan partai-partai politik yang memiliki kursi di DPRD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, partai mana yang paling dirugikan secara politis oleh munculnya antipati birokrat ini? Tentu saja partai mayoritas di DPRD, dan itu adalah Partai Golkar. Meskipun anggota DPRD dari partai-partai lain juga ikut `bermain proyek', Partai Golkar tetap saja menjadi `korban kecitraan'. Ya itu, karena dia mayoritas di dewan. Apalagi seluruh Ketua DPRD se-Gorontalo dipegang oleh orang Golkar. Citra DPRD, akhirnya, dianggap sebagai citra Partai Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pimpinan birokrat, terutama mereka yang seringkali bersentuhan dengan DPRD, mungkin dapat memilah dengan tepat siapa saja dan dari partai mana saja anggota DPRD yang suka intervensi proyek. Mereka juga dapat memahami ada anggota legislatif non-Golkar yang bekerja secara ideal, dan ada juga di antara mereka yang `lebih kuning dari Golkar' (lebih intervensionis dari orang Golkar). Tetapi dalam konteks pencitraan politik, Golkar-lah yang paling dirugikan. Rusaknya citra anggota dewan, terutama dari Partai Golkar, di mata para birokrat seperti ini sangat berbahaya bagi Partai Golkar pada Pilkada maupun Pemilu akan datang. Imej yang tercipta dalam kognisi para birokrat sangat memungkinkan mereka berkata "&lt;em&gt;Good bye&lt;/em&gt;, Golkar" meski hanya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MISI GOLKAR KEDEPAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan oleh Partai Golkar untuk mengatasi persoalan ini? Ada tiga alternatif cara. Pertama, partai Beringin ini harus memaksa seluruh anggotanya bekerja secara ideal demi kepentingan masyarakat dan tidak bermain proyek. Setiap anggota Partai Golkar yang kedapatan melakukan pelanggaran mesti diberikan sanksi&lt;em&gt; `recall'&lt;/em&gt; dari pimpinan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menciptakan `citra' di mata para birokrat bahwa anggota DPRD dari Golkar  benar-benar bekerja ideal. Maksudnya, meski orang Golkar bermain proyek, para birokrat tetap meyakini bahwa orang Golkar tetap ideal. Ini sulit dilakukan karena bagaimana pun juga `permainan proyek' tetap harus melibatkan birokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menciptakan citra bahwa partai lain jauh lebih buruk dari Partai Golkar, bahwa orang Golkar masih mendingan dari orang partai lain. Ini mudah dilakukan bila di antara anggota DPRD non-Golkar ada yang bermain proyek. Cara ini telah dilakukan oleh Partai Golkar di tingkat nasional (DPR RI), yakni dengan keluarnya sanksi bagi Aziddin (anggota DPR dari Partai Demokrat) dari Badan Kehormatan DPR RI-sebuah badan yang diketuai oleh anggota DPR dari Partai Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara ini, opini publik digiring untuk mendiskreditkan partai lain, bukan Partai Golkar, meski pun mungkin pada kenyataannya orang-orang Golkar `sama saja' dengan orang yang diberi sanksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi menyarankan agar Partai Golkar se-Gorontalo melakukan cara pertama, yakni bekerja secara ideal demi kepentingan rakyat. Sebab, efek pencitraan dengan cara tersebut juga sangat kuat karena yang dipersembahkan kepada publik bukanlah suatu `citra' belaka tetapi suatu `fakta'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi para birokrat sendiri, mereka lebih terpengaruh oleh fakta, bukan oleh citra-karena mereka tahu betul kenyataan yang ada. Lagipula, hampir seluruh PNS adalah mereka yang lumayan tingkat keterdidikannya. Birokrat bukan orang bodoh yang mudah dipengaruhi oleh `citra'. Artinya, jika orang Golkar lebih mementingkan pencitraan daripada fakta untuk meraup simpati kalangan birokrat (yang sangat kuat secara politis itu), maka hampir bisa dipastikan bahwa usaha itu akan gagal.###&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4871920322978721726?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4871920322978721726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4871920322978721726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4871920322978721726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4871920322978721726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/birokrat-good-bye-golkar.html' title='Birokrat : Good Bye Golkar (?)'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-2535794160056495738</id><published>2007-07-25T10:26:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T10:28:37.442+08:00</updated><title type='text'>Penyebab Banjir</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Rahman Dako&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;2 Jul 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Siklus musiman, 5 sampai 6 tahun sekali.  Kalo melihat siklus banjir di laporan dari Pemda Provinsi Gorontalo, terlihat data yang ada di &lt;em&gt;website&lt;/em&gt; tersebut hanya yang tahun 1970-an, 1997, 2000, 2001, 2006 (perlu dilihat lagi).  Kalo melihat siklusnya, ini bukan 5 atau 6 tahunan, ttapi ada yang tak beres setelah tahun 1997.  Sebagai orang yang lahir dan besar di Gorontalo, saya melihat ada banyak tempat yang jarang dan bahkan tidak pernah banjir sama sekali sejak saya kecil, sekarang hampir pasti banjir setiap 2 tahun sekali.  Misalnya dibeberapa tempat seperti Pasar Bongomeme, Dulamayo, Heledulaa, Marisa, Dumbaya Bulan, pinogu, lombongo, dan beberapa tempat lagi.  Jadi kalo bicara siklus, mungkin ini ada benarnya tetapi juga banyak yang belum tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Banjir tahun 1970-an belum banyak dana yang dikeluarkan bendungan, tanggul, penghijauan, serta proyek-proyek perbaikan aliran sungai dan danau.  Secara geography memang daerah Gorontalo terutama di muara sungai Bone dan Bolango, rawan banjir, tetapi itu diperparah oleh kondisi-kondisi hasil perbuatan manusia, terlebih merupakan akumulasi pemerintah mulai dari Orde Baru sampe Gubernur sekarang ini yang tidak memberikan perhatian yang serius terhadap masalah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali penyebab banjir versi BAPPEDA lebih menonjolkan akibat yang ditimbulkan, bukan akar masalah dari banjir itu sendiri.  Menurut pendapat saya, yang perlu dibenahi adalah kemauan politik yang sungguh2 dari pemerintah untuk mengelola alam ini secara lebih bijaksana dan mensejahterakan kita, bukan menyengsarakan.  Beberapa waktu lalu saya membaca Gorontalo Post yang memuat kesepakatan DPR dan Pemerintah untuk membangun jalan di kawasan Taman Nasional Dumoga Nani Wartabone (Aladi - Tulabolo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, banjir menurut saya bukan hanya karena faktor alam, tetapi juga lebih-lebih adalah faktor manusianya.  Perlu adanya gerakan politik lingkungan karena memang menurut saya penanggulangna banjir seharusnya diselesaikan secara politik.  Walikota boleh berbangga mendapatkan adipura, tetapi saya mengganggap dia gagal menata kota Gorontalo karena secara politis tidak berhasil mendesak Bupati Gorontalo dan Bone Bolango untuk menghijaukan DAS Limboto dan Bone Bolango.  Malahan, sawmill-sawmill penampungan illegal logging di Provinsi Gorontalo lebih banyak berada di Kota Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu, mohon maaf kalo ada yang tidak berkenan,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-2535794160056495738?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/2535794160056495738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=2535794160056495738' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2535794160056495738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2535794160056495738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/penyebab-banjir.html' title='Penyebab Banjir'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-7489695560187771627</id><published>2007-07-25T09:50:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T10:05:19.446+08:00</updated><title type='text'>Gorontalo dan Dekadensi Moral</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Muh. Surya&lt;br /&gt;17 Jun 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat perkembangan yang terjadi di propinsi Gorontalo akhir - akhir ini khususnya di bidang ekonomi dan politik sungguh sangat memiriskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EKONOMI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memang secara teoritis, pertumbuhan ekonomi propinsi Gorontalo mengalami kenaikan. Namun kenyataannya, perputaran uang hanya terjadi di lingkungan pengusaha, kontraktor, pejabat - pejabat serta anggota dewan. Rumah - rumah mentereng, mobil - mobil mengkilap dan Deposito / Tabungan menggunung hanyalah milik mereka -mereka itu. Sebaliknya, kebanyakan rakyat masih berada jauh dari garis kesederhanaan alias &lt;em&gt;&lt;strong&gt;misikini&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Jangankan kemewahan - kemewahan tersebut, BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang mereka terima saja masih di potong sana - sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekurangnya ada dua penyebab terjadinya kesenjangan tersebut. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; : Pemerintah Daerah ( prop / kota / kab ) yang tidak becus mengelola keuangan daerah ( kebocoran dana di sana-sini ) dan tidak mampu menggali PAD (Pendapatan Asli Daerah) secara kreatif serta terus - terusan hanya mampu melobi dana dari pusat dengan mengatasnamakan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, Anggota - Anggota Dewan ( prop / kota / kab ) yang katanya terhormat, tidak mempunyai &lt;em&gt;sense of crisis&lt;/em&gt; dan sering menghambur - hamburkan uang rakyat dengan berbagai alasan, seperti Studi Banding, Dana Mobilisasi, dll. Padahal semuanya omong kosong belaka! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;POLITIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melihat perkembangan politik di daerah ini, rakyat seakan - akan hidup di Italia yang penuh dengan mafia -mafia yang berkedok dan mengatasnamakan rakyat, namun kenyataannya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;nonsense&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;! Suhu politik yang semakin memanas seiring dengan semakin dekatnya Pilkada di Boalemo dan Pilgub disebabkan karena ketamakan dan keserakahan poli tikus - politikus yang dengan entengnya menjual nama rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dalam pemilihan langsung, siapa pun yang terpilih secara mayoritas, otomatis adalah milik seluruh rakyat dan wajib mensejahterakan rakyat, bukan TS - TS (Tim Sukses—red) yang sering di plesetkan menjadi &lt;em&gt;Tim Susupo&lt;/em&gt;, karena TS - TS inilah yang gencar mempropagandakan calonnya dengan menghalalkan segala cara, seperti menghujat, memfitnah dll. Dan yang lebih memiriskan, figur - figur yang menjadi jagoan dari TS - TS tersebut membiarkan hal ini dan bermain di belakang layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kesenjangan ekonomi dan keruhnya situasi politik di Propinsi Gorontalo ini terjadi karena dekadensi moral para pengambil kebijakan, baik eksekutif, legislatif dan TS - TS makelar politik. Jika fenomena dekadensi moral ini dibiarkan berlarut - larut tanpa solusi dan kesadaran pelakunya, maka jangan heran jika Propinsi Gorontalo akan terpuruk lebih dalam. Sementara semboyan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; hanyalah tinggal slogan kosong belaka, yang akhirnya seluruh rakyat harus ikhlas jika murka Tuhan YME akan menimpa propinsi Serambi Madinah ini seperti yang terjadi di dua daerah Istimewa yang terkena tsunami dan gempa bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya untuk bung Nino dan mang Asep yang kebetulan juga adalah wartawan, peran serta kalian dan seluruh wartawan di propinsi Gorontalo ini semakin dituntut lebih profesional dalam menulis berita. Jika perlu, boikot saja pernyataan - pernyataan yang mengadu domba rakyat yang keluar dari mulut para Pejabat, Politikus dan TS - TS nya. Kepada seluruh anggota milis yang mempunyai rasa memiliki dan mencintai propinsi ini, peran aktif kalian semua sangat dibutuhkan untuk kelangsungan pembangunan dan kemaslahatan rakyat. SALAM DAMAI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-7489695560187771627?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/7489695560187771627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=7489695560187771627' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7489695560187771627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7489695560187771627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/gorontalo-dan-dekadensi-moral.html' title='Gorontalo dan Dekadensi Moral'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4896997323738355362</id><published>2007-07-25T09:38:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T09:44:52.672+08:00</updated><title type='text'>Sandi Uno, Leadership dan Bisnis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Bakrie Arbie&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;14 Jun 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan tadi saya dengar wawancara Sandiaga Salahuddin Uno, ketua HIPMI, yang kata Delta-FM, &lt;em&gt;the rising sta&lt;/em&gt;r. Tiga hal utama yang dikatakan beliau adalah 1) akses peluang usaha, 2) SDM yang mumpuni/profesional yang perlu menyesuaikan dengan era pasca reformasi,dimana tadinya bisnis masih dalam era subsidi, koneksi sehingga banyak pengusaha yang matang karbit, 3) akses permodalan dimana belum ada keberpihakan bank terhadap pengusaha muda yang mulai tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat point penting tersebut maka untuk Gtlo kita telah menemukan seorang &lt;em&gt;leader&lt;/em&gt; dalam dunia usaha untuk nanti dikaitkan dengan &lt;em&gt;Bantayo Lolipu&lt;/em&gt; (kalau disetujui). Mengingat suasana Pilkada saat ini saya jadi teringat akan bentuk-bentuk leadership yaitu di bidang politik dan kepemerintahan, bidang usaha, ekonomi dan industri, bidang sosial budaya dan pendidikan, bidang pengetahuan dan teknologi, bidang hukum/peradilan dan bidang lingkungan/pelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang keamanan dan kriminal sudah ada jalur khusus yakni TNI/POLRI. Memang yang selalu menarik untuk diperebutkan adalah politik dan pemerintahan karena di negara berkembang seolah-olah hanya itulah segalanya (&lt;em&gt;mapulita&lt;/em&gt;).Orang yang tak sempat di jalur tersebut sebenarnya masih bisa menjalankan jalur/bidang lain diatas seperti bisnis yang bergerak dibidang &lt;em&gt;profit center.&lt;/em&gt; Mereka inilah yang menjadi &lt;em&gt;entrepreneur&lt;/em&gt; yang mencari celah-celah usaha, memberi kerja, membayar pajak dan syukur sudah ada sekarang apa yang disebut &lt;em&gt;Corporate Social Responsibility&lt;/em&gt; yang memperhatikan masyarakat di sekitar mereka berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ahli pendidikan, hukum atau lingkungan dll bisa berprakarsa untuk menjadi leader di bidangnya masing-masing. Memang bobot pejabat pemerintah menjadi tinggi karena kemampuan dana, pengaturan dan fasilitasi di segala bidang--yang sebenarnya menjadi tugasnya sebagai &lt;em&gt;cost center&lt;/em&gt; (terutama di negara berkembang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, &lt;em&gt;leader&lt;/em&gt; bidang lain hampir setara karena kemampuan keuangan dan knowledge/informasi dari masing-masing bidang. (Menurut hukum termodinamika akan menjadi sama apalagi dibantu dengan teknologi informasi). Saat saya di PUSPIPTEK Serpong, saya pernah terima tamu pak Habibie, yaitu Alexander Haig dan karena kebetulan beliau seorang Jenderal tadinya, mantan Menlu dan saat itu sudah jadi pengusaha, beliau guyon, bahwa yang menghidupkan industri dan kesejahteraan  di AS hanya beberapa General yaitu General Electric, General Motor, General Dynamics dan General Atomic yang memberikan kerja bagi puluhan bahkan ratusan ribu orang dan merupakan pembayar pajak yang menghidupi para birokrat. Jadinya, hiduplah leader-leader dalam bentuk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saya sering nguping tentang Pemda di seluruh Indonesia yang ternyata cukup membanggakan pandangan dari segi kepemerintahan (belum tentu mewakili keseluruhan bangsa) bahwa Gorontalo dan Sragen sangat responsif dalam segi entrepreneur serta tanggap terhadap inovasi.S emoga selalu menjadi prima menuju Gorontalomaju 2020. Odu olo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4896997323738355362?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4896997323738355362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4896997323738355362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4896997323738355362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4896997323738355362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/sandi-uno-leadership-dan-bisnis.html' title='Sandi Uno, Leadership dan Bisnis'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-5104256062250798053</id><published>2007-07-25T09:20:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T09:26:27.575+08:00</updated><title type='text'>Ketika Orang Gtlo Asing di Negeri Sendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Olivia&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;9 Jun 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu politik di provinsi Gorontalo kian hari semakin panas, sepanas Gunung Merapi di Yogyakarta. Bukan itu saja, malahan di dunia birokrasi saja suhunya minta ampun panasnya. Entah karena kepentingan orang perorang atau kepentingan politik, sampai - sampai terjadi TUTUHIYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekrutan pejabat eselon 2, 3, 4 tidak melalui prosedur yang ada. Buktinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada pejabat eselon 2 yang RANGKAP JABATAN.&lt;br /&gt;2. Perekrutan ada yang tidak melalui DIKLAT.&lt;br /&gt;3. Ada pejabat Eselon yang, karena demi kepentingan, dipaksakan menempati jabatan eselon, walaupun bukan disiplin ilmunya yang akandia tempati.sedangkan banyak pejabat eselon 2 yang non job.&lt;br /&gt;4. Tidak ada teguran dari GUB/WAGUB atas pejabat eselon 2 yang suka bolos ke kantor.&lt;br /&gt;5. Banyak merekrut pejabat yang bukan putra daerah, sedangkan pejabat putra daerah asli yang mampu pada bidang tersebut hanya dinon jobkan. Kalau memang belum ada, kenapa tidak dipersiapkan? Pernahkah Gub/Wagub mempersiapkannya? Mana buktinya? Kalau benar ada niatan untuk mempersiapkan seharusnya mempersiapkan putra daerah, jangan import melulu donk dan , setelah itu pejabati mport sudah bisa di pulangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir 6 tahun provinsi ini terbentuk, tapi kita masih tetappakai yang import.Perlu di INGAT, terbentuknya Provinsi Gorontalo karena ketidakpuasanorang -orang Gorontalo atas perlakuan orang - orang di SULUT.Tapi setelah Provinsi terbentuk, malah kita rakyat Gorontalo tidakada bedanya dengan waktu masih gabung dengan SULUT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SILAHKAN CARI BUKTINYA...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-5104256062250798053?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/5104256062250798053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=5104256062250798053' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5104256062250798053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5104256062250798053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/ketika-orang-gtlo-asing-di-negeri.html' title='Ketika Orang Gtlo Asing di Negeri Sendiri'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-7218048126437015434</id><published>2007-07-25T08:57:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T09:16:05.875+08:00</updated><title type='text'>Gubernur Pilihan Kita : Adakah?</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Funco Tanipu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dinukil saat Merapi mulai memuntahkan awan panasnya; 8 Juni 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rajut wacana yang lahir di milis ini tentang Gubernur Idola menurut saya sangat menarik. Menarik karena semua peserta rupanya punya idola masing-masing tentang siapa yang "seharusnya" memimpin Gorontalo. Banyak bertabur nama di altar milis ini. Semua dalam kategori yang ideal atau menurut kehendak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya katakan menurut kehendak sendiri? Bukan pada kehendak orang banyak? Sebab, pengutaraan sikap lebih banyak didominasi oleh rasa kita yang subyektif atau tidak memiliki standar obyektif yang menggunakan prinsip-prinsip yang representatif. Kehendak sendiri pun lebih banyak dipicu oleh"kedekatan", "ketidaksukaan", "kegeraman" dan "kepentingan". Dari keempat prinsip "atas nama kehendak sendiri" inilah banyak yang merumuskan siapa Gubernur Idola Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita merumuskan sebuah formula demokrasi yang tepat bagi Gorontalo. Artinya, formula penjaringan Gubernur jangan saja diletakkan di pundak elit, seperti yang selama ini terjadi. Atau di pundak mereka yang bisa "bersuara", seperti diungkap Gayatri C. Spivak dalam &lt;em&gt;Can The Subaltern Speak&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apakah formula yang minimal bisa mewakili suara mereka yang selama ini tidak bisa bersuara atau dimatikan suaranya? Saya mengandai sekiranya tanah kita punya seseorang yang memiliki suara yang representatif, maka sepertinya tidak perlu lagi adanya PILGUB. Tetapi, itu sebuah pengandaian yang tidak mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang baru lalu terjadi, wacana tentang Penunjukkan Langsung terhadap Gubernur adalah hal yang tidak pas bagi saya. Bukankah masih banyak stok kader yang mau bertarung di arena Pilgub kita? Saya hanya bisa heran dengan sikap elit partai politik yang selama ini membatasi diri dengan calon yang menurut kehendak sendiri. Saya bisa mengerti bahwa syarat menjadi calon Gubernur tidak saja memiliki kualitas berfikir, bermotivasi tinggi, memiliki visi yang cerdas dan juga memiliki kekuatan fisik, spiritual dan materi yang mumpuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sampai sejauh mana mekanisme penjaringan calon Gubernur dapat menyentuh konstituen? Dimanakah peran konstituen ketika memasuki pencalonan Gubernur? Apakah ada partai yang melakukan penjaringan mulai dari tingkat bawah? Mengapa masih ada peniadaan suara seperti yang terjadi selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taburan nama seperti Arusdin Bone, R. Dako, Amanda Katili dan lain-lain bagi saya adalah menarik sekaligus tidak menarik. Menariknya, pertama, kita sudah menyiapkan generasi selanjutnya pemimpin Gorontalo dengan menimbang-nimbangnya melalui media. Kedua, menarik pula untuk dipertontonkan bahwa ada juga stok yangberkualitas. Ketiga, menarik pula untuk dijadikan bahan perbandingan rakyat dalam memilih Gubernur nanti. Maka, karena ia sebagai bagiandari proses pencerahan perlu untuk kita apresiasi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi menjadi tidak menarik ketika, pertama, nama-nama yang ditabur tadi menjadi bola liar yang akan dipermainkan seperti "mainan" oleh elit politik dan malah dijadikan hiburan politik di kala suntuk setelah habis "berkoprol". Kedua, menjadi tidak menarik ketika mereka yang menabur nama-nama ini tidak membuat gerakan politik yang nantinya menjadi landasan "bermain" calon alternatif ini. Misalnya, menawarkan calon ini kepada partai politik yang ada di DPRD atau non DPRD dengan jalan menggalang koalisi taktis dengan mengusung isu-isu pemersatu koalisi. Di samping itu, juga melakukan penggalangan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat opini calon alternatif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, menggalang dukungan dana dari founding yang memiliki kepentingan terhadap Pilgub kita ini. Membuat gerakan politik yang elegan menurut saya adalah langkah bertanggung jawab dibanding kita secara sembarang menabur nama-nama tanpa menghitung efek politis yang lahir dari langkah kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Pilgub ini tidak saja perlu kita isi dengan bermain-main nama calon Gubernur Idola Kita. Tetapi juga melakukan pendidikan politik seperti &lt;em&gt;Voters Education&lt;/em&gt;, Kampanye Politik Damai, Dialog Antar Kandidat yang akhirnya akan mencerahkan masyarakat kita. Di samping itu pula harus dilakukan adanya manajemen yang terarah, terkontrol, sistematis dan transparan serta akuntabel terhadap sistem pemilihan Gubernur kita. Mulai dari pendaftaran, pengecekan kesehatan calon, debat kandidat, pengawasan keuangan yang ketat, pengawasan kampanye, distribusi logistik pemilu, pendataan pemilih, pemantauan pemilihan, dan evaluasi pemilihan. Agar kesalahan kita di Pemilu 2004 tidak terulang lagi. Saya rasa puluhan orang yang tergabung di milis ini masih menyisakan nuraninya untuk memikirkan seperti apa Pilgub kita nanti, apakah akan mengakhiri dengan bahagia atau air mata?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-7218048126437015434?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/7218048126437015434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=7218048126437015434' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7218048126437015434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7218048126437015434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/gubernur-pilihan-kita-adakah.html' title='Gubernur Pilihan Kita : Adakah?'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-729575292805899019</id><published>2007-07-24T20:23:00.000+08:00</published><updated>2007-07-25T08:37:46.017+08:00</updated><title type='text'>Renungan Seorang Kawan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ani Sekarningsih&lt;br /&gt;29 Mei 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebuah renungan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah merupakan sebuah kebetulan bahwa selang beberapa tahun dua daerah yang notabene Di-Istimewakan di Indonesia justru mendapatkan bencana yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Istimewa Aceh dan Daerah Istimewa Yogyakarta ? (DI Aceh dan DI Yogya) Secara Geografis tidak ada kaitan secara langsung meskipun ada jalur patahan Eurasia dan Australia yang melintas di garis pantai masing-masing daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak pernah sebelumnya ada kajian bahwa potensi terjadi gempa lanjutan dari peristiwa Tsunami kemarin adalah Yogya !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara budaya memang wajar bila dua daerah tersebut diberikan otoritas sebagai Daerah Istimewa, tapi bukan karena itu kan pilihan bencana juga terjadi di daerah tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski relatif lebih ringan dibandingkan Tsunami tapi karena terjadi di pulau Jawa efeknya juga terasa sekali. Paling tidak lebih dari 10 - 20 orang di kantor hari ini ijin untuk melihat kondisi keluarganya yang ada di daerah sekitar Yogya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya di masing masing organisasi bisa mengkoordinasikan bantuan yang bisa diberikan, mereka benar-benar butuh bantuan logistik (sandang, makanan). Salah seorang kawan di Yogya mengaku rumahnya rata dengan tanah, semua pada tinggal di camp pengungsian. Benar-benar butuh logistik. Dikirimkan langsung saja melalui rekan-rekan yang punya keluarga di daerah Yogya dan sekitarnya, yang amanah, yang pasti menyampaikan ke tangan pertama dari korban. Atau lewat jalur bantuan lain yang kredibilitasnya dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan ini hanya garis takdir tanpa ada pertanda terhadap apapun. Bukan pertanda bahwa setelah dua Daerah Istimewa (DI Aceh dan DIY), target Allah berikutnya adalah Daerah Khusus. Dimana lagi kalau bukan Daerah Khusus Ibukota, ya kota Jakarta kita ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-729575292805899019?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/729575292805899019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=729575292805899019' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/729575292805899019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/729575292805899019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/renungan-seorang-kawan.html' title='Renungan Seorang Kawan'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-2676527003490945949</id><published>2007-07-24T20:22:00.000+08:00</published><updated>2007-07-24T20:23:24.743+08:00</updated><title type='text'>Mengapa Lelaki Berbohong</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ani Sekarningsih&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;18 Mei 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika sedang menebang pohon, seorang penebang kayu kehilangan kapaknya karena jatuh kesungai. Lalu dia menangis dan berdoa, sehingga Dewa muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kamu menangis?"&lt;br /&gt;Si penebang kayu sambil terisak menceritakan bahwa kapak sebagai sumber penghasilan satu-satunya telah jatuh kesungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Dewa menghilang dan muncul kembali membawa kapak emas. "Apakah ini kapakmu?"&lt;br /&gt;"Bukan, Dewa " Lalu Dewa muncul kembali membawa kapak perak. "Apakah ini kapakmu?"&lt;br /&gt;Lalu Dewa mengeluarkan sebuah kapak yang jelek dengan pegangan kayu dan mata besi "Apakah ini kapakmu?"&lt;br /&gt;"Ya, Dewa, benar ini kapak saya"&lt;br /&gt;"Kamu orang jujur, karena itu Aku akan memberikan ketiga kapak ini untukmu sebagai upah kejujuranmu"&lt;br /&gt;Lelaki itu sangat bersyukur dan pulang dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian ketika sedang menyeberang sungai, istrinya terjatuh dan hanyut.&lt;br /&gt;Lagi, si penebang kayu menangis dan berdoa. Kemudian Dewa muncul. "Mengapa kamu menangis?"&lt;br /&gt;"Istri saya satu-satunya yang sangat saya cintai terjatuh ke sungai, Dewa"&lt;br /&gt;Lalu Dewa menghilang kedalam sungai dan muncul kembali dengan membawa Jennifer Lopez "Apakah ini istrimu?" "Ya, Dewa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Dewa marah dan berkata "Kamu berbohong, kemana perginya kejujuranmu?"&lt;br /&gt;Lelaki itu dengan takut dan gemetar berkata, "Dewa, seandainya saya tadi menjawab tidak, Dewa akan kembali dengan membawa Britney Spears, dan jika saat itu saya juga menjawab tidak, Dewa akan kembali membawa istri saya yang asli, dan jika ketika itu saya menjawab iya, Dewa akan memberikan ketiganya untuk menjadi istri saya. Saya ini orang miskin,Dewa, tidak mungkin saya bisa membahagiakan tiga orang istri..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN: Lelaki berbohong itu demi kebahagiaan orang  lain...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener nggak, sih.....???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-2676527003490945949?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/2676527003490945949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=2676527003490945949' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2676527003490945949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2676527003490945949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/mengapa-lelaki-berbohong.html' title='Mengapa Lelaki Berbohong'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4151762024452943595</id><published>2007-07-24T20:17:00.000+08:00</published><updated>2007-07-24T20:19:18.321+08:00</updated><title type='text'>Bubarkan LSM Gadungan (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Rahman Dako&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;8 Mei 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih senang memakai istilah Ornop (NGO) daripada LSM.  Sebagai pekerja NGO, saya sependapat dengan Ibu Dewi bahwa memang tidak semua NGO sama.  Karena saya banyak bergelut di NGO lingkungan, pendapat saya mengenai NGO banyak dipengaruhi oleh literature mengenai hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NGO mulai dikenal luas sejak tahun 1960-an, sebagai kelompok yang mencari alternatif lain dari konsep pembangunan kala itu yang lebih banyak dikendalikan oleh pemerintah dan sebagai aktor alternatif implementor pembangunan.  Sebagai kelompok yang 'non government' tentunya gerakan NGO tidak lepas dari aktivitas politik.  Dalam banyak literature, NGO dikategorikan sebagai bagian dari Gerakan Sosial Baru (New Social Movement) berbarengan dengan gerakan2 lainnya misalnya feminism, lingkungan, dll.  Dikatakan baru karena gerakan sosial ini berbeda dengan gerakan-gerakan sosial sebelumnya.  Gerakan baru ini lebih banyak dipelopori oleh kelas menengah dan tidak dibatasi oleh lingkup negara (stateless).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja NGO tidak sama karena ada yang berbasis gereja atau organisasi Islam, ada yang punya link ke partai politik, ada yang sekuler, ada yang lebih akademik, ada yang terinspirasi oleh Vatican II, Marxism, Freirian, dll.  Namanya juga organisasi yang dibentuk oleh hanya beberapa orang saja.  Tetapi ada banyak sekarang NGO yang telah punya cabang di hampir seluruh dunia misalnya untuk NGO lingkungan ada WWF, The Nature Conservancy, Conservation International, Green Peace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literature yang ditulis oleh Princen dan Finger (1997) NGO lingkungan dibedakan dalam beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Orientasi ideology: Ada yang lebih kompromi, ada juga yang radikal, ada yang realist, ada yang fundamental, ada yang terinspirasi oleh feminism, ekologi dalam, spiritual ekologi, sosial ekologi dan bioregionalism.yang berorientasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Perbedaan budaya: biasanya dibedakan atas NGO utara (western/negara maju) dan NGO selatan (negara berkembang).  NGO di selatan lebih berakar pada masalah politik dan HAM.  Di Latin Amerika dan Philipina, NGO banyak dipengaruhi oleh gerakan gereja Katolik.  NGO di utara lebih banyak bergelut dengan proses institusionalisasi dan birokrasi serta menyerupai organisasi bisnis.  NGO lingkungan di Eropa memulai gerakan sosialnya dengan anti nuklir di tahun 1970-an.  NGO di Utara kebanyakan "hidup" dari isu-isu NGO di selatan.  Ada juga negara yang tidak boleh ada NGO, misalnya Vietnam (hanya ada NGO internasional).  Teman saya dari China juga bilang mereka tidak kenal NGO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  NGO juga dibedakan dari legal status dan pengakuan negaranya masing-masing.  Di Utara, setiap individu berhak untuk mengorganisir diri, melakukan loby dan protes.  Di kita masih ada juga aktivis NGO yang ditangkap atau dituduh melakukan pencemaran nama baik, walaupun telah dijamin oleh UUD 45 pasal 28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak keruntuhan Soeharto, ada banyak NGO yang bermunculan beriringan dengan banyaknya proyek-proyek Bank Dunia, IMF, ADB, Japan Bank yang "membantu" mengatasi krisis ekonomi.  Kalo mau dihitung2 yang lahir dijaman sebelum Soeharto, 10 jari so talebe untuk menghitung jumlah NGO di provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo waktu itu.  Makanya wajar kalau sekarang muncul istilah-istilah LSM Gadungan, LSM Broker, LSM KUT, LSM Plat Merah, LSM-LSM-an.  Ada juga istilah LSM Supermarket, maksudnya LSM yang melayani semua masalah, mulai dari petani/nelayan, lingkungan, gender, anak-anak, partai politik, KUT, pokoknya TOSERBA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi pembiayaan, umumnya NGO dibiayai oleh dana-dana luar negeri.  Ini berhubungan dengan prinsip NGO yang stateless tadi. Biasanya NGO luar negeri atau funding agency di Utara mencari biaya untuk gerakan NGO di selatan atau NDO utara mencari lokasi implementasinya di selatan.  Kondisi di Indonesia saat ini, ada banyak LSM yang dibiayai oleh ormas Islam/Kristen, partai politik, politisi, mantan pejabat, kampus/dosen, bahkan banyak perusahaan-perusahaan besar jg banyak membuat dan membiayai gerakan LSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kegelisahan Kang Asep dan Pak Kilis bahwa memang NGO terutama di Indonesia telah banyak mengalami polarisasi, tetapi masih ada juga beberapa NGO yang masih bisa dipercaya seperti ti Ibu Dewi bilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4151762024452943595?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4151762024452943595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4151762024452943595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4151762024452943595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4151762024452943595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/bubarkan-lsm-gadungan-2.html' title='Bubarkan LSM Gadungan (2)'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-5432875786521999184</id><published>2007-07-24T15:21:00.000+08:00</published><updated>2007-07-24T15:25:08.444+08:00</updated><title type='text'>Memo from God</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ani Sekarningsih&lt;br /&gt;2 Mei 2006&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;AKUlah penciptamu. Aku akan turut campur dalam segala permasalahan hidupmu. Ingat, Aku tidak membutuhkan bantuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak SFGTD (&lt;em&gt;something for God to do&lt;/em&gt;)-mu. Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak SFGTD-mu, engkau tidak perlu lagi melanjutkan kekuatiranmu. Lebih baik engkau terjunkan dirimu melanjutkan peran hidupmu saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau terjebak kemacetan, jangan bringas. Karena ada orang-orang yang memang ditetapkan mendahuluimu untuk kepentingan yang mengungkapkannya saja dia sudah tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau merasa hari-hari di kantormu tidak begitu baik, pikirkanlah orang-orang lain yang keluar dari kantor beberapa tahun lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hubunganmu memburuk, pikirkanlah orang-orang yang sudah lupa rasa mencintai dan dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau masih bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk liburanmu; engkau masih lebih beruntung dari wanita penjahit yang bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu demi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mobilmu rusak, pikirkanlah orang yang bahkan untuk berjalan saja dia sudah tidak mampu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau berkaca di cermin merapikan rambutmu, pikirkanlah orang yang sedang sakit kanker yang selalu berharap rambutnya segera tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau merasa menjadi korban dari kesalahan, kegetiran, pengabaian, ketidak-nyamanan orang lain, ingatlah sesuatu atau seseorang dapat saja salah, dan mungkin engkau salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai bahan renungan agar senantiasa disamping kita selalu berjuang menuju hidup yang lebih baik, kita selalu mensyukuri hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah engkau sampaikan pesan ini ke kawan-kawanmu? Jika ya, paling tidak engkau akan menambah Penghuni Negeri Orang Bahagia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-5432875786521999184?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/5432875786521999184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=5432875786521999184' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5432875786521999184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5432875786521999184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/memo-from-god.html' title='Memo from God'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8920366584604346933</id><published>2007-07-24T15:17:00.000+08:00</published><updated>2007-07-24T15:21:09.053+08:00</updated><title type='text'>Bubarkan LSM Gadungan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Vhito Kilis&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;4 Mei 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perkembangan propinsi Gorontalo, ada hal menarik bahkan sudah menjadi satu fenomena untuk disimak, yakni menjamurnya LSM - LSM di Propinsi Gorontalo ini. Dari sisi positif, menjamurnya LSM - LSM di Gorontalo ini merupakan suatu keuntungan bagi masyarakat untuk dapat lebih mengontrol jalannya pembangunan di propinsi ini secara bersama - sama dan dapat menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah demi kelancaran pembangunan propinsi Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi negatifnya, dari sekian banyaknya LSM (sudah ratusan mungkin) yang ada di propinsi ini, saya melihat hanya segelintir LSM saja yang benar - benar menjalankan fungsi dari tujuan pendirian LSM dan tulus ikhlas memperjuangkan nasib rakyat. Salut saya untuk bung Arrusdin (LP2G) dan ibu Rochalisa Dama (APIMAS) serta LSM lain yang tidak dapat saya sebutkan ( karena 2 LSM diatas yg paling menonjol ) atas ketulusan dan keikhlasan serta kerja keras mereka dalam membantu dan mengembangkan potensi - potensi yang ada di masyarakat demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG MEMIRISKAN DAN MEMILUKAN, banyak LSM - LSM ( selain yg diatas ) yang hanya mengatasnamakan kepentingan dan aspirasi masyarakat demi keuntungan pribadi dan kelompoknya. Ada juga yg sengaja mendirikan LSM hanya untuk menaikkan posisi tawar atau bargaining atau MEMERAS pemerintah dengan jalan mencari - cari kesalahan &amp; kekurangan pemerintah untuk keuntungan mereka sendiri dengan mengatasnamakan / menjual nama rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih parah, LSM - LSM yang sudah menjual aspirasi rakyat untuk mendukung orang per orang sebagai calon gubernur bahkan sudah berani pasang badan dan menjadi corong individu - individu tertentu. Apakah karena Simbiosis Mutualis ( LSM dapat duit, Individu / Pejabat dapat pembelaan / dukungan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa LSM - LSM akan menjalankan fungsi kontrolnya terhadap eksekutif, legislatif dan yudikatif didaerah ini, kalau pengurus - pengurus LSM itu sendiri adalah pejabat, politikus, praktisi hukum. Ibaratnya Jeruk makan Jeruk, gimana nong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus buat bung Nino ( pakar kompol - komunikasi politik ), saya rasa dan yakin, anda dapat membangkitkan euforia seluruh anggota milis dan seluruh rakyat di propinsi Gorontalo ini ( yang masih punya nurani ) untuk MEMBUBARKAN ( terserah gimana caranya ) LSM - LSM GADUNGAN, PENJUAL NAMA RAKYAT, PENJILAT &amp; KAKI TANGAN PEJABAT, agar pembangunan di Gorontalo ini berjalan sesuai kepentingan seluruh rakyat Gorontalo bukan untuk kepentingan KORUPTOR - KORUPTOR. Dan untuk seluruh media massa baik cetak maupun elektronik yang ada didaerah ini, BOIKOT OKNUM - OKNUM LSM GADUNGAN dan jangan mau menampilkan komentar - komentar kosong dan gak bermutu oknum - oknum tersebut di koran ataupun di televisi karena sebenarnya mereka - mereka inilah penghambat pembangunan dan menyengsarakan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk seluruh wartawan cetak &amp;amp; elektronik di Gorontalo, jadilah wartawan yang PROFESIONAL bukan PROVOKATOR, jangan asal menerbitkan pernyataan - pernyataan orang per orang yang hanya memprovokasi rakyat terutama menjelang pilkada di Boalemo dan pilgub di propinsi ini demi menaikkan oplah / rating medianya sendiri. INGAT, PROVOKATOR JIKA MATI TIDAK DITERIMA OLEH BUMI DAN DITOLAK OLEH LANGIT ALIAS G E N T A Y A N G A N.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada seluruh anggota milis dan seluruh rakyat Gorontalo yang masih punya nurani untuk bersatu padu dan bekerja sama untuk membangun propinsi Gorontalo demi kepentingan kita semua. Salam Perdamaian. Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8920366584604346933?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8920366584604346933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8920366584604346933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8920366584604346933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8920366584604346933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/bubarkan-lsm-gadungan.html' title='Bubarkan LSM Gadungan'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-6613738542082556722</id><published>2007-07-24T15:10:00.000+08:00</published><updated>2007-07-24T15:14:47.101+08:00</updated><title type='text'>Sekejap Essai untuk Pram</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Funco Tanipu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;30 Apr 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tidak merokok, karena takut mati muda. Tetapi tidak bagi Pramoedya Ananta Toer, seorang begawan sastra Indonesia yang dinominasikan dapat meraih Nobel Kesusastraan. Berbagai nukilannya yang telah menghujam ke nurani saya membuat oase di dalam mata ini menjadi sunyi dan kering sehingga harus diisi oleh air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya tetesan air mata yang dapat mengiringi kepergiannya. Ya, tangis dan menghujamkan kembali semangat menelaah sastra adalah bagian kecil untuk mengenang Pram. Karya-karya besar Pram, selain tetralogi Pulau Buru, adalah Gadis Pantai, yang berkisah tentang kehidupan neneknya sendiri, Cerita dari Blora (kumpulan ceritapendek), Larasati, Arus Balik, dan sejumlah karya dokumenter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan karya-karya fiksi Pram adalah pada kemampuannya meramu fakta sejarah melalui penggalian dan penyusunan dokumentasi yang dikerjakannya sendiri, sehingga membaca karya-karya Pram seperti membaca catatan sejarah. Buku terakhir Pram yang baru diterbitkan, pada Oktober 2005, adalah Jalan Raya Pos Jalan Daendles, yang berkisah tentang Gubernur Jenderal Herman Willem Daendles dan pembangunan Jalan Raya Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pihak keluarga belum diperoleh informasi di mana pria yang lahir di Blora pada 6 Februari 1925 dari pasangan Toer dan Saidah itu akan dimakamkan. Sastrawan yang secara internasional sering dijuluki Albert Camus Indonesia itu termasuk dalam 100 pengarang dunia yang karyanya harus dibaca sejajar dengan John Steinbejk, Graham Greene dan Bertolt Berecht.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil Pram juga pernah ditulis di New Yorker, The New York Time dan banyak publikasi dunia lainnya. Karya-karyanya juga sudah diterjemahkan dalam lebih dari 36 bahasa asing termasuk bahasa Yunani, Tagalok dan Mahalayam. Dalam penampilan terakhirnya, Pram menjadi model Playboy dengan tuksedo yang dihiasi dasi berlogo Playboy. Selamat jalan Begawanku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-6613738542082556722?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/6613738542082556722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=6613738542082556722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6613738542082556722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6613738542082556722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/sekejap-essai-untuk-pram.html' title='Sekejap Essai untuk Pram'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-5519133062163562192</id><published>2007-07-24T14:46:00.000+08:00</published><updated>2007-07-24T15:04:46.455+08:00</updated><title type='text'>Untuk Almarhum Seorang Pejuang Provinsi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#333333;"&gt;Terima Kasih, (Alm) Kartono Lasieng....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;26 Apr 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWAL Januari 2000.&lt;br /&gt;Ketika itu Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) Cabang Gorontalo menjadi pusat pergerakan intelektual para pejuang pembentukan provinsi. Seorang mahasiswa STAIN Gorontalo(sekarang IAIN—red) asal Sangihe, &lt;strong&gt;Kartono Lasieng &lt;/strong&gt;sedang tertidur pulas setelah kecapekan melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pejuang provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dengan begitu kasar menendang kakinya sambil berkata, "Tidor turus ngana... Bangun! Masih banyak yang mo karja!". Jelas, dia kaget bagai disambar petir. "Waduh... Capek skali, uti... Ana' capek skali tidor turus... Istirahat dulu ah...," tukasnya. Saya dkk yang sedang mendongkol dengan banyaknya tugas perjuangan tertawa ngakak mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh hari lalu.&lt;br /&gt;Giliran saya yang kaget seperti disambar geledek. Sebuah SMS dari Maspa Mantulangi berbunyi, "Innalillaahi wa innailaihi rajiun... Kartono Lasieng... di Sangir... dua jam lalu...". Nafas seperti terhenti. Hape saya nyaris jatuh. Ini bukan candaan. Salah satu sahabat terbaik pergi menghadap Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartono Lasieng adalah satu dari sekian orang "Non-Gorontalo" yang berjuang luar biasa keras demi terwujudnya provinsi ini. Nama-nama lain adalah Haji Jamaluddin Panna (orang Bugis), La Saofu dan Laode Aman (orang Muna), Bachtiar (Bugis), Arter Datunsolang (Bolmong) dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Darah Gorontalo" yang ada di orang-orang seperti almarhum Kartono seperti tak ada bedanya dari darah saya sendiri. Kartono, misalnya, mencintai Gorontalo begitu ikhlas. "Kalau saya mo bangun rumah di sini (di Gorontalo—red), dimana saya bisa dapat tanah murah, Nino?" tanya Kartono suatu ketika. Dia ingin menghabiskan sisa hidupnya, berkarya, mengabdi dan mati di Gorontalo. &lt;em&gt;That's the point&lt;/em&gt;. Mengapa? "Karena saya orang Gorontalo," jawab Kartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidupnya kemudian berbeda. Dia memilih melanjutkan sekolah ke tingkat master di Universitas Negeri Jakarta. Untuk menghemat biaya hidupnya di ibukota, Kartono tinggal di Asrama HPMIG Jaya. Namun, meski penghuni asrama sangat &lt;em&gt;welcome&lt;/em&gt; kepadanya, Kartono masih merasa &lt;em&gt;tidak pantas&lt;/em&gt; menikmati fasilitas milik Gorontalo itu. "Saya tahu diri, bagaimana pun juga saya tetap saja orang Sangir," jawabnya ketika saya mengajaknya kembali ke asrama setelah dia numpang di sekretariat PB-HMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bertemu Tono—begitu dia kami sapa—saya selalu diajak berdiskusi tentang Gorontalo, tentang teori-teori yang tepat untuk memajukan Gorontalo, tentang budaya lokal kita sampai diskusi tentang karakteristik manusia-manusia Gorontalo. Bukan suatu kebetulan bila penelitiannya untuk thesis juga dilakukan di Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saya sempat berjalan-jalan bersama Tono di Gorontalo. Kami sempat mampir di sebuah panti asuhan di kecamatan Kota Barat (saya lupa nama panti ini—red). Dari sana Tono menangis. Kawan yang biasanya ceria ini tampak lesu. "Entah seperti apa Gorontalo nanti, Nino..." gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu mengutarakan pendapatnya tentang kesenjangan antar elit dan rakyat daerah ini. Banyak hal yang dibicarakannya mengubah pikiran-pikiran yang ada di otak saya. Sayang sekali, Tono kurang berani menuliskan kritik dan protesnya atas keadaan daerah. Dia kuatir dicap sebagai "bukan orang Gorontalo yang cuma datang lalu jadi provokator". Akhirnya saya sendiri yang menuliskan pikiran-pikiran Kartono atas nama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartono Lasieng telah pergi. Saya tahu, saya bukanlah satu-satunya orang Gorontalo yang kehilangannya. Andaikata Anda mengenal almarhum dan tahu betul apa yang sudah dia abdikan untuk Gorontalo, Anda pasti merasa kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepadamu, teman...Kartono Lasieng. Terima kasih atas semua pengabdianmu untukGorontalo. Saya akan selalu mengenangmu sebagai salah satu pahlawan provinsi Gorontalo. Saya juga akan selalu ingat pesanmu, "Sedih karena kehilangan orang yang dicintai adalah sesuatu yang wajar... Tapi hidup kita harus terus berjalan untuk berbuat yang terbaik sebelum giliran kita yang dipanggil Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat beristirahat, sahabat... Semoga keluarga yang kau tinggalkan diberi ketegaran sepeninggalmu. Sampai jumpa, &lt;em&gt;yaa ayyuha-nnafsu-lmuthma'innah&lt;/em&gt;.....!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-5519133062163562192?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/5519133062163562192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=5519133062163562192' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5519133062163562192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5519133062163562192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/untuk-almarhum-seorang-pejuang-provinsi.html' title='Untuk Almarhum Seorang Pejuang Provinsi'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-3527590969008517771</id><published>2007-07-24T08:24:00.000+08:00</published><updated>2007-07-24T08:32:27.296+08:00</updated><title type='text'>Tujai Lo Karlota</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;21 Apr 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya kirimkan sebuah  puisi yang berjudul "&lt;em&gt;Tuja'i lo Karlota&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tuja'i&lt;/em&gt; adalah sajak-sajak khas yang biasanya dipakai dalam upacara-upacara resmi atau upacara suci di Gorontalo. Tapi di sini, &lt;em&gt;tuja'i &lt;/em&gt;saya artikan tak lebih dari sekadar sajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Karlota&lt;/em&gt; adalah istilah yang berkembang di Gorontalo merujuk kepada "penggunjing dan pemfitnah." Istilah ini muncul sebagai ekses dari pemutaran telenovela berjudul "Maria Mercedes" yang sangat digandrungi kaum ibu. Dalam telenovela itu terdapat seorang pembantu rumah tangga bernama "Carlotta" yang hobi utamanya bergunjing dan memfitnah. Pada perkembangan selanjutnya, karlota terserap ke bahasa Gorontalo sehari-hari yang artinya "menggunjing." Misalnya dalam kalimat, "&lt;em&gt;Memangi yi'o tiy raja liyo lo mo karlota&lt;/em&gt;." (Kamu memang orang yang paling suka bergunjing).###&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;Tuja'i lo Karlota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karlota&lt;br /&gt;Umowali to mongobuwa duulota&lt;br /&gt;Meyandlo towulota&lt;br /&gt;Mobuluhuto wanu maa wopatota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mongolola'i wanu maa lo karlota&lt;br /&gt;Mongilaboto mongobuwa  'mpullota&lt;br /&gt;Hihumu'a hitombota&lt;br /&gt;Mongi'i delo butota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuwoto u karlota&lt;br /&gt;Openu bo to kameja bilulota&lt;br /&gt;Diya mowali mo'o dungohe buliyota&lt;br /&gt;Wamba' bolo hiipolambota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karlota lo hulondlalo&lt;br /&gt;Layito to bele-beleyaalo&lt;br /&gt;Wonu huyi to dalalo&lt;br /&gt;Jaa paduli mo'otola hiyalo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Karlota&lt;br /&gt;Yang (sering) terjadi antara perempuan dua orang&lt;br /&gt;Atau tiga orang&lt;br /&gt;Terlalu ramai kalau sudah empat orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para lelaki kalau sudah karlota&lt;br /&gt;Melebihi perempuan sepuluh orang&lt;br /&gt;Bergaung (dan) beterbangan&lt;br /&gt;Berbisa bagai kumbang beracun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut (ciri) karlota&lt;br /&gt;Meski hanya (persoalan) kemeja pinjaman&lt;br /&gt;Tidak dapat mendengar sedikit gerakan (Maksudnya; salah sedikit saja...)&lt;br /&gt;Semua mengurusinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karlota Gorontalo&lt;br /&gt;Selalu (ada) di rumah-rumah&lt;br /&gt;Kalau malam (pindah) ke jalan&lt;br /&gt;Tak perduli tinggalkan istri/suami (Maksudnya; bercerai pun asal tetap karlota)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-3527590969008517771?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/3527590969008517771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=3527590969008517771' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/3527590969008517771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/3527590969008517771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/tujai-lo-karlota.html' title='Tujai Lo Karlota'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-6604580437887172818</id><published>2007-07-23T13:32:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T13:34:58.577+08:00</updated><title type='text'>Ndlee, Wolo beda liyo Cagub wawu Oto?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;17 Apr 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisimila mo mulayi,&lt;br /&gt;Karna ma pilo po elaa liyo mayi,&lt;br /&gt;Alihu mo hulondlalo mayi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utiya hulondlalo latiya,&lt;br /&gt;Openu bo bubula'iya,&lt;br /&gt;Ju, dila ma' lo'i-lo'iya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watiya boheli lopobaca ma' buku u judul liyo &lt;em&gt;Political Marketing&lt;/em&gt;. Aa uwalo buku botiya, taa hi po politikiya yito diyalu ma' talaa liyo wolo oto. Oto yito openu masina liyo kampehe, bodi liyo gaga; molilingga boli modipulato... Ma odito, iklan liyo bo mo' hehetaa yiyohu..  ma porsis uti-utiyalo oto paling gaga to duniya botiya. Yii odito olo taa hemo politik; bo'o liyo higagawa, hi po bastaniya, bisala liyo maa samataalo nabi to masa botiya, padahali sobonarnya diya'a he karaja liyo, bo hem'pobutuhu ombongiyo (wawu u to tibawaliyo ma'o olo...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobonarnya watiya ja butiy paparcaya ma'o lo u he bisala lo buku boyito. Karna konyataan liyo debo woluwo tawu lo politik taa debo gaga hale liyo, molumbotoyo dudelo liyo, boli mo ulindlapo karajaliyo. Ndlee kira-kira wololo pooli li mongoli to milis botiya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu bo'oditopoma'o,&lt;br /&gt;Watiyo mohindlu poma'o,&lt;br /&gt;Karna donggo motolona'o (maksudnya, jalan-jalan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-6604580437887172818?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/6604580437887172818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=6604580437887172818' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6604580437887172818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/6604580437887172818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/ndlee-wolo-beda-liyo-cagub-wawu-oto.html' title='Ndlee, Wolo beda liyo Cagub wawu Oto?'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-4549553399370356200</id><published>2007-07-23T13:24:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T13:29:05.674+08:00</updated><title type='text'>Wungguli Ode Bandla Puluwa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Dewi Dama&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;15 Apr 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buti-butiye ma'o, dulo buku wunggilo lo bantha latiya mayilopulito pilobaca. Karna debo dipo mo'otuluhu, ohuyi, te uti mapilo wungguliya latiya silita uyilo alamiya latiya lohilawo. Ma'apu ju: uwanu bahasa liyo tutulapata. mohile potunu uwanu ma tilala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama  : “Silita umowali wungguliyo’u ode’olemu uti dada:ta. Bo woluwo wungguli tuwewu u gaga.”&lt;br /&gt;Bantha  : “Hintha wolo uwito mama?”&lt;br /&gt;Mama  : “Odiye silita liyo Nunu…Hepolele li nenemu, ti mama donggo kikingo delo yi'o otutu panita. Ti mama panita bo: mo:he molohuluwa karna ti mama ta paling kikingo. Ti mama olo sanangi da’a hemosikola mayi karna Ti mama layito mo’otapu juwara satu to sikola. Da torasa li mama, nga’amila guru-guru motoli’ango kocuali ngota dulota ta wala’iyo ja mo’odehe juwara li mama.”&lt;br /&gt;Bantha  : “Lapata’o…?”&lt;br /&gt;Mama  : “U lebe mo’o sanangiya, timi’idu mo’o tapu juwara, mo’otapu hadiya montho olo guru kalasi.”&lt;br /&gt;Bantha  : “Hintha wolo hadiya liyo mama?”&lt;br /&gt;Mama  : “Rupa-rupa Nunu. Buku mohelu limo, patuluti tolo mato wawu polopeni dulo mato. Tingga matiye ma’o anu guru liyo odoyi, duhenga liyo lo sabongi po ku:ku, anu ja ‘li fe boy’ bo ‘san laig’ Nunu. Biyasa liyo ti mama woli tanthemu sasayingiya uwolita udadata tuwango lo hadiyah liyo.”&lt;br /&gt;Bantha  : “Lapata’o mama….?”&lt;br /&gt;Mama  : (Hihihi..) “Lapa ta’o ti mama woli tanthe mamo pateya poli.”&lt;br /&gt;Bantha  : “Longola odito mama?”&lt;br /&gt;Mama  : “Pe’entha u lo’o pateya gara-gara tuwango lohadiya li tanthemu bongo’idi. Lapata’o ledungga ma’o de bele, tiyo ma hiyo-hiyongo toli nenemu.”&lt;br /&gt;Bantha: “Longola mama?”&lt;br /&gt;Mama  : “Ti Tanthe mo tunthuti deli nenemu me duhengo buku liyo mowali sasamawa woli mama. Padahali, uwoli mama lebe dada:ta montho oli tanthe karna ti mama lo’otapu juwara umum.”&lt;br /&gt;Bantha  : “Wolo juwara umum boyito mama?”&lt;br /&gt;Mama  : “Juara li mama jabo to kalasi lohilawo Nunu. Montho siswa juara satu to nganga’amila kalasi, nilai li mama ta lebe molanggato. Termasuk ti Tanthe ta’iyo lo dehe li mama nilai liyo.”&lt;br /&gt;Bantha  : “Ooh…. Hintha wolo uhehiyonga li tanthe?”&lt;br /&gt;Mama  : (Hmm..) “Ti nene he lo’iya liyo jamo toli’angiyo uwanu dila mo duhenga buku liyo. (Memangi olo taman-tamani lami ta juwara hewohiya lo orang tua liyo hadiyah u lebe mahale ma’o. Karna ti nene woli bapumu ja’o doyi dada:ta, jamo’o tali delo timongoliyo.) Lapata’o, ti tanthemu momanja-manja. Ti nene bolo hemoleyapu duheliyo, mohiburu oli tanthe wawu pila-pilalango ponu liyo….”&lt;br /&gt;Bantha  : “Hintha wolo pilolele li Nene?”&lt;br /&gt;Mama  : “Wali nenemu ma’o de’olami, “Bolo posabarilo Mbui liyo mo:nu. Ati’olo ma hama mayi to’utonu boyito doyi potali buku. Debo otawa limongoli u pobalanja ngohuyi-ngohuyi inthi-inthilo Mbu:iy..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapatao ma potuntunga liyo mayi lo nasehati, “Bilehi mayi ti papa Mbu:i dila okalaja tata:pu. Uwanu diyaluwo tame’i detu, montho utonu doyi Mbu:i? Uponula to balangga malopulito hepilotali. Ati’olo ti Papamu susa Mbu’I liyo mo:nu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debolo wali tanthemu ma’o, “Yilongola olo ti mama lohuto nilika li papa ta susa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’apu ju: sirita butiye dila mowali po’ombuto latiya de olantho nga’amila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are the reason:&lt;br /&gt;·    Dikau putra-putriku (Fathir &amp; Ridha), semoga beroleh peluang yang lebih layak untuk mewujudkan cita-citamu.&lt;br /&gt;·    Saudaraku tercinta: Selamat Ulang Tahun, Hope you enjoy your single days!!&lt;br /&gt;·    Mama tersayang: Engkau selalu di hatiku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-4549553399370356200?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/4549553399370356200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=4549553399370356200' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4549553399370356200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/4549553399370356200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/wungguli-ode-bandla-puluwa.html' title='Wungguli Ode Bandla Puluwa'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-7595503983402432821</id><published>2007-07-23T13:22:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T13:24:07.903+08:00</updated><title type='text'>Perahu Nuh</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ani Sekarningsih&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;7 Apr 2006&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Katamu ‘ba’ perahu Nuh&lt;br /&gt;Mengapung&lt;br /&gt;Bertopang sebongkah batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun, berkayuh kasrah&lt;br /&gt;Di samudra tak bertepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukatakan,&lt;br /&gt;‘Ba’ cekungan mata yang tunggal&lt;br /&gt;Bernakhodakan sirr yang mendayung kasrah&lt;br /&gt;Menggulung gelombang&lt;br /&gt;Menjerat badai&lt;br /&gt;Dengan nafasNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Jibril menganga&lt;br /&gt;Menambat perahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang, wahai rasulNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari mimpiku, 13 Januari 2001)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-7595503983402432821?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/7595503983402432821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=7595503983402432821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7595503983402432821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7595503983402432821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/perahu-nuh.html' title='Perahu Nuh'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-1662829779717557653</id><published>2007-07-23T13:12:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T13:18:27.876+08:00</updated><title type='text'>Kuliah Einstein</title><content type='html'>Bakrie Arbie&lt;br /&gt;30 Mar 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka mengisi liburan panjang maka sayalampirkan kuliah Einstein kepada mahasiswa California Institute ofTechnology,tahun 1938.Dikutip dari buku Ilmu dalamPerspektif,diterbitkan oleh Yayasan Obor dan LIPI 1978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rekan-rekan yang muda belia:Saya merasa sangat bahagia melihat Anda semua di hadapan saya, sekumpulan orang muda yang sedang mekar yang telah memilih bidang keilmuan sebagai profesi. Saya berhasrat untuk menyanyikan hymne yang penuh puji, dengan refrain kemajuan pesat di bidang keilmuan yang telah kita capai, dan kemajuan yang lebih lagi yang akan Anda bawakan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya kita berada dalam kurun dan tanah air keilmuan. Tetapi hal ini jauh dari apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan. Lebih lanjut, saya teringat dalam hubungan ini kepada seorang muda yang baru saja menikah dengan seorang isteri yang tidak terlalu menarik dan orang muda itu ditanya apakah dia merasa bahagia atau tidak. Dia lalu menjawab"Jika saya ingin menyatakan yang sebenarnya, maka saya harus berdusta".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Begitu juga dengan saya. Marilah kita perhatikan seorang Indian yang mungkin tidak beradab, untuk menyimak apakah pengalaman dia memang kurang kaya ataukah kurang bahagia dibandingkan dengan rata-rata manusia yang beradab. Terdapat arti yang sangat maknawi dalam kenyataan bahwa anak-anak dari seluruh penjuru dunia yang beradab senang sekali bermain meniru-niru Indian.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mengapa ilmu yang sangat indah ini,yang menghemat kerja dan membikin hidup lebih mudah, hanya membawa kebahagiaan yang sedikit kepada kita? Jawaban yang sederhana adalah- karena kita belum lagi belajar bagaimana menggunakanya secara wajar. Dalam peperangan, ilmu menyebabkan kita saling meracun dan saling menjagal. Dalam perdamaian dia membikin hidup kita dikejar waktu dan penuh tak tentu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ilmu yang seharusnya membebaskan kita dari pekerjaan yang melelahkan spiritual malah menjadikan manusia budak-budak mesin, dimana setelah hari-hari yang panjang dan monoton kebanyakan mereka pulang dengan rasa mual, dan harus terus gemetar untuk memperoleh ransum penghasilan yang tak seberapa. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kamu akan mengingat tentang seorang tua yang menyanyikan sebuah lagu yang jelek. Sayalah yang menyanyikan lagu itu, walau begitu, dengan sebuah itikad, untukmemperlihatkan sebuah akibat. Adalah tidak cukup bahwa kamu memahami ilmu agar pekerjaanmu akan meningkatkan berkah manusia. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Perhatian pada manusia itu sendiri dan nasibnya harus selalu merupakan minat utama dari semua ikhtiar teknis, perhatian kepada masalah besar yang tak kunjung terpecahkan dari pengaturan kerja dan pemerataan benda"-agar buah ciptaan dari pemikiran kita akan merupakan berkah dan bukan kutukan terhadap kemanusiaan. Janganlah kau lupakan hal ini ditengah tumpukan diagram dan persamaan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;Ditahun 1939 di Berlin, Strassman dan Hahn menemukan bahwaUranium-235 bisa membelah dan menghasilkan energi sebesar 200 Mev, jauh lebih besar dari energi reaksi kimia sebesar 3-5 eV. Karena ketakutan Jerman akan menguasai dunia maka Einstein mengirim surat kepada Presiden Roosevelt. Hasilnya adalah bom yang meledak di Jepang di tahun 45. Beliau menghadapi buah simalakama memang, meskipun menurut beberapa tulisan menyatakan bahwa Einstein menyesal membuat surat tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-1662829779717557653?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/1662829779717557653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=1662829779717557653' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1662829779717557653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1662829779717557653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/kuliah-einstein.html' title='Kuliah Einstein'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-2394181246238555132</id><published>2007-07-23T12:58:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T13:05:02.312+08:00</updated><title type='text'>Nama Gorontalo Kembali Harum di Amerika</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Rahman Dako&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;18 Mar 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Gorontalo kembali disebut-sebut di Amerika Serikat.  Kali ini yang membawanya adalah Ehito Kimura dari Departemen Ilmu Politik University of Wisconsin – Madison.   Hari ini (17/3) jam 12.30 waktu Hawaii, Ehito memberikan presentasi selama 1,5 jam di hadapan para Professor dan mahasiswa pasca sarjana dari lintas Departemen di University of Hawaii. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presentasi Ehito adalah rangkaian dari proses pemilihan calon professor di Departemen Ilmu Politik di Univerity of Hawaii.  Proses pemilihan ini persis sama dengan pemilihan di departemen Geography yang saya pernah tulis dimilist ini dengan judul Pemilihan Dosen.  Tahun ini Political Sciences Department, University of Hawaii sedang mencari ahli politik Indonesia karena departemen ini akan membuka jurusan baru, jurusan Politik Indonesia.  Indonesia telah dikenal luas oleh Departemen Ilmu Politik di Univesity of Hawaii karena departemen ini turut serta menelorkan beberapa tokoh politik nasional seperti Ryas Rasyid, A.S Hikam dan Mochtar Pabotinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehito membuka presentasinya dengan foto demonstrasi warga Gorontalo yang membawa spanduk “Tomini Raya Yes, Sulut No”.  Dalam presentasi dengan judul “Provincial Proliferation, Territorial Politics in Post-Authoritarian Indonesia”, Ehito menjelaskan bagaimana proses pembentukan Gorontalo. Ehito mengakui bahwa dalam meneliti pemekaran Provinsi di Indonesia, ia paling banyak menghabiskan waktunya untuk meneliti proses pemekaran di Gorontalo.  Ehito mengaku sedang berada di Gorontalo pada waktu MTQ tingkat Nasional di Limboto beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Gorontalo, fokus penelitiannya yang lain adalah Provinsi Kepulauan Riau, Irjabar, Banten, dan Bangka Belitung.  Ehito, yang sempat berdiskusi dengan saya sehari sebelum presentasi, mengakui bahwa proses pembentukan Provinsi Gorontalo adalah paling aman dan “very smooth” dibandingkan dengan provinsi lain.  Salah satu yang membedakan antara pembentukan Provinsi Gorontalo dengan Riau dan Irjabar misalnya adalah karena Gorontalo tidak menggunakan isu “merdeka” dalam gerakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam presentasinya Ehito menyebut-nyebut 3 tokoh pembentukan Provinsi Gorontalo yaitu Nelson Pomalingo, Roem Kono dan Almarhum Nasir Mooduto.  Dia juga menyinggung keterlibatan semua elemen masyarakat dan mahasiswa dalam gerakan pembentukan Provinsi Gorontalo, serta bagaimana proses bottom-up dan top-down terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehito melihat terbentuknya provinsi Gorontalo dari beberapa argumen antara lain proses transisi politik di Indonesia, koalisi vertikal antara pusat dan daerah, serta konstruksi sosial.  Transisi politik yang dimaksud adalah proses reformasi disusul dengan desentralisasi di Indonesia sehingga mendorong tuntutan rakyat tingkat bawah untuk menjadi provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koalisi vertikal adalah koalisi antara pejabat dan politisi di pusat dan di daerah misalnya peran tokoh-tokoh partai Golkar dan partai lainnya.  Sedangkan konstruksi sosial menurut Ehito adalah bagaimana harapan-harapan baru dibangun, diwacanakan dan dibentuk dengan membandingkan kondisi masyarakat Gorontalo sewaktu masih dengan Sulawesi Utara serta perbedaan budaya dan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitiannya, Ehito menyatakan bahwa wacana “marginalisasi” atau penganaktirikan Gorontalo dari provinsi induk Sulut dari oleh sistem politik, ekonomi dan sosial yang didominasi oleh suku Minahasa, juga merupakan salah satu argumen yang mendorong proses pembentukan provinsi Gorontalo.  Tetapi perbedaan-perbedaan diatas tidak sempat membuat orang Gorontalo berbuat anarkis seperti gambaran kebanyakan media Barat tentang daerah Islam di tempat lain.  Penggunaan nama tokoh-tokoh besar “asal” Gorontalo seperti B.J. Habibie, Wiranto, dan Gobel juga turut serta memompa semangat untuk membentuk provinsi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya mengenai kemungkinan Indonesia akan terpecah-pecah menjadi “negara” baru, Ehito menepik argumen tersebut dengan memberi contoh negara Philipina.  Menurut Ehito, ini justru membangkitkan semangat baru masyarakat dalam membangun Gorontalo untuk membangun persatuan Indonesia.  Dia memberi contoh misalnya dengan mulai terjalinnya banyaknya investasi yang berdatangan di Gorontalo.  Meskipun Ehito mengakui bahwa pembentukan provinsi mengharuskan pemerintah mengeluarkan dana ekstra, tetapi juga dengan pembentukan provinsi akan terjadi efisiensi ekonomi dan efisiensi demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang peserta seminar menyatakan kekagumannya atas presentasi Ehito, dan beberapa mahasiswa pasca sarjana yakin Ehito akan terpilih menjadi Professor di University of Hawaii.  Selamat buat Ehito dan terutama buat Provinsi Gorontalo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-2394181246238555132?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/2394181246238555132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=2394181246238555132' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2394181246238555132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/2394181246238555132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/nama-gorontalo-kembali-harum-di-amerika.html' title='Nama Gorontalo Kembali Harum di Amerika'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-5831356725147277822</id><published>2007-07-23T12:50:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T12:56:38.848+08:00</updated><title type='text'>Siapa Gubernur Gorontalo?</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rahman Dako&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;25 Feb 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bacaan-bacaan saya selama ini, ada kurang lebih 3 faktor utama penentu pertarungan menjadi Gubernur/Wakil Gubernur nanti.  Tetapi saya menganalisanya dan memberi contoh dari bekal pengetahuan saya tentang Gorontalo dan berita-berita yang dikirim oleh Mang Asep selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor tersebut adalah Proses-proses Pencitraan Diri, Peluang Politik, dan Mobilisasi Sumberdaya.  Ketiga faktor ini saling terkait satu sama lain dan saling membutuhkan.  Faktor ini dipakai oleh Doug McAdam dan David Snow (1999) dalam menganalisa keberhasilan gerakan perlawanan bangsa kulit hitam di Amerika melawan rasisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pencitraan diri yang saya maksud adalah bagaimana seorang/pasangan calon memposisikan diri mereka ditengah-tengah masyarakat.  Proses ini meliputi proses pembetukan pencitraan, memfokuskan diri, dan pengorganisasian.  Proses ini sangat penting, karena hasil dari proses inilah yang terbayang diingatan para pemilih setelah masuk dibilik suara untuk memilih siapa yang paling dia yakini untuk dipilih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekarang, seharusnya sang calon sudah melakukan hal ini mengingat semakin dekatnya hari pemilihan.  Dia sudah harus mencitrakan diri di tengah-tengah masyarakat sebagai orang yang layak untuk menjadi pemimpin.  Peran media massa, tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai perantara penting sekali dalam proses ini.  Kasus Hotel Quality dan hujatan-hujatan terhadap Fadel adalah salah satu bentuk dari proses pencitraan yang dimaksud oleh McAdam dan Snow. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masih perlu dipertanyakan, telah tercipta organ-organ yang mendukung Fadel seperti Om Pulu Sidiki, Nurdin Monoarfa, organ-organ dari partai Golkar dan organisasi pendukungnya, dan bahkan mungkin juga Adhan Dambea.  Ini juga secara otomatis akan diikuti oleh orang-orang mereka di lapisan bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga pernyataan-pernyataan Fadel tentang ke-Gorontalo-annya (cultural identity) ditambah dengan kampanye "keberhasilan" program agropolitan dan pembangunan di Gorontalo.  Pembangunan jalan by pass juga termasuk upaya Fadel mencitrakan dirinya di tengah-tengah masyarakat Gorontalo, sebagai orang yang mampu meloby uang dari pusat untuk 'pembangunan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang politik adalah kesempatan dimana ada peristiwa politik yang menguntungkan sang calon untuk mencapai tujuan utamanya.  Yang dimaksud dengan peluang politik adalah perubahan dalam struktur institusi atau relasi kekuasaan informal dari sebuah sistem politik.  Contohnya adalah sistem pemilihan langsung Gubernur yang merupakan hal yang pertama kali di Gorontalo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang politik bisa juga diciptakan oleh sang calon dengan mengintervensi kebijakan-kebijakan para penyelenggara/ pengambil kebijakan pelaksanaan pemilihan, misalnya dengan menciptakan kriteria-kriteria untuk mengganjal calon yang lain.  Contoh yang lain dari peluang politik adalah kemenangan SBY dalam memainkan issue-issue agama dan moral dalam situasi politik bangsa yang korup, ekonomi yang melemah serta gerakan global yang anti Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor ketiga adalah mobilisasi sumberdaya.  Sumberdaya yang dimaksud bisa berupa doi, oto, cek, beras/super mie, tim sukses (pengorganisasian dan lobby), dan juga 'serangan fajar', serta sumberdaya lainnya.  Walaupun ada sumberdaya, tapi kalo tidak dimobilisasi, tidak mungkin bisa mencapai hasil yang diinginkan.  Mungkin ini yang dimaksud El-Nino sebagai "kegagalan" Ibu Amanda dalam pemilihan anggota DPD kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saya kemukakan di atas, faktor pemobilisasian menjadi sempurna bila diintegrasikan dengan dua faktor diatas, proses pencitraan dan peluang politik.  Maksudnya sumberdaya dimobilisasi untuk kebutuhan memperkuat proses pencitraan dan pada saat yang sama, ada kesempatan/peluang politik yang menjanjikan.  Artinya, sumberdaya dikerahkan pada momen-momen yang tepat sehingga terbentuklah opini bahwa sang calon memang betul-betul pas menjadi pemimpin.  Dari hasil ketiga proses inilah yang menurut saya bisa menjawab pertanyaan tentang siapa Gubernur Gorontalo nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-5831356725147277822?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/5831356725147277822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=5831356725147277822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5831356725147277822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/5831356725147277822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/siapa-gubernur-gorontalo.html' title='Siapa Gubernur Gorontalo?'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-254163437217194042</id><published>2007-07-23T12:44:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T12:49:25.975+08:00</updated><title type='text'>Happy Birthday Provinsiku yang Cantik, Semoga Lekas Sembuh</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Elnino M Husein Mohi&lt;br /&gt;16 Feb 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 16 Februari hari ini Provinsi Gorontalo lepas dari status Balita. Banyak hal yang berubah, baik yang ke arah positif maupun ke arah negatif. Prestasi dan reputasi para pemimpin daerah ikut ditanggapi seiring dengan perubahan yang tersebut. Dia bisa positif bisa juga negatif, tergantung pada paradigma metodologis yang dianut si penilai. Apalagi, sudut pikir para (mantan) pejuang pendirian provinsi Gorontalo sangat mungkin akan berbeda secara prinsipil dengan sudut pikir para pejabat provinsi. Bahkan perbedaan pendapat juga bisa terjadi antar sesama pejuang pembentukan provinsi dan antar sesama pejabat provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lima tahun penuh, Gorontalo hari ini dipandang kagum oleh banyak orang Indonesia. Performens Gubernur Fadel dianggap sebagai `data' yang representatif untuk menilai Gorontalo. Ditambah lagi kemampuan Walikota Medi, Bupati Bokings dan Bupati David yang mumpuni ketika berbicara mengenai daerahnya dalam diskusi atau seminar nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu menjadi penyebab utama mengapa daerah-daerah lain mau studi banding dan belajar ke Gorontalo hampir dalam segala aspek. (Kalau studi banding ke Gorontalo, itu belajar. Kalau studi banding ke Batam, itu pasiar, bos...). Pertanyaannya, apakah mereka-mereka yang studi banding ke Gorontalo itu benar-benar menemukan sesuatu yang baru di Gorontalo? Apakah mereka benar-benar pulang dengan rasa puas yang dalam? Ataukah justru mereka kecewa setelah melihat keadaan Gorontalo yang tidak lebih baik dari daerahnya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menemani seorang Guru Besar ilmu politik UGM selama lima hari di Gorontalo. Namanya juga profesor yang `unik', beliau suka berjalan sendiri mewawancarai masyarakat yang ditemuinya. Saya hanya bisa memandunya untuk bertemu beberapa pemimpin politik daerah. Sebelum pulang ke Jogya, beliau berkata, "Jujur saja, Gorontalo tidak sebaik yang saya lihat di media massa (nasional). Yah, ibarat gadis, daerah ini berdandan cantik luar biasa, kulitnya mulus, body-nya mantap... tapi punya komplikasi (penyakit) jantung, lever dan PMS... hahaha." Meski nadanya becanda, saya menangkap kata-kata itu sebagai sesuatu yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CITRA dan EKSISTENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya berkata bahwa hari ini citra Gorontalo sedang memuncak, mungkin tidak ada yang dapat membantahnya—termasuk mereka-mereka yang selama ini kelewat kritis terhadap pemerintahan Fadel-Gusnar. Appearance, performance dan style Gubernur Fadel Muhammad menjadi simbol dari pencitraan Gorontalo tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadel menampakkan berbagai kelebihan di antara seluruh gubernur yang ada di republik ini—terutama kecerdasannya dalam public relations. Andaikata ada `Indonesian Idol' yang hanya diikuti oleh para gubernur, Fadel adalah unggulan pertama untuk jadi "The Idol".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu pula kehebatan Fadel berimbas positif terhadap citra Gorontalo. Pengalaman individual saya, dua minggu lalu, ketika berkenalan dengan para Indonesianist dari berbagai negara yang sedang berada di Jakarta adalah salah satu buktinya. "Gorontalo... led by Fadel Muhammad. Am I right? So you come from the best province of this country...," ungkap mereka sebagai pembuka perbincangan. Saya berterimakasih atas pandangan positif mereka terhadap daerah dimana saya dan nenek moyang saya lahir. Bangga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi Gorontalo di mata nasional yang sebelum ini hampir nol kini melonjak ke atas. Nama daerah saya bukan hanya tersimpan dalam kognisi orang-orang Indonesia, tetapi juga diingat oleh para aktifis di berbagai negara. Umumnya mereka memiliki rasa dan pandangan positif terhadap Gorontalo. Bandingkan dengan keadaan tahun 1999. Ketika itu saya pasiar ke kota-kota besar di Jawa dan Sumatera. Dan pertanyaan yang biasa saya dengar waktu itu adalah, "Gorontalo dimana ya? Sulawesi atau Kalimantan ya?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, di mata para intelektual lokal di berbagai daerah di Indonesia, Gorontalo dianggap sebagai suatu daerah yang menerapkan pembangunan dengan ideal. Sebab, berkali-kali media massa nasional—yang mereka baca—mengulas sisi baik dari program Agropolitan-Jagung, ekonomi kerakyatan, pengelolaan keuangan dan sistem birokrasi provinsi Gorontalo. Tidak heran jika kemudian Gorontalo menjadi salah satu tujuan utama studi banding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, hari ini Gorontalo sudah memperoleh kebutuhan eksistensialnya. Dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang seumurannya, Gorontalo lebih dikenal secara merata di seluruh Indonesia. Artinya, dari sudut pandang kebutuhan eksistensial itu, kita dapat menyimpulkan bahwa Provinsi Gorontalo sudah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYAKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra yang baik tentu bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, tentu saja. Kita juga mesti menyadari adanya fakta betapa masih banyak rakyat Gorontalo yang hidup di bawah garis kemiskinan. Betapa banyak anak-anak masa depan yang belum mampu untuk sekadar sekolah di SMP sekalipun. Kalau pun berstatus sebagai siswa, mayoritas anak-anak kita tidak terdidik dengan memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga betapa semakin melebarnya jurang perbedaan antara anak-anak rakyat dan anak-anak elit daerah (pejabat eksekutif bertunjangan jabatan tinggi, anggota dewan, kontraktor dan pedagang besar). Pendidikan dan fasilitas pendidikan yang memadai—seperti SMU Cendekia dan SMU Wirabakti—hanya dimiliki anak-anak para elit, tidak oleh anak-anak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah penyakit kronis utama Gorontalo setelah lima tahun menjadi provinsi. Melebarnya jurang antara anak miskin dan anak kaya ibarat bibit-bibit penyakit `jantung' yang akan membunuh Gorontalo 10-20 tahun kedepan secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak miskin akan tetap miskin ketika dia dewasa karena tidak terdidik, anak kaya akan tetap kaya di kemudian hari karena terdidik dengan baik. Ketika jumlah orang miskin+bodoh lebih banyak dari jumlah orang kaya+cerdas, di situlah bakal terjadi kerusuhan sosial yang bakal meluluhlantakkan segala sendi-sendi moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, korupsi, kolusi dan manipulasi yang dilakukan oleh para elit juga menggerogoti Gorontalo. Dia ibarat penyakit `lever' yang menyiksa dari hari ke hari dan hanya bisa hilang jika dilakukan operasi. Hari ini, pendapatan rakyat hanya meningkat sedikit dibanding sebelum provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, uang pembangunan Gorontalo 5 tahun lalu hanya berkisar Rp. 200 Milyar per tahun (anggaran Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Kota Gorontalo, dan instansi-instansi struktural). Hari ini, uang pembangunan Gorontalo meningkat 10 kali lipat (karena otonomi daerah). Tetapi bagaimana dengan pendapatan rakyat? Adakah dia meningkat dua kali atau tiga kali lipat saja? Rupanya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kemana uang-uang yang datang dari Jakarta selama provinsi ini berdiri? Uang-uang itu pasti dikelola secara kolutif, korup dan manipulatif sehingga tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara signifikan. Bahkan sebagian uang itu `pulang kampung' ke Jakarta.&lt;br /&gt;Penyakit utama yang ketiga adalah kurangnya kesadaran moral para elit daerah. Di saat pembangunan sangat membutuhkan anggaran, contohnya, para kepala daerah, kepala dinas dan anggota dewan justru menggunakan uang itu untuk pelesir ke Batam (+ Singapura) dan yang terbanyak adalah menghabiskan SPPD (uang jalan) ke Jakarta tanpa membawa hasil yang signifikan bagi pembangunan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit moral ini bisa diibaratkan dengan `PMS' yang dari waktu ke waktu akan membunuh produktifitas dan kreatifitas rakyat—karena akan ada anggapan bahwa "kalau ingin jadi orang kaya, cuma satu caranya: jadi anggota dewan (sebagai misal—red), tidak ada cara lain". Otak rakyat akan mengalami infertilitas (mandul)—mirip dengan akibat PMS beneran—karena ulah para elit daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CITRA Vs. PENYAKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilai Gorontalo setelah lima tahun jadi provinsi dapat dilakukan, sedikitnya, menurut tiga cara. Pertama, menilainya dari citra dan eksistensi daerah saja. Kedua, menilai berdasarkan penyakit-penyakitnya saja. Ketiga, menilai berdasarkan citra dan penyakit secara berimbang.&lt;br /&gt;Para pengguna cara pertama adalah mereka yang memiliki prinsip hidup "biar miskin asal sombong, biar kalah nasi asal jangan kalah aksi." Pengguna cara kedua adalah mereka yang hidup tanpa optimisme—dan karenanya keningnya selalu berkerut dan senyumnya sinis. Dunia seperti neraka bagi orang-orang yang disebut terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu saya memilih cara ketiga. Dengan berdasarkan uraian panjang di atas, saya juga ikut berkesimpulan bahwa ibarat gadis, Gorontalo kini berdandan cantik—membuat semua orang jatuh cinta pada pandang mata pertama, tetapi dia juga berpenyakit komplikasi jantung, lever dan PMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti Tuhan bilang, tidak ada penyakit yang tak ada obatnya. Tiga penyakit utama Gorontalo itu masih dapat disembuhkan. Tinggal tergantung kepada seluruh rakyat daerah ini, apakah kita akan mencarikan `dokter baru' dan `obat baru' untuk menyembuhkan penyakit itu, ataukah kita mempertahankan dokternya dan hanya mengganti obatnya, ataukah kita memilih dokter yang dapat melakukan operasi penyembuhan tanpa menimbulkan luka yang merusak kecantikan Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sebagai rakyat, saya ingin mengucapkan, "Selamat ulang tahun provinsi tercintaku yang cantik.... Semoga lekas sembuh....".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-254163437217194042?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/254163437217194042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=254163437217194042' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/254163437217194042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/254163437217194042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/happy-birthday-provinsiku-yang-cantik.html' title='Happy Birthday Provinsiku yang Cantik, Semoga Lekas Sembuh'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-8451503233412994234</id><published>2007-07-23T11:03:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T11:05:05.208+08:00</updated><title type='text'>Talking' Bout Their Generation</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Kathleen Holder&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Posted by Amanda Katili, 18 Jan 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wants to have fun and make a difference? Plays soccer, lacrosse, Wiffle ball and poker. Volunteers at a local homeless shelter and raises money for tsunami relief. Can talk urban slang like a hip-hop deejay and write fluently in text- messaging shorthand. Liberal to middle-of-the-road politically. Got As in high school but feels like an imposter in freshman honors class.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goes home weekends. Calls parents on the cell phone between classes.&lt;br /&gt;Today’s students tend to be pressured, achieving, plugged in to technology, multicultural, eager for extracurricular and community activities, anxious for clear rules and close to their parents, according to faculty, administrators, counselors, advisers and students themselves.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At UC Davis, like campuses nationwide, it’s the dawning of the age of the Millennial Generation. Born since 1982 to the smallest families in U.S. history, these students are also called Echo Boomers, Nexters and Generation Y. And they—and their Baby Boomer parents—are making their presence felt on campus in a big way.&lt;br /&gt;“This is a generation that has a lot of attention paid to it by their parents and the national media,” said Bob Filipczak, co-author of two books on generational differences. “That’s partly because this is a huge generation: 76–79 million, compared to 59 million Generation X and 76 million Boomers.&lt;br /&gt;“They are going to have as big an effect on our culture, our economy, as the Boomer generation—perhaps more so,” said Filipczak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At UC Davis, they already are. The first Millennial Generation students started their freshman year in fall 2000. Achieving, group-oriented and stressed, they have been flocking to internships, student clubs, intramural sports and, more so for women than men, to the counseling center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tech-savvy, they sometimes fluster their professors with their ease with multi-tasking—laptops open, taking notes, instant messaging and e-mailing friends, and reading online news in class all at the same time. They may do more research at an Internet café than in the library. And they let instructors know when they stray from course syllabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They are bright, but increasingly insecure. Two-thirds of freshmen in a recent survey earned A- to A+ grades in high school. Eight out of nine took Advanced Placement courses. But in recent surveys, fewer rate themselves above average for academic ability and emotional and physical well-being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The campus, in recent years, has responded with new programs for both students and parents, including the award-winning Aggie Family Pack e-mail newsletter and the parent section of this magazine, organized recreational activities, online services and stress-reduction programs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Administrators are also looking into ways to better help graduating seniors enter a work world that may not meet their high expectations.&lt;br /&gt;A dozen campus officials recently attended a UC-wide retreat on strategies for serving the Millennial Generation, exchanging ideas for best meeting the needs of these students.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of course, these are generalizations and at UC Davis a number of students don’t fit the Gen Y mold. They are not the offspring of affluent Baby Boomers, but come from immigrant families. Most of these students were born in the United States, but have at least one parent who immigrated here from another country—China, Mexico, Vietnam, Philippines and elsewhere around the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And while the number of students from rich, $200,000-a-year-plus-income families has increased slightly over a generation ago, the proportion whose parents earn less than $40,000 a year has doubled to 30 percent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UC Davis students are multicultural and multiracial—even more so than their counterparts nationwide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Though many students grew up in segregated neighborhoods, they are connected to the world in ways previous generations were not—via the Internet and the global beat of music, movies and cable television. Cultural distinctions seem to blur on campus, as students are exposed to new ideas—and to each other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In dress, UC Davis students look a lot alike. They wear jeans, shorts, T-shirts, athletic shoes, flip-flop sandals—though, in “Aggie Style” profiles in the California Aggie, students say they spend from a few dollars to more than $800 on their outfits. Hairstyles tend to be less flashy. Mostly gone are the extreme hair and makeup colors, black “Goth” look, the punk spike and Mohawk hairstyles. Low-hanging “baggies” are less common. So too are platform and steel-toed boots.&lt;br /&gt;Ask students what music they listen to, and they’re likely to say “All kinds” and list a wide array from ’70s rock and R&amp;B to country, classical, jazz, hip-hop, rap and international pop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amidst conformity, they are each quite individual.&lt;br /&gt;Wolfgang Rougle, a senior in international development who changed her first name in eighth grade in honor of physicist Wolfgang Pauli, said: “Kids my age don’t seem to feel they have to do something dramatic—like dye their hair green or listen to death metal—in order to be individual. Everyone believes that she’s special and unique just the way she is….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I always was told I could be anything I wanted to be.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-8451503233412994234?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/8451503233412994234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=8451503233412994234' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8451503233412994234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/8451503233412994234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/talking-bout-their-generation.html' title='Talking&apos; Bout Their Generation'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-1367068075493754304</id><published>2007-07-23T10:57:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T10:59:42.578+08:00</updated><title type='text'>Eksistensi Risno Ahaya</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rahman Dako&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;17 Jan 2006&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syamsu dan teman-teman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risno Ahaya sangat "top" waktu ana SMP.  Mungkin ente waktu itu masih SD atau mungkin masih TK, jadi lagunya mungkin masih Balonku Ada Lima, jadi ndak kanal pa te Risno dan Marlina Otoluwa, he....he..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pegambus-pegambus kita yang meroket waktu itu karena pada saat bersamaan RRI menyelenggarakan kompetisi dana-dana selama 2 atau 3 tahun berturut-turut.  Pegambus-pegambus dari mana-mana turun ikut kejuaraan.  Itu juga didukung oleh Pemerintah yang memberi hadiah menjanjikan dan sampai membawa juaranya ke dapur rekaman.  Kasetnya beredar dimana-mana.  Merakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, memang Risno tetap eksis walaupun dia tinggal bakuti gambusi dari pasar ke pasar.  Saya sering bakudapa dengan dia di pasar Talaga, juga pernah di Pasar Minggu di Duano. &lt;br /&gt;Saya merindukan hal-hal seperti itu.  Kita tidak pernah akan menjadi suku lain, mereplika bangsa lain, selain tetap menjadi diri kita sendiri.  &lt;em&gt;That's our identity&lt;/em&gt;, ya kan Dewi???  Walaupun ada budaya lain yang masuk, tetap kita punya ciri khas yang tidak mungkin sama dengan Barat atau budaya lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya iri dengan sendratari Randai dari Padang yang setiap 4 tahun rutin tampil memukau di Hawaii.  Saya menonton pertunjukan mereka beberapa bulan lalu.  Setiap penampilan mereka pasti dibanjiri penonton.  Begitu pula penampilan cerita &lt;em&gt;I La Galigo&lt;/em&gt; di Singapura dan New York beberapa waktu lalu.  Musik tradisional Kakula dari suku Kaili Sulawesi Tengah baru-baru ini mengemparkan Honolulu dari beberapa seri rangkaian penampilan mereka.  Meskipun pemrakarsanya kebanyakan orang Bule, tetapi tetap harus dimulai oleh orang kita sendiri.  Musik dan kesenian alternatif menjadi sangat digemari belakangan ini karena kemuakan terhadap musik mainstream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saya pikir hal-hal seperti ini untuk konteks Gorontalo BISA diciptakan dan dimulai lagi.  Bagaimana Gorontalo Post, PROSES, Koran Gorontalo, dan teman-teman lain ?  Siapa yang mau jadi sponsor?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-1367068075493754304?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/1367068075493754304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=1367068075493754304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1367068075493754304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1367068075493754304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/eksistensi-risno-ahaya.html' title='Eksistensi Risno Ahaya'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-3171011370231341150</id><published>2007-07-23T10:35:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T10:51:44.111+08:00</updated><title type='text'>Tingga Nanti te Padel yang... (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Catatan tambahan Elnino&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;14 Jan 2006&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Disebut-sebut di berbagai media nasional—juga oleh beberapa elit politik Jakarta dalam diskusi-diskusi informal tapi serius—menjadi calon kuat menteri dalam &lt;em&gt;reshuffle&lt;/em&gt; kabinet 6 Desember lalu meski pun dia sedang memegang jabatan gubernur. Nama Sutiyoso (Gubernur DKI) saja tidak pernah terdengar akan ditarik oleh presiden SBY menjadi menteri. Untuk lebih lengkapnya, lihat kembali artikel yang kami tulis di Gorontalo Post berjudul "Komunikasi Politik Pementerian Fadel" (26-27 Oktober 2005) dan "Masih Seputar Pementerian Fadel" (12 Desember 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebulan setelah &lt;em&gt;reshuffle&lt;/em&gt; kabinet (11 Januari 2006—sampai hari ini), menghebohkan publik Indonesia dengan menyatakan bahwa provinsinya menolak beras impor yang diprogramkan oleh pemerintah pusat (baca: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono). Bahkan dia menghimbau seluruh gubernur di republik ini memboikot beras impor yang akan disuplai ke daerah masing-masing. Untuk yang satu ini, saya hanya bisa berkomentar untuk Fadel: "Kampiooon....!!!" (Hurup "K"-nya jangan diganti dengan hurup "L" waa...). &lt;em&gt;For the sake of the farmers, I'll go with you, Mr. Governor&lt;/em&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak pernah mengerahkan preman-preman (jawara-jawara) kampungan meskipun dia merasa dizolimi. Kalau Fadel mencak-mencak, saya pernah mendengarnya. Tetapi sepanjang catatan empat tahun terakhir, semua pemimpin di Gorontalo (bahkan mungkin juga di Indonesia; Sutiyoso, misalnya) memiliki "pasukan rimba" yang bermoto "membela yang berkuasa". Pasukan semacam ini tega berbuat kerusakan di muka bumi ketika bosnya tersudut. Fadel? Dia tampaknya memilih `pake otak' ketimbang `pake otot'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menyapa orang dengan cara yang sangat akrab meski orang itu tidak dikenalnya. Seperti judul sinetron, sok kenal sok dekat (SKSD). Andai Anda laki-laki yang belum pernah bersua dengannya dan beroleh kesempatan pertama kalinya bertatapan muka dengannya, maka yang akan Anda terima adalah senyum akrab dibarengi kalimat, "Hai... apa kabar.... lama nggak ketemu.... kemana aja...". Tangan Anda akan dijabatnya dengan erat, bahu Anda akan ditepuk atau dielus sekurang-kurangnya dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hampir setiap hari mendapatkan `pembelaan' dari media cetak lokal, khususnya Gorontalo Post dan PROSES. Saya pribadi menerima keluhan dari berbagai aktifis kampus (dosen dan mahasiswa) sebab komentar dan tulisan mereka yang mengkritik kebijakan Fadel tidak mendapat ruang di dua koran ini. "Selalu saja ngoni (wartawan) pe jawaban; te bos (pimpinan) tida suka yang bagitu...," ungkap beberapa teman aktifis. Bahkan syahidnya Sutanto Rauf (seorang sahabat wartawan PROSES) setelah mengalami kecelakaan di jalan yang menuju kantor Gubernur—yang dibangun Fadel di atas penggalan gunung itu—tidak mengubah agenda setting koran-koran milik Jawa Pos ini. Bahkan lagi, PROSES memberi penghargan "Man of The Year" untuk Fadel di tahun syahidnya Tanto (wartawan Proses/Tribun yang meninggal kecelakaan di tanjakan menuju kantor Gubernur yang dibangun Fadel)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memiliki kemampuan oral dan menulis sama baiknya. Jangankan wakil gubernur, bupati atau walikota di Gorontalo.... andai bergabung pun, rektor-rektor di Gorontalo belum tentu mampu menghasilkan tulisan sebaik Fadel!! Salah satu karya tulis terbaik Fadel berjudul "&lt;em&gt;Competitive&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Advantages&lt;/em&gt; Agroindustri Indonesia" yang dipaparkannya dalam orasi ilmiah di Universitas Indonesia (1999). Untuk yang satu ini, saya memperkirakan bahwa bagusnya tulisan-tulisan Fadel tidak lepas dari `bantuan kecerdasan' dari partnernya waktu itu; Suharso Monoarfa. Baca pula bagaimana karya-karya tulis Fadel yang dimuat oleh Kompas, Media Indonesia dan Republika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berbicara selalu dengan argumentasi ilmiah dan logis bagi sebagian besar masyarakat (yaitu mereka yang tidak termasuk aktifis aliran kritis). Bandingkan dengan pimpinan-pimpinan Gorontalo lainnya yang kerap tampil dengan argumentasi bernada prokololo dan tidak masuk akal. Artinya, jikalau Fadel itu bukan pemimpin yang jujur, maka dialah pemimpin yang paling sulit ketahuan bohongnya.###&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-3171011370231341150?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/3171011370231341150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=3171011370231341150' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/3171011370231341150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/3171011370231341150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/tingga-nanti-te-padel-yang-2.html' title='Tingga Nanti te Padel yang... (2)'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-7125375681369379236</id><published>2007-07-23T10:24:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T10:35:06.873+08:00</updated><title type='text'>Tingga Nanti te Padel yang... (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Catatan Elnino&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;11 Jan 2006&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jadi gubernur di daerah yang tidak pernah dia tinggali sebelumnya. Yang pernah tinggal di Gorontalo kan adalah orang tuanya. Kondisi ini mirip dengan Rachmat Gobel. Bedanya, (mungkin) karena Rachmat bermarga Gobel, dia sering pulang kampung ke Gorontalo. Nah, sebelum jadi gubernur Gorontalo, kemana Fadel pulang kampung? Ternate? Palu? Jawa Timur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jadi gubernur meski telah divonis pailit oleh pengadilan. Persoalan yang satu ini sudah tak jelas lagi sekarang, apakah dia masih berstatus pailit atau tidak lagi. Ketika menjadi calon gubernur, 2001, dia melaporkan kekayaan milik pribadi senilai Rp.100 miliar lebih. Pendek kata, pailit tapi debo kaya. Jadi gubernur pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Empat tahun `dikerjai' oleh partai yang memilihnya jadi gubernur. Setelah dipilih oleh 25 anggota DPRD Fraksi Golkar ditambah 1 suara PAN dan 1 suara PBB, Fadel menang. Dan setelah itu dia selalu dipusingkan oleh Partai Golkar pimpinan Achmad Pakaya yang kerap tampil terlalu kritis lewat dua `juru bicara'nya; Rustam Akili dan Budiyanto Napu. Golkar baru bisa `dijinakkan' oleh Fadel setelah Pakaya lengser dari Ketua Golkar Gorontalo, 2005 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pake istilah keren `agropolitan' meski pun hakikatnya sama dengan visi-misi kepala daerah di seluruh Indonesia. Agropolitan pada hakikatnya adalah pembangunan masyarakat pertanian. Sepertinya semua presiden, gubernur dan bupati di Indonesia ini memang selalu mengedepankan pertanian di setiap programnya (yang kebanyakan gagal itu). Namun, meski punya program yang sama saja dengan gubernur/bupati lain, Fadel tampil lebih cool dengan istilah agropolitannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sarjana (bo insinyur—red) yang menjadi `guru' bagi para doktor, MM,MBA, M.Hum, dll. Fadel sering `mendidik' setidaknya 1 wakil gubernur bergelar MM, tiga kepala dinas bertitel doktor, dan sejumlah Kadis, Karo, Kasubdin, Pimpro, dll yang juga bergelar master. Jelas sudah, Fadel membuktikan bahwa gelar akademik bukanlah `standar keterdidikan', apalagi gelar MM, MBA dan doktor yang diperoleh setelah kuliah selama tiga bulan setiap sabtu dan minggu—masing-masing satu setengah jam per course. (Apalagi yang berembel-embel humoris causa...!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lebih banyak disukai perempuan di seluruh Indonesia karena gantengnya ketimbang karena programnya. Saya berani bertaruh, 99 persen perempuan—baik di Gorontalo atau di luar daerah—menyukai Fadel karena terpesona &lt;em&gt;appearance&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;performance&lt;/em&gt; personalnya. Mungkin hanya Prof. Dr. Winarni Monoarfa perempuan yang terkesan dengan program Fadel. Itu juga karena dia kepala dinas, hahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. `Menggergaji' sebuah gunung untuk membangun kantor Gubernur di atasnya. Kata-kata apalagi yang bisa menjelaskan `keunikan' Fadel yang satu ini? Mungkin kita dapat meminjam istilah yang dipakai salah satu produk minuman energi: "You &lt;em&gt;uedan&lt;/em&gt;, man....!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sering melaksanakan even-even nasional di daerahnya supaya rakyat semakin lupa untuk mengkritik program (baca: janji) pokoknya sebagai gubernur. Even-even itu seperti Hari Keluarga Nasional, Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional, dan sejumlah konser yang mendatangkan artis maupun da'i-selebriti. Beberapa di antara artis itu bahkan tampil oke untuk sekadar mengencangkan urat-urat lelaki. Saya sih asyik aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Meminta penyelenggaraan Harganas di daerahnya ketika even itu ditolak oleh banyak daerah karena dianggap menguras APBD. Fadel sendiri yang meminta daerahnya menjadi pelaksana Harganas ketika Presiden Megawati sedang bingung menawar-nawarkan kegiatan ini kepada gubernur-gubernur yang lain. Cerdiknya Fadel, uang rakyat yang habis untuk Harganas—meski termasuk besar untuk daerah miskin seperti Gorontalo—tidak sebesar yang diperkirakan gubernur-gubernur lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Meminta Menteri Agama (2003) untuk mencanangkan daerahnya sebagai Pusat Kebudayaan Islam (PKI) di Indonesia Timur meski masih banyak daerah yang lebih Islami di luar daerahnya. Ini sebetulnya `cara' yang bagus dalam melakukan `reislamisasi' orang-orang Gorontalo. Sayang, tidak ada tindak lanjut yang konkrit dan signifikan untuk membangun citra PKI tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Menyelenggarakan dengan baik STQ Nasional hanya dengan anggaran Rp.6 milyar. Itu dia lakukan di saat Menteri Agama RI (2005) berencana menghapuskan STQN karena masalah dana. (Peran Wagub Gusnar Ismail dan Penjabat Bupati Gorontalo Idris Rahim memang cukup besar dalam melakukan efisiensi disini). Bandingkan dengan Banten yang berancang-ancang menghabiskan Rp.10 Milyar untuk even yang sama. Bandingkan pula dengan Sulawesi Tenggara yang merencanakan Rp.100 Milyar untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN = setingkat lebih `rame' ketimbang STQN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Gubernur di Indonesia Timur yang disukai wartawan lokal maupun nasional karena keahliannya dalam berbicara dan `kedermawanannya' kepada makhluk-makhluk pers itu. Soal ini, saya hanya ingin mengatakan satu hal; hanya sedikit wartawan yang pernah menolak pemberian Fadel... hanya sedikit... (Kalau nggak percaya, tanya jo pa sekprinya, Erman Baga atau orang dekatnya, Ka Lukman.... Mudah-mudahan di milis ini ka Lukman bisa menjelaskan berapa saja yang pernah saya dan teman2 wartawan lainnya di Gorontalo terima dari Fadel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Berpidato di hadapan rakyatnya bagaikan Guru TK di hadapan murid-muridnya. Bikin rakyatnya terpesona mengangguk-angguk setuju ketika dia berpidato meski terkadang ada unsur distorsi statistik dalam pidatonya itu. Untuk yang ini, Herdiyanto Yusuf pernah menjelaskannya dengan lugas dalam sebuah ulasan di Gorontalo Post dengan judul "Fadel dan Genre Baru Komunikasi Politik". Yanto memperhatikan kalimat-kalimat Fadel ketika bicara di depan para petani;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara.... Kemarin bapak Gubernur dipanggil sama Presiden. Presiden bilang sama bapak Gubernur, "Del... apa saja kekurangan rakyatmu?"... Pak Gubernur jawab, "Pak presiden, rakyat saya butuh sekolah... dst...dst...dst..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Dipuja-puja oleh ketua DPRD-nya. Mungkin di antara seluruh ketua DPRD Provinsi di republik ini, hanya pak Amir Piola Isa yang ngefans berat sama gubernurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Dipandang sangat miring oleh rakyatnya sendiri yang sedang merantau di ibukota negara. Buktinya, tidak sedikit komentar dari orang-orang (untuk tidak menyebut oknum-oknum) LAMAHU Jakarta yang selalu diawali dengan kalimat, "&lt;em&gt;So apa so te Padel&lt;/em&gt; itu??!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Gubernur yang menjadi `anak bupati'. Dia diberi gelar adat "&lt;em&gt;Tapulu Lo Madala&lt;/em&gt;" (Pangeran Negeri). Jauh hari sebelumnya, Bupati Boalemo Iwan Bokings dianugerahi gelar "&lt;em&gt;Ta'uwa Lo Madala&lt;/em&gt;" (Raja Negeri). Berarti Gubernur adalah `anak bupati' dalam perspektif adat. Artinya, namanya juga anak, dia tidak boleh `kurang ajar' atau `melangkahi' bapaknya supaya tidak kena kutukan (&lt;em&gt;biito&lt;/em&gt;). Tapi di jaman sekarang ini, kutukan tidak pengaruh lagi karena yang mengutuk pun pantas dikutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Dikagumi sekaligus dihujat secara ekstrim oleh rakyatnya sendiri. Ada ratusan SMS yang dimuat Gorontalo Post berintikan `segala puji bagi Fadel'. Bahkan ada anggota DPRD Provinsi (2002) yang menulis opini di G-Post dengan judul "Fadel Pembawa Nur Keselamatan bagi Gorontalo". Di sisi lain, ada pula yang menghujat Fadel secara keterlaluan. Beberapa bulan lalu G-Post memuat sebuah SMS yang mengata-ngatai Fadel, ".... &lt;em&gt;Pate lo Arabi mohimbulowa&lt;/em&gt;" (kalau tidak salah, begitulah bunyinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Bikin Etalase Perikanan yang Etalase sebuah Toko pun masih lebih baik dari itu. Etalase perikanan ini dicanangkan oleh Menteri Kelautan (2002?) yang `bekas-bekas'nya masih dapat dilihat dari perumahan nelayan di Boalemo. (Maaf, data soal ini saya kurang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Tidak ingin (bukan menolak) IKIP di daerahnya jadi universitas. Di saat Nelson dkk dari IKIP Negeri Gorontalo sedang euforia demi `meningkatkan status' lembaganya dengan dukungan resmi dari seluruh DPRD Prov/Kab/Kota, Fadel malah berkata, "Menurut saya, IKIP kita tidak perlu jadi universitas... Biarlah kita tetap IKIP dan menjadikan `mencetak tenaga pendidik yang berkualitas' sebagai &lt;em&gt;core competence&lt;/em&gt; kita." Dia lalu mengutip teori &lt;em&gt;Comparative Advantages&lt;/em&gt;-nya David Ricardo dan teori &lt;em&gt;Competitive Advantage&lt;/em&gt;-nya Michael Porter. Dalam hal ini, Fadel benar. Lihatlah sekarang, tidak sedikit profesor yang berkomentar di Kompas, Media Indonesia, Metro-TV dan berbagai seminar yang mengusulkan agar `Universitas bekas IKIP' tetap menjadikan `ilmu pendidikan' sebagai core competence-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Jatuh pingsan ketika mengatasi unjuk rasa mahasiswa. Ini terjadi ketika dia mencoba meredam amarah mahasiswa UNG yang ingin menyerang rumah Medi Botutihe (2 Desember 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Membuat presiden Zambia (Afrika) mampir ke daerahnya. Si presiden itu ingin studi banding dan melihat percontohan jagung di Gorontalo. (Perasaan.... siapa pun yang ingin studi banding Jagung, pasti ke lahan percontohan di Tenilo. Sedikit-sedikit, Tenilo.... Sedikit-sedikit, Tenilo...  Jangan-jangan lahan jagung di luar Tenilo tidak pantas dicontoh.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Tampil menjadi khotib dan Imam sholat Idul Fitri lebih baik dari ustadz-ustadz yang ada di daerahnya. Ini tidak perlu penjelasan lagi. Entah Fadel yang hebat, entah ustadz-ustadz itu yang payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Jadi gubernur selama hampir lima tahun dan tidak pernah membangun rumah pribadi di daerah yang diperintahnya. Meniru sebuah lagu dangdut yang dinyanyikan pelantun Dayu AG, saya ingin bersenandung, "Kalau memang dia... bikin rumah di sana... Tunjukkan padaku... dimana pondasinya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Mencanangkan pembangunan kualitas SDM, tetapi (enam) pegawainya yang kuliah S2 di Jogya (UII) berada dalam keadaan yang `pantas dapat BLT'. Padahal, dia sendiri sering bolak-balik ke Jogya (UGM) untuk studi S-3. Begitulah nasib orang-orang Pemprov... Kuliah di kota yang sama, tapi masalah perut tetap berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Menjadi calon gubernur terkuat (2006-2011)—setidaknya menurut hasil survey LSI—meski sudah ada 24 catatan di atas.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-7125375681369379236?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/7125375681369379236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=7125375681369379236' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7125375681369379236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/7125375681369379236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/tingga-nanti-te-padel-yang-1.html' title='Tingga Nanti te Padel yang... (1)'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-1687769476752872428</id><published>2007-07-23T09:19:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T09:30:54.362+08:00</updated><title type='text'>Teknologi, UNG, dan Tambang Rakyat</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bakrie Arbie,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;28 Des 2005&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ysh rekan-rekan yang berminat tentang lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data-data dari daerah lain yang terdapat tambang emas ternyata cara yang dilakukan oleh tambang rakyat mempunyai potensi untuk pencemaran lingkungan terutama oleh penggunaan air-raksa(mercury). Mohon kepada yang berminat dapat dicari data berapa kilogram air raksa yang dilepas ke lingkungan setiap minggu atau bulan di daerah tambang dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah berbicara dengan pihak dinas pertambangan Gorontalo untuk memberikan teknologi daur ulang dari air raksa sehingga dapat dipakai berulang dan tidak terbuang ke lingkungan, tetapi ada masalahperizinan. Dinas tak dapat proaktif untuk memberikan teknologi pada usaha yang tak berizin resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya salah satu peneliti BATAN, yaitu Dr.Sofyan Yatim, menyerahkan prototipe dan cara bekerjanya pada seorang ibu pengamat lingkungan yang saat itu aktif di IKIP Gorontalo. Usul kami saat itu adalah untuk diperkenalkan kepada para penambang rakyat di Gorontalo dan dibuat oleh bengkel di Gorontalo agar bisa jadi usaha yang dapat tumbuh seperti bentor (yang saya dengar sudah ke beberapa propinsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, teknologi yang diberikan akan mencegah lepasnya air raksa ke lingkungan dan berarti penghematan biaya produksi mestinya akan menarik para penambang rakyat dari daerah lain. Selain teknologi proses daur ulang, BATAN juga memberikan bibit padi unggul yang mempunyai kapasitas produksi hingga 8 ton/ha (tingkat kebun percobaan malah bisa 10 ton/ha) dan teknologi pakan ternak untuk mempercepat penggemukan sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga usaha tersebut dapat dilanjutkan para sukarelawan yangberminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majulah Gorontalo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-1687769476752872428?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/1687769476752872428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=1687769476752872428' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1687769476752872428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1687769476752872428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/teknologi-ung-dan-tambang-rakyat.html' title='Teknologi, UNG, dan Tambang Rakyat'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-361326892800470644</id><published>2007-07-23T08:41:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T08:45:55.851+08:00</updated><title type='text'>Bupati</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Elnino&lt;br /&gt;21 Des 2005&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Jokes&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Seorang bupati di Gorontalo, pada suatu waktu, meresmikan suatu area percontohan pertanian. Di acara peresmian itu, berpidatolah dia;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;"Saudara-saudara potani yang borbahagia.... Wilayah portanian ini adalah porcontohan bagi somua potani. Dan ini untuk monsukseskan program unggulan saya sobagai bupati yang torbaik.... Jadi, di soblah timur sana kita tanami boras... Di soblah barat kita tanami poki-poki...Di soblah sana kita sudah tanam cabai... Ada bedeng terong... Ada bedeng tomat... Rica... Bawang... Somuanya sudah kita tanam.... Nanti somua kalau sudah bosar-bosar, kita tipu....."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Seorang petani menyeletuk kecil... " 'Petik', pak.... bukan 'tipu'...'Tipu' yito bo mongakali...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Bupati menyahut, "Hush, saya ini bupati... masa' kamu yang ajari saya?!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;.::Elnino::.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PS: Bagi yang bolum 'nyambung', silahkan bortanya... hehehe....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-361326892800470644?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/361326892800470644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=361326892800470644' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/361326892800470644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/361326892800470644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/bupati.html' title='Bupati'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-1114525998236568227</id><published>2007-07-23T08:35:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T08:37:41.883+08:00</updated><title type='text'>Kapan Gorontalo Seperti Bali?</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ani Sekarningsih&lt;br /&gt;18 Des 2005&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Lamunan minggu sore 18.12.05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwacanakan untuk menelisik benang merah yang menghubungkan aras peradaban dan budaya seluruh komponen bangsa Indonesia. Terwacanakan pula untuk menggali penyebab tidak berdayanya budaya dan peradaban Gorontalo/Indonesia Timur dalam memasuki era modernisasi. Padahal Bali yang memiliki sumber peradaban dan budaya murni Indonesia yang sama justru bisa tampil sedemikian rupa menawan hingga dikagumi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara subjektif penulis ketemukan tiga aras pokok yang mendasari laku budaya dan tata peradaban budaya asli Gorontalo. Yaitu : aras kesadaran ber-Tuhan (menyebut: EYA!!!), aras kesadaran semesta dan aras kesadaran keberadaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar ketiga aras pokok tersebut maka laku budaya dan tata peradaban Gorontalo asli semestinya selalu memuat makna-makna sebagai panembah kepada Tuhan, persembahan kepada alam semesta dan mengekspresikan keberadaban umat manusia dalam tatanan budaya murni Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, dikarenakan terjadi perubahan aras agraris pedesaan ke aras industri perkotaan serta intensitas penyebaran agama impor telah memisahkan laku panembah kepada Tuhan atau EYA dari laku budaya dan tata peradaban masyarakat Gorontalo. Panembah kepada EYA/Tuhan dilaksanakan dengan ritual agama impor, sedang persembahan kepada alam semesta menjadi kegiatan seni budaya. Akibatnya laku budaya dan tata peradaban Gorontalo kehilangan kesakralan dan aras spiritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masyarakat Bali, budaya dan peradabannya telah sedemikian bersinergi dengan ajaran agama Hindu Bali. Maka budaya dan peradaban Bali tetap utuh memiliki aras sadar ber-Tuhan, aras kesadaran semesta dan aras keberadaban manusia. Budaya dan peradaban Bali tetap memiliki nuansa sakral dan kuat aras spiritualnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Bali juga memiliki sistem pembelajaran agama, budaya dan peradabannya yang intensif dari generasi ke generasi melalui banjar-banjar mereka. Maka Bali memiliki ketangguhan yang lebih dalam mempertahankan budaya dan peradaban aslinya. Selisik mendalam terhadap budaya dan peradaban asli masyarakat Indonesia yang lain, maka akan kita ketemukan tiga aras pokok yang sama. Dianggap primitif seperti apapun laku budaya dan peradaban asli sukubangsa-sukubangsa yang mendiami kepulauan Nusantara tetap memiliki aras sadar ber-Tuhan, aras kesadaran semesta dan aras keberadaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual bersesaji dan membakar dupa dalam laku budaya dan peradaban asli sukubangsa-sukubangsa di Indonesia pada umumnya dianggap klenik dan bersekutu dengan makhluk gaib. Penilaian yang demikian merupakan sikap tidak adil dan kurang pendalaman nalar. Logikanya sangat sederhana, hanya makhluk manusia yang mampu mengoperasionalkan daya pikir, daya rasa pangrasa dan daya spirituilnya. Maka hanya manusia yang mampu memanfaatkan sesaji dan pembakaran dupa untuk kegiatan ritual sembah kepada Tuhan/EYA maupun sarana berkomunikasi dengan makhluk gaib ciptaan Tuhan. Kalau hewan sudah pasti tidak akan mampu melakukan itu. Maka dianggap seprimitif apapun bersesaji dan membakar dupa sesungguhnya menunjukkan tingkat keberadaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunjukkan tingkat kesadaran manusia tentang keberadaannya di alam semesta yang tidak sendirian berada di muka bumi. Sadar bahwa Tuhan juga menciptakan makhluk-makhluk lain baik yang kasat mata maupun yang gaib. Maka manusia dengan semua daya yang dimiliki mampu menemukan tatacara berhubungan dengan titah ciptaan Tuhan yang lain tersebut. Adalah suatu tingkat peradaban masyarakat Nusantara asli yang menemukan tatacara bersesaji dan membakar dupa untuk keperluan ritualnya. Kenyataan menunjukkan bahwa ritual asli dengan sesaji dan dupa di Bali justru dikagumi masyarakat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bertolak bahwa seluruh budaya dan peradaban asli Nusantara memiliki aras ber-Tuhan, aras kesadaran semesta dan aras keberadaban manusia maka ketiga aras tersebut merupakan benang merah aras spiritual falsafah Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhineka Tunggal Ika yang dinyatakan Empu Tantular memang benar adanya. Maka ketika benang merah kebersamaan aras spiritual budaya dan peradaban Indonesia sudah diketemukan, tinggal mewacanakan tatacara aktualisasinya. Ketika Bali menjadi tujuan wisata utama masyarakat dunia, maka artinya Bali telah mampu menundukkan hati nurani umat manusia sedunia dengan budaya dan peradabannya. Maka tugas seluruh komponen bangsa untuk menyetarakan Gorontalo, Papua mau pun daerah-daerah lain di Indonesia dengan Bali tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini kuturunkan karena gejala arabisasi semakim mencengkeram di bumi Nusantara ini. Mengapa bangsa ini tak percaya diri pada kekayaan budaya sendiri?&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-1114525998236568227?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/1114525998236568227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=1114525998236568227' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1114525998236568227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/1114525998236568227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/kapan-gorontalo-seperti-bali.html' title='Kapan Gorontalo Seperti Bali?'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-813410732476213866</id><published>2007-07-23T08:09:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T08:11:29.816+08:00</updated><title type='text'>Sejarah Gorontalo, Mana Buktinya (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Rahman Dako&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;16 Desember 2005&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Saya sependapat bahwa sejarah sangat penting.  Dari sejarah kita banyak belajar ke arah yang lebih maju. Sejarah juga perlu dipelajari karena dari sana kita belajar bagaimana dinamika perkembangan masyarakat kita dari masa ke masa.  Sejarah bukan hanya bercerita tentang kepahlawanan atau perjuangan melawan penjajah, tetapi juga mempertanyakan mengapa hal tersebut terjadi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya.  Semester lalu saya malahan belajar sejarah ekologi (&lt;em&gt;historical ecology&lt;/em&gt;) tentang bagaimana perubahan ekologi dari masa kemasa dan mengapa demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo yang dimaksud Nino dengan "&lt;em&gt;piilu&lt;/em&gt;", saya pikir itu berbeda jauh dengan sejarah.  Sejarah tidak pernah berbohong, walaupun ada pameo yang mengatakan bahwa sejarah selamanya ditulis oleh orang yang berkuasa.  Makanya Belanda memang menulis sejarah dengan versi mereka, sesuai dengan frame budaya mereka, pengetahuan terbatas mereka terhadap bangsa kita dan terutama kepentingan mereka terhadap ekonomi dan misi gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, akan selalu ada counter terhadap "kebohongan sejarah", misalnya setelah Soeharto jatuh, maka "sejarah" G30S/PKI oleh Nugroho Notosusanto dan film Janur Kuning dipertanyakan lagi (maaf kalo ada kemanakan dan keluarga Nugroho Notosusanto).  "Keterlibatan" Soekarno dalam pemberontakan PKI-pun sekarang mulai digali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ndak tahu apakah ada orang Gorontalo yang betul-betul sejarawan dan mendalami sejarah Gorontalo.  Kita memang tidak punya budaya mengarsip karena memang kita lebih berbudaya tutur daripada budaya tulis.  Saya pikir memang perlu diversifikasi keilmuan untuk generasi orang Gorontalo ke depan termasuk sejarawan, supaya tidak hanya didominasi oleh orang-orang yang banyak membuat "&lt;em&gt;piilu&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya, setiap sejarah punya fakta-fakta dan bukti yang mendukung kebenaran sejarah itu, misalnya dengan dokumen, artifak, kuburan, dll.  Kalo Nino bilang marga yang satu punya sejarah yang berbeda dengan yang lain, atau dosen di IKIP/UNG yang buat sejarah &lt;em&gt;piilu&lt;/em&gt;, itu karena mungkin kita belum punya sejarawan yang betul-betul belajar sejarah, minimal pernah kuliah di jurusan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo Nino beranggapan bahwa yang sekarang cuma &lt;em&gt;piilu&lt;/em&gt;, maka memang perlu dibuat dari nol lagi untuk sejarah Gorontalo yang memang didasarkan pada fakta-fakta dan bukti yang ilmiah.  Siapa yang mo mulai????&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-813410732476213866?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/813410732476213866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=813410732476213866' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/813410732476213866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/813410732476213866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/sejarah-gorontalo-mana-buktinya-2.html' title='Sejarah Gorontalo, Mana Buktinya (2)'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4533741112428413520.post-9156735872388098603</id><published>2007-07-23T07:52:00.000+08:00</published><updated>2007-07-23T08:16:31.780+08:00</updated><title type='text'>Sejarah Gorontalo, Mana Buktinya? (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Verianto Madjowa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;15 Desember 2005&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Sejarah diperlukan sebagai pembanding. Avicenna atau Ibnu Sina, sebagai dokter dan pemikir gemilang, belajar dari Yunani (khususnya Aristoteles juga Socrates). Saya sepakat bahwa sejarah di G orontalo (tentang raja-raja) ada banyak versi, yang disesuaikan dengan kepentingan keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1993, ketika menulis untuk harian Republika, saya mengutip tentang Islam di Gorontalo masuk tahun 1525, melalui Raja Amay. Saat itu, tidak tebersit dalam pikiran saya untuk mengetahui di mana kuburan raja Amay atau peninggalan Islam yang bisa menguatkan bahwa Islam di Gorontalo itu masuk 1525.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Popa dan Eyato. Eyato dibuang ke Ceylon, tapi apakah masih ada kuburannya di sana? Apakah ada keturunan Eyato yang beranak pinak di sana dan membuat perkampungan Hulontalo, seperti halnya Imam Bonjol, Diponegoro, dan Kyai Modjo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Jawa Tondano di lembah sekitar Danau Tondano menunjukkan dengan jelas ada pertalian yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membandingkan tulisan Alim Niode dan Elnino tentang Amay dengan Owutango. Sebelum anaknya naik tahta (1550), Amay dan Owutango cerai dan bertemu dengan Sultan Babullah. Kalau benar catatan itu, di dalam susunan pemimpin di Ternate tahun 1537 – 1570 yang menjadi pemimpin Ternate adalah Sultan Hairun. Babulah sebagai Sultan nanti tahun 1570-1584. Apa benar Babullah menyunting Owutango yang mungkin sudah berusia di atas 50 tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak yang perlu ditelusuri, yang tentunya bukan untuk kepentingan keturunan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4533741112428413520-9156735872388098603?l=gorontalomaju2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/feeds/9156735872388098603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4533741112428413520&amp;postID=9156735872388098603' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/9156735872388098603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4533741112428413520/posts/default/9156735872388098603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gorontalomaju2020.blogspot.com/2007/07/sejarah-gorontalo-mana-buktinya-1_22.html' title='Sejarah Gorontalo, Mana Buktinya? (1)'/><author><name>Gorontalo Maju 2020</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04376994711205542984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
